MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Aku Keguguran


__ADS_3

Saat ini kita sudah di dalam pesawat yang akan membawa kita ke kota. Akbar selalu memeluku, dari tadi saat bertemu di bandara sampai sekarang kita ada di dalam pesawat. Aku tau perasaanya pasti masih takut dan terbayang kejadian waktu itu. Aku selalu tersenyum padanya tanda Aku baik baik saja, tapi Akbar hanya diam dan selalu memeluku.


Ibu melihatku juga langsung menangis, dan meminta maaf atas kejadian yang menimpaku. Aku pun hanya tersenyum dan bilang ngga papa.Suami dan Ibu sama sekali tidak memgatakan apa apa tentang orang gila itu, Aku pun enggan bertanya biar kan saja Aku sudah tak peduli lagi. Tapi Aku tidak sengaja mendengar perkataan Suamiku pada Ibu bahwa orang gila itu sudah Suamiku serahkan ke kantor polisi, Suamiku rupanya menyuruh orang untuk mengurusnya. Tapi Aku pun tak peduli. Yang Aku mau sekarang pulang kerumahku dan hidup dengan tenang.


Kita turun dari pesawat setelah sampai di bandara kota.Pak supir sudah menjemput kita, dan kita masuk ke dalam mobil.


"Sayang,, sinih sama Papah, Mamah pasti cape, nanti kalau sudah di rumah sama Mamah lagi, "sambil mengangkat Akbar dari pangkuanku.


Dan Akbar menurut, lalu duduk di pangkuan Suamiku. Dan Suamiku menariku agar bersandar pada pundaknya. Aku memejamkan mataku, karena merasa sangat lelah, kondisiku memang belum sembuh masih sangat lemas, tapi karena Aku sudah ingin beristirahat di rumah makanya Aku memaksa pulang.


Sampai di rumah Akbar tertidur, Suamiku menggendongnya menuju kamar Akbar, sedang Aku menuju kamarku.


Aku masuk kamar langsung merebahkan badanku di kasur, rasanya sungguh lelah, sampai untuk membuka jaket serta berganti baju pun Aku tak mampu.


"Sayang,,, Mas bukain jaket dan bajunya dulu yah, "Suamiku sudah duduk di sebelahku.Sambil mengusap tanganku. Aku sampai tak mendengar Suamiku masuk ke kamar. Aku hanya mengangguk. Dan Suamiku langsung membukakan jaket ku,lalu Suamiku menuju lemari mengambil baju daster agar nyaman di badan.


Suamiku membuka baju serta celana panjangku, dan menggantinya dengan daster.


"Dek,,, Makan siang dulu dan minum obat, nanti baru tidur,"Lalu Suamiku mengambil nampan di meja yang sudah ada piring berisi nasi dan lauk. Mungkin tadi Suamiku masuk kamar sekalian membawanya.


Aku pun duduk dan bersandar pada sandaran kasur. Suamiku menyuapiku dengan telaten dan setelah selesai.Suamiku menyiapkan obat yang akan ku minum.


"Sekarang Adek tidur,,, "setelah Aku minum obat ,dan Aku merebahkan badanku. Aku pun memejamkan mataku.

__ADS_1


Aku terbangun, saat ada tangan yang memeluku dari belakang.


"Sudah sore Sayang,,, "sambil mencium rambutku.


"Hemmm,,, "jawabku sambil menggeliyat. Lalu Aku pun membalikan badanku agar menghadap ke Suamiku. mata kita pun bertemu. lalu Suamiku mengusap pipiku yang masih sedikit biru.


"Mas,,,Dinda pengin lihat hasil kesehatan dari rumah sakit, ?"kataku. Dan Suamiku pun langsung membuang mukanya.


"Mana Mas hasilnya, Dinda pengin lihat,, "kataku lagi sambil Aku memegang pipinya agar melihat ke arahku. tapi Suamiku tetap diam.


"Apa ada yang serius dengan kondisi Dinda, ?"sambil Aku melepaskan tangan suamiku yang memeluku. dan bangun dari atas kasur. karena Aku merasa di abaykan.


"Dekkk,,, " Suamiku memanggilku saat Aku akan keluar dari kamar dengan suara seperti menangis. Aku pun menengok dan benar saja Suamiku duduk di kasur sambil terisak. Lalu Aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya.


"Apa ada masalah dengan hasil pemeriksaan Dinda,, "sambil ku genggam tanganya. Suamiku menggelengkan kepalanya.


"Mas minta maaf karena tidak bisa menjadi Suami yang baik dan tidak bisa menjaga Istri dan calon bayi kita,, maafkan Mass,, hik.. hik.. "sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya sambil menangis.


"Apa maksud Mas,, Dinda ngga ngerti... "


"Adekkk,,, keguguran, dan usianya di perkiraan sekitar 3 minggu, "Aku hanya diam dan mencerna setiap kata yang Suamiku katakan. Saat Aku menyadari dengan perkataan Suamiku, Aku pun langsung menangis....


Suamiku memeluku dan berusaha menenangkanku. Tapi Aku merasakan sesak sekali di dalam dadaku ,mendengar kenyataan ini,bahwa calon Anaku telah tiada.

__ADS_1


"Maafkan Mas,, Mas yang salah, Mas tidak percaya dengan perkataan Adek,, maaf..."sambil mencium rambutku.


Aku masih saja menangis, Aku sebenarnya kecewa dengan Suamiku dan apa lagi mendengar Aku kehilangan calon bayiku. tapi Aku juga melihat Suamiku yang sepertinya sangat menyesal. dan pasti juga dia sangat sedih karena Suamiku lah yang sangat menginginkan anak lagi.


Mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih indah dari kejadian ini, semoga dengan kejadian ini Suamiku bisa mempercayai Istrinya dan tidak menyepelekan omonganku lagi.


Aku pun kali ini memaafkan Suamiku, karena setiap orang itu tak ada yang sempurna. Aku akan mencoba melupakan kejadian kemaren,ya walou pun susah tapi Aku tetap harus berusaha.


Setelah Aku tenang, Suamiku mengajaku untuk ke kamar mandi,untuk membasuh wajahku .Dan Suamiku pun sama membasuh wajahnya.


Saat Aku dan Suamiku membuka pintu kamar mandi, Akbar rupanya sudah di dalam kamarku. dan duduk di sofa.


"Apa Mamah masih sakit,,? "tanya Anaku saat Aku sudah duduk di dekatnya.


"Ngga kok,, Mamah dah sembuh, "jawabku sambil ku usap kepala anaku.


"Kok ke kamar mandinya di temenin Papah,,? "


"Tadi Papah hanya temani Mamah untuk cuci muka aja kok,, "kata Suamiku.


"Udah yuk kita keluar,, Mamah pengin makan,, "kataku sambil bangun dari duduku.


"Iya Mah,, Ayo,"kita keluar dari kamar dan menuju meja makan.

__ADS_1


**Sedikit ngga papa ya kak,, ini juga nulisnya nunggu Suami tidur ,karena Suamiku ngelarang nulis dulu, karena Aku masih sakit.


Jangan lupa like, komen dan votenya, makasih**...


__ADS_2