
Sekarang aku sedang menunggu papah untuk menjemputku di kampus.Kita akan pergi untuk memilih undangan, dan kata ayah menyuruhku untuk memesan undangan cukup 200 saja, karena hanya mengundang para tetangga juga teman kerja ayah.
Ahirnya aku melihat mobil papah yang sedang mendekat ke arahku, lalu setelah mobil mendekat papah langsung berhenti di depanku dan aku pun langsung masuk.
"Adek sudah makan belum,,,? "tanya papah saat aku sudah duduk di dalam mobil.
"Belumm,,, "
"Ya udah Kita cari makan dulu aja yah, Mas juga belum makan, "aku hanya menganggukan kepalaku.
Setelah kita makan,kita langsung menuju ke tempat toko pembuatan undangan, sampai di sana aku dan papah langsung memilih,ahirnya kita sepakat memilih undangan yang simpel tapi cukup bagus.Kenapa kita tidak beli undangan yang mahal dan yang bagus,karena kita menikah di kampung kalau undanganya terlalu bagus takutnya kita di kira pamer atau apalah, biasa kan di kampung para tetangga gimana gituuu...
Setelah sepakat dengan orangnya, aku memintanya langsung di kirim ke kampungku dan 50 aku minta kirim ke apartemen papah karena aku dan papah ingin mengundang orang terdekat kita di kota.
Sekarang aku sedang dalam perjalanan untuk pulang, dan kita pun sekarang sudah sampai, aku mengajak papah untuk mampir untuk makan malam, dan aku lihat papah sepertinya sedang berfikir.
"Ibu sedang ke luar kota Mas, Mas mapir yuk kita makan malam bersama, biar Dinda ada temen makan, "kataku.Yang paham dengan pikiran papah yang mungkin merasa sungkan bertemu dengan ibu.
"Ngga usah ya dek, Mas pulang aja soalnya mas jam 9 harus ke rumah sakit, "jawab papah.Aku pun tidak ingin memaksa papah karena mungkin papah merasa sungkan untuk masuk rumah ibu lagi, karena bagai manapun pasti masih tersimpan kenangan papah bersama ibu di rumah ini.
.
.
__ADS_1
.
Hari serasa cepat berjalan tidak terasa sekarang tinggal menghitung hari.Satu minggu lagi menuju hari H.Sekarang aku sedang berkemas untuk menyiapkan barang barang yang akan di bawa pulang kampung,di bantu ibu juga aku mulai mengemasi barang, karena lumayan banyak barang yang akan aku bawa, ibu menyuruh pak Pujo untuk mengantarku ke kampung, aku di larang naik kereta karena ada 3 koper, membuat ibu tak tega membiarkanku pulang sendiri.
Aku juga sudah meminta izin kepada pihak kampus untuk libur kuliah, kurang lebih 3 minggu.
"Udah semuanya kan sayang,,,? "tanya ibu padaku.
"Udah kok bu,, cuman ini aja, "jawabku.
"Ibu harus dateng ya bu, Dinda bakalan sedih kalau ibu ngga datang,"sambil ku peluk ibu yang sedang duduk di kasur.
"Iya,, ibu akan usahakan dan ibu juga sudah mengosongkan jadwal kerja untuk hari bahagianya anak ibu kok, "aku yang mendengarnya langsung tersenyum.
📲,,Masku...
Aku mendengar telfon masuk dari hpku, saat ku lihat ternyata papah yang menelfon.
"Halo...... Mas"
"Ya Dek,,,, sedang apa,?belum tidur,"
"Habis dari kamar mandi, Mas lagi apa? "
__ADS_1
"Oh,,, Mas lagi tiduran, adek dah siap siapin barang buat besok pulang kampung belum,? "
"Udah,,, udah beres tadi ibu juga bantuin Dinda merapikan barang barang yang mau Dinda bawa, "
"Oh gitu,,,Mas pasti bakalan kangen banget sama adek,, "
"Kan cuma seminggu Mas, dan kita masih bisa kirim pesan dan telfon, "sambil aku menjatuhkan badanku di kasur aku berkata.
"Seminggu itu lama loh dekkk,, "
"Ngga usah lebay deh Mass,,, oh iya Mas udah izin cuti dari kampus sama rumah sakit belum,? "
"Kalau dari rumah sakit Mas udah dapat izin cuti cuman 2 minggu, dan kalau di kampus Mas udah memberikan surat pengunduran diri menjadi dosen tadi pagi, jadi sekarang Mas bisa sedikit santai bekerja biar besok saat kita menikah Mas sehat dan kuat karena tidak cape kerja,"
"Kenapa Mas keluar menjadi dosen,,, ?"
"Karena Mas mengikuti keinginan calon istri untuk tidak terlalu sibuk bekerja, takut tidak ada waktu untuk berdua,, adek tenang saja gaji Mas jadi dokter di rumah sakit masih cukup kok untuk kita makan,,, "
"Mass,,, apaan sih, asal bisa hidup dengan Mas Dinda sudah bahagia, soal rezeki asalkan kita bisa mensukurinya pasti seberapa besar pendapatan kita akan cukup untuk kita, asalkan kita harus tetap berusaha dan tidak mengeluh dengan apa yang kita dapat, "
"Iya sayang,,, adek kok makin pintar yah, ngga salah pilih Mas ini milih adek buat teman di dunia dan di aherat nanti, "
"Ngga usah gombal deh,, ngga mempan, "
__ADS_1
"Hahaaaa,,,,,, "aku dengar papah yang tertawa, membuatku senang mendengarnya, orang yang cuek dan tegas bisa juga tertawa lepas.