
Setelah Zara sudah tak terlihat, Rizki lalu pergi dari bandara ,dan akan langsung pergi di mana tempat janjian dengan kakanya Zia.
"Selamat siang,, "kata Rizki saat sudah sampai di lestoran.
"Siang,, silakan duduk,, "Rizki lalu duduk.
"Saya ngga mau bertele tele, saya cuman mau bilang kalau Zia sedang sakit, "Rizki masih diam dan cuek.
"Sudah dua tahun ini Zia menderita kangker darah,dan kondisinya sekarang makin menurun, "Rizki yang mendengar sakit Zia langsung kaget.
"Ngga mungkin Zia sakit seperti itu, dan Zia ngga pernah memberi tau saya selama ini, pasti ini bohong,, "
"Saya tidak bohong, saya bertemu kamu di sini pun Zia tidak tau, saya dapat no tlfon kamu dari teman Zia, Zia tidak ingin kamu tau penyakitnya, dan Zia tidak mau menyusahkanmu, makanya dia pergi dan beralasan bekerja di luar negri, tapi nyatanya dia tidak bekerja tapi berobat di sini,, "Rizki menggelengkan kepalanya karena tidak percaya .
"Kalau kamu tidak percaya,kamu bisa lihat dia di rumah sakit ,Saya akan ke sana sekarang dan kalau kamu butuh bukti Ayo ikut saya, biar kamu lihat kondisinya Zia saat ini,, "
Ahirnya Rizki ikut kaka Zia ke rumah sakit, dan sampai di rumah sakit Rizki sedikit takut, karena penyakit kangker darah itu sangatlah berbahaya.
"Zia selama ini tinggal di apartemen bersama saya, tapi setiap kambuh saya langsung bawa ke sini untuk di rawat, tapi kalau tidak kambuh cuman berobat jalan saja, kemarin malam Zia bertemu denganmu, dan saat pulang ke rumah Zia kambuh, dan saya langsung bawa ke sini untuk di rawat,, "kaka Zia berjalan dengan Rizki menuju kamar rawat Zia sambil berbicara.
"Saya menyuruhmu untuk menemui Zia karena saya fikir bisa membuat Zia lebih baik dan cepat sembuh, ya walau tidak bisa sembuhin penyakitnya, setidaknya hatinya tidak merasa sakit lagi,, "
"Ini kamarnya,, masuklah,, "sambil menujuk ke pintu ruang rawat.
__ADS_1
"Saya pergi dulu, dan saya akan kembali ke sini 30 menit lagi,, saya harap kamu bisa mengembalikan semangat Zia untuk sembuh, saya tidak tau terlalu jauh hubungan kalian, jadi saya harap ada hasil yang baik dari pertemuan kalian,, saya pergi dulu,, "Rizki hanya mengangguk.
Kaka Zia pun pergi, dan Rizki yang masih bingung dan tidak percaya masih diam berdiri, sekitar 5 menit berdiri ahirnya Rizki pun masuk.
Rizki membuka pintunya dengan pelan, dan terlihat Zia yang sedang berbaring di ranjang pasien, dengan jarum infus yang terpasang di tanganya, dengan wajah yang pucat juga badan yang jadi lebih kurus.
Rizki lalu duduk di bangku dekat ranjang dengan pelan, tapi Zia tetap bisa dengar ada orang dan Zia pun terbangun.
"Ri,, Rizki,,,ke, kenapa kamu ada di sini, "sambil terbata karena kaget.
"Iya Aku ada di sini, kenapa kamu tidak pernah bicara padaku tentang penyakit yang kamu derita ini,, "Zia membuang mukanya karena air matanya tiba tiba mengalir,saat Rizki berkata.
"Aku tidak ingin kamu terbebani dengan sakitku ini, lebih baik kamu membenciku dari pada Aku membuatmu susah, kita hanya sepasang kekasih yang bisa kapan aja putus, dan dengan berahirnya hubungan kita pasti akan ada ganti ku yang lebih baik dan lebih sempurna dariku,, kamu bisa hidup dengan bahagia,, "
"Tapi berkat doamu yang menginginkan Aku bahagia ,saat ini di kabulkan oleh Tuhan, Aku sekarang hidup bahagia dan Aku sudah mempunyai kekasih yang sangat baik dan sangat mencintaiku juga,itu yang kamu mau kan, dan apa saat kamu dengar Aku sudah bahagia kamu ikut bahagia,,?pasti tidak pasti kamu merasakan sakit bukan,, jadi jangan jadi orang yang sok kuat kalau nyatanya kamu lemah,, "Zia lalu menangis lebih kencang lagi.
Rizki yang melihat ketidak berdayaan Zia pun lamgsung memeluknya, Zia yang memang lemas hanya bisa diam saat Rizki memeluknya sambil masih menangis.
"Kenapa kamu seperti ini,, kenapa,,"
Saat Rizki masih memeluk Zia , Hp Rizki berbunyi tanda panggilan,Rizki mengambil hpnya dan ternyata dari Zara .Rizki lalu melepaskan pelukanya, dan menjauh dari Zia untuk menerima telfon Zara.
"Hallo,,, "dengan suara pelan.
__ADS_1
"Hallo Bang,, suara Abang kenapa,, "
"Ngga kenapa kenapa, tadi Abang habis batuk, apa sudah sampai,, "
"Oh gitu, Iya Zara udah sampai dan udah di mobil, Zara mau langsung ke rumah sakit jenguk Oma, Papah tadi yang menyuruh Zara langsung ke rumah sakit karena oma nanyain Zara terus,, "
"Iya,, salam yah buat oma, dan bilang ke Papahmu Abang masih ada urusan dulu di sini, jadi belum bisa pulang,, "
"Iya nanti Zara bilangin,, apa Abang sudah bertemu dengan dia,,? "
"Hemmm,, udah, "
"Apa ada sesuatu,atau ada masalah,,? "
"Ngga ada, semua baik baik saja, ya udah dulu yah nanti kita lanjut lagi,, "
"Iya Bang,di sana Abang hati hati yah dan jaga kesehatan,, "
"Iya,, "lalu telfon punmati.
Rizki membuang nafasnya kasar, dan menusap wajahnya. setelah itu kembali mendekati Zia.
"Apa itu telfon dari pacarmu ,,?"
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...