MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kakek Sakit


__ADS_3

Zara dan Rizki sedang di dalam minimarket Zara mengambil minuman dingin dan langsung menuju kasir, sedang Rizki mengambil roti dan juga cemilan.


Setelah membayar Zara dan Rizki meminum minuman dingin sambil duduk di depan minimarket.


"Abang ngga suka kalau kamu terlalu dekat dengan cowo tadi, cara dia menatap kamu sudah terlihat beda,, "


"Beda gimana sih Bang, kayanya biasa aja,, "sambil menggigit roti Zara menjawab.


"Dari tatapanya, dia sudah terlihat suka denganmu,, kamu harus jaga jarak,, "Zara hanya membuang nafas dengan kasar.


"Baik lah tuan Rizki yang terhormat, Saya akan mengikuti perintah anda,, "


"Ini Abang serius loh, dia sepertinya bukan laki laki baik,, "


"Iya Zara juga serius, "


"Bagus,,, "


Lalu setelah minuman sudah habis, Zara dan Rizki kembali ke apartemen Zara.


"Bang,, Zara mau mandi dulu yah,, gerah nih, "


"Iya,, sanah mandi biar wangi,, "


Sedang di Indonesia, tepatnya di rumah Mamah Dian. Kakek sedang sakit dan badanya sangat panas.


Kakek selalu mengigau nama Zara, mungkin karena sudah lama tidak bertemu dengan Zara.


"Mas,,, kita Bawa Papah ke rumah sakit aja yuk,, Dian ngga tega lihatnya,, "saat Ini Dian dan Doni sedang menemani kakek di kamar.


"Mas juga maunya gitu, tapi Mas bingung sama kamu dan Aditiya,, "


"Bingung kenapa Mas,, "


"Kalau Mas bawa Papah ke rumah sakit, kamu di rumah sama Aditia doang, sedang perut kamu aja sudah besar gitu, Mas ngga tega ninggalin kalian di rumah berdua aja,, "


"Ngga papa Mas, Mas ngga usah kuatir masalah Dian dan Aditiya, kalau nanti ada apa apa Dian langsung telfon Mas,, "

__ADS_1


"Udah jangan kebanyakan mikir,, bawa Papah sekarang ke rumah sakit Mas,, "kata Dinda saat Doni seperti berfikir.


"Baiklah Mas akan bawa Papah ke rumah sakit sekarang, tolong bukakan pintunya Mas mau angkat Papah,, "


Dian lalu membuka pintu kamar Kakek, dan Doni membangunkan kakek agar bangun, lalu di papahnya.


"Papah hanya sakit biasa, ngga perlu di bawa ke rumah sakit segala,, istirahat aja nanti sembuh kok,, "


"Papah panasnya sangat tinggi, biar Dokter periksa Papah,kita kerumah sakit yah, "Kata Doni.


Lalu Dian membukakan pintu mobil, dan setelah kakek masuk, Doni pun langsung naik. dan mobil pun pergi menuju rumah sakit.


Setelah Doni pergi, Dian lalu masuk ke dalam, dan menuju kamar, Aditiya sedang tidur di kamar Dian saat ini. Dian lalu mengambil hpnya dan menelfon Hendra.


"Hallo Hen,,, "kata Dian.


"Iya hallo Kak, Ada apa kak, tumben malam malam telfon, "jawab Hendra.


"Papah sakit dan tadi Mas Doni membawanya ke rumah sakit, Papah selalu manggil nama Zara terus, gimana ini Hen,, Saya takut,, "


"Ya Tuhan Papah,,, dari kapan sakitnya, ?"


"Apa perlu Zara suruh balik dulu, biar ketemu Papah, siapa tau Papah sembuh saat nanti bertemu Zara,, ?"Kata Hendra.


"Tapi Zara baru kuliah satu bulan di sana, masa suruh balik, apa bisa,, "


"Ya kita tanyakan pada Zara,biar Zara nanti yang bertanya pada kampusnya, boleh libur dulu ngga,, kasian Papah mungkin kangen pada Zara karena sudah lama ngga ketemu,, "


"Iya,, kamu telfonlah, nanti kalau ada kabar tentang Zara mau gimana kanarin Saya yah,, "


"Iya,, "telfon punmati.


"Ada apa Mas Mba Dian telfon,?"tanya Dea.


"Kakek sakit, dan Kakek selalu manggilin Zara"


"Ya Tuhan, kasian kakek, trus Mas mau gimana,,? "

__ADS_1


"Mas mau telfon Zara dulu, biar besok Zara ke kampus dan meminta izin untuk pulang dulu ke sini boleh ngga,, "


"Oh ya udah Mas telfon Zara aja gih,, "


"Iya udah kita lanjut nanti lagi yah,, "sambil mencium bibir Dea sekilas, lalu Hendra memakai celananya dan menelfon Zara.


Tadi Hendra dan Dea baru saja akan mulai berc*inta,eh malah ada telfon dari Dinda, alhasil deh Hendra langsung menghentikan permainanya.


Dea lalu memakai bajunya kembali, dan turun dari kasur untuk masuk ke kamar mandi.


Beda dengan Zara dan Rizki, Zara dan Rizki sedang berdiri di balkon sedang menikmati pemandangan indah kota singapur sambil saling berpelukan.


"Sayang kita masuk yuk, sudah dingin nih Abang,, "


"Ayo,,, "Rizki lalu merangkul pundak Zara.


Dan mereka berdua lalu naik ke kasur dan saling peluk.


"Sayang Abang mau ini bentar, boleh,, "


"Kenapa sih Abang suka banget ciumin bibir Zara,, "sambil mendongakan wajahnya.


"Soalnya bibir kamu tuh rasanya manis selerti sepermen,, "


"Bohong aja sih,, "


"Serius,, bentar yah,, "Zara pun mengangguk.


Rizki langsung tersenyum senang, saat bibir Rizki baru menempel di bibir Zara ,hp Zara berbunyi. Rizki tidak mempedulikanya dan terus saja menghisap bibir Zara.


"Bang,, Zara angkat telfon dulu dulu, siapa tau penting,, "sambil mendorong badan Rizki, Rizki pun dengan merasa kesal langsung bangun dari atas badan Zara.


"Bang Papah,,, "sambil menujukan hpnya.


Rizki langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


**Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


Maaf kl ada typo,aku ngga cek lagi**,,


__ADS_2