MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Ngompol


__ADS_3

Rizki lalu duduk di dekat Zara, dan sambil menggenggam tanganya.


"Sakit banget ngga Yang,, "


"Sakit Bang, tangan Zara kalau di gerakan sakit, karena pundaknya ikut gerak,, "


"Ya udah jangan banyak gerak biar ngga sakit"


Kruyukkk,,, kruyukkk,,,


Perut Rizki bunyi, rupanya Rizki lapar karena dari pagi belum makan, Rizki sampai lupa makan.


"Abang lapar yah,, "Rizki tersenyum sambil mengangguk.


"Ya udah sanah makan dulu, takut Abang sakit,, "


"Iya,, Abang makan dulu yah,, "Zara mengangguk.


Rizki berjalan menuju meja lalu duduk di sofa. Rizki mengambil nasi dan lauknya, lalu langsung makan. Zara melihat Rizki makan dengan sangat lahap.


"Pasti Abang sangat lapar,terlihat dari makanya, banyak dan cepet banget, "dalam hati Zara berkata.


Selesai makan Rizki lalu membuat kopi agar tidak mengantuk.


"Bang,, Zara haus,, "


"Iya,, tunggu Abang ambilkan dulu yah, "Rizki lalu memberi Zara minum.


"Mau makan biskuit apa ngga,? "tanya Rizki.


"Zara maunya apel,, "


"Ya udah Abang kupasin dulu yah, "


Rizki lalu mengupas dan memotong buah apel, setelah itu Rizki menyuapinya. setelah buah Apelnya habis Zara lanjut tidur. Rizki yang tadi habis minum kopi jadi ngga mengantuk.


Rizki lalu duduk di sofa ,dan mengambil hpnya untuk menelfon mamahmya.


"Hallo Mah,, "


"Hallo Bang, kok tunben Abang kemarin ngga telfon dan di telfon juga susah, Abang sehat kan, Abang ngga kenapa kenapa kan,, "

__ADS_1


"Iya Maaf Mah,, Abang sehat kok,, cuman Zara yang lagi ngga sehat,, "


"Zara lagi ngga sehat,, maksudnya,,? zara sakit,,? "


"Iya Mah,, harusnya Zara hari ini berangkat kesingapur, tapi Zara habis kena musibah, jadi ngga jadi pergi,, "


"Ya Tuhan musibah apa Bang,, "


"Zara tertusuk pisou demi menolong Abang Mah,, "


"Zara ya ampun,, gimana ceritanya Bang kok bisa gitu,,? "


Lalu Abang menceritakan semua kejadian yang menimpa Zara, dan sampai sekarang Zara yang di rawat.


"Sukurlah Tuhan masih menyayangi kalian, kalian berdua selamat, kamu harus selalu hati hati ya Bang,, "


"Iya Mah,, Abang juga selalu hati hati, dan Abang juga minta doa dari Mamah agar Rizki di sini selalu di beri kesehatan,, "


"Iya sayang itu pasti,, "


"Ya udah dulu ya Mah, ini sudah malam, Mamah istirahat gih,, "


"Iya sayang, salam buat Zara yah,, besok Mamah telfon lagi, "


Saat Rizki akan merebahkan badanya di sofa, Zara memanggilnya.


"Bang,,, Zara pengin pipis,, "Rizki lalu mendekatinya.


"Iya,, sinih Abang bantu,, "Rizki lalu membatu Zara turun dari ranjang, dan terlihat Zara yang ke sakitan.


"Bang sakit,,,, "Zara rupanya susah untuk berpegangan pada Rizki, karena tangan satunya ada jarum infus dan satunya ada luka di punggungnya, dan gerakan tangan Zara membuat lukanya terasa sakit.


"Iya sayang,, tahan yah,,, "Zara memegang tangan Rizki dengan pelan.


Rizki melihat Zara yang kesakitan dan itu membuatnya juga merasakan sakit.sampai di kamar mandi Zara lalu kebingungan untuk membuka celananya karena Rizki sudah keluar dari dalam kamar mandi setelah meletakan infus yang di gatungan di kamar mandi.


"Aduh,,,, sakit,,, "Saat Zara berusaha melepaskan celananya, tadi siang karena ada Bunda Dan Papahnya Zara minta di bukakan kalau sekarang masa Rizki yang membukanya, tapi kalau tidak di bantu Zara kesusahan mau pipisnya.


"Sayang,,, kamu kenapa,, apanya yang sakit, "?"rizki dari luar mendengar rint*ihan Zara yang kesakitan.


"I,, ini Ba,, bang, Zara ngga bisa buka celana,, "Kata Zara.

__ADS_1


"Trus gimana, mau Abang bantu,, "


"Tapi Bang,,, Zara malu,, "Rizki lalu masuk ke dalam.


"Ngga usah malu, sinih Abang bantuin buka,, "


"Ja,, jangan Bang,, Zara soalnya ud,, udah kebelet pipis,, "


"Makanya sinih Abang bantu,, "Rizki lalu berjongkok dan akan membukakan celana Zara, tapi rupanya Zara yang sudah kebelet dan tidak bisa menahanya lagi langsung keluarlah itu pipis.


"Kamu pipis,,?"saat Rizki pegang celana Zara dan Zara yang ngga tahan tiba tiba bocor. Zara mengangguk.


Zara sangat malu sampai pipinya memerah, untung malam jadi walau ada lampu tetap sedikit tidak terlihat jelas pipi merah Zara.


"Ma,, Maaf Bang, Zara ngga tahan,, "dengan pelan dan menundukan wajahnya karena malu.


Abang dengan tidak jiji membantu membuka celana Zara,dan melepaskanya.


"Bang,, udah Zara malu,, "Zara duduk di closet dan kakinya di rapatkan, karena bagian bawahnya polos.dan tanganya dengan pelan bergerak menutupi depanya.


"Kamu bisa pakai celanya,, "Zara menggeleng.


"Trus mau gimana, Abang panggil suster yah buat bantu kamu,, "Zara pun mengangguk.


Rizki lalu keluar dan mencari suster untuk membantu Zara,Rizki.memanggil suster jaga di depan dan meminta tolong padanya.


Untung susternya mau, mereka lalu masuk ke ruang rawat Zara. Suster langsung masuk ke dalam kamar madi dan membantu Zara memakai celana. tadi Rizki sudah memberikan celana pada suster sebelum masuk kamar mandi.


10 menit kemudian suster dan Zara pun keluar, dan Rizki membantu Zara berjalan, suster lalu pamitan setelah Zara sudah naik ke ranjang.


"Sudah,, sekarang tidur lagi yah,, "


"Iya,, Abang juga tidur ,"Rizki mengangguk.


Rizki menemani Zara dulu sampai Zara tertidur duluan. setelah Zara tidur Rizki kembali ke sofa untuk tidur.


Pagi harinya Zara bangun tidur merasa perutnya mules, Dan Zara kebingungan gimana ke kamar mandinya, dan nanti siapa yang ceb*okin. (puset dah Zara sakit sakit ya macam macam aja, ada kebelet pipis sekarang kebelet buang air besar, ahirnya pusing sendiri kan hehee)


Zara mencoba bangun sendiri, tapi kesusahan, Zara ngga mau ganggu Rizki tidur tapi gimana,, mau panggil suster pake alat pencet tanganya ngga sampai dan sakit saat mencobanya.


"Bang,,,, Abang,,,,, "Ahirnya Zara bangunin Rizki.

__ADS_1


**Jangan lupa like, komen dan Votenya trimakasih..


Coba Aku pengin tau sebanyak apa yang pengengin lihat Zara sama Rizki nikah setelah Zara keluar dari rumah sakit,,, suara terbanyak yang aku ambil... silakan komen**....


__ADS_2