
"Zara Sayang,, Mamah mau bicara, Zara cukup dengarkan dulu saja yah,, "sambil mengusap kepala Zara, dan posisi Zara sedang tiduran di kasur sambil memeluk guling. Dian Duduk di sampingnya, sedang Aku berdiri samping Dian.
"Mamah Dian ini bukan Mamah kandung Zara, Zara adalah anak dari adik kembaranya Mamah Dian,, Mamah Zara meninggal saat melahirkan Zara, dan karena Papah Zara sibuk kerja jadi Mamah Dian yang merawat Zara sampai sekarang, kenapa Papah Zara ngga pernah menengok Zara, itu karena Mamah Dian yang melarangnya karena Mamah Dian takut Zara akan di ambil oleh Papah Zara karena saat itu Keluarga Mamah tidak terima dengan kematian Mamah Zara dan terjadi kesalah pahaman juga, jadi Kakek dan Mamah Dian pindah kota ini agar Papah Zara tidak menemukan kita,, tapi rupanya Tuhan sudah mengatur semuanya, Papah Zara menemukan kita di kota ini, dan masalah kesalah pahaman kita pun sudah terselesaikan, jadi Zara ngga boleh benci sama Papah Zara,, "Zara pun yang baru tau tentang kenyataan ini langsung menangis samapi sesegukan sambil memeluk Dian.
"Katanya Zara pengin punya Papah yang ganteng, tuh Papah Zara ganteng loh,,, udah jangan nangis malu udah besar, sanah temuin Papah Zara,, pasti Papah Zara sangat sedih sekarang karena anak tersayangnya ngga mau menemuinya,,, "kataku.
"Iya benar apa yang di katakan calon Papah Doni,,, "Zara pun tersenyum mendengar perkataan Dian.
"Jadi Zara punya Papah dua dong Mah,, "Sambil tersenyum dan menghapus air matanya.
"Iya,,, dong, udah ayok bangun kita keluar lagi,, sinih Mamah sisirin rambutnya dulu biar ngga berantakan, "sambil mengambil sisir lalu menyisirnya.
Setelah itu kita bertiga pun keluar dari kamar Zara, Zara kelihatan sangat gugup, tapi Dian menggenggam tanganya dengan memberikan usapan.
"Ayo samperin Papah Zara,, cium tanganya dan lalu peluk, "
Zara berjalan pelan menuju Papahnya, sedang Papah Zara bangun dari duduknya, lalu berdiri menghadap Zara yang sedang berjalan mendekatinya.
"Sayang,, ini Papah,, Papah kangen Zara, sungguhhh,,, "sambil makin dekat mereka.
Lalu Zara pun memeluk Papahnya. mereka berdua pun menangis bahagia.
Setelah berbincang bincang kita pun pamit untuk pulang.
Papah Zara pun juga ikut pulang, saat Di depan rumah Dian baru mengenalkanku pada Papah Zara.
"Oh iya Mas,, Mas Doni belum kenalan sama Papahnya Zara,, "Aku pun mengangguk.
__ADS_1
"Mas,,, kenalkan ini calon Suami Dian namanya Mas Doni, dan ini adeknya namanya Dea,, "Aku pun bersalaman dengan Papah Zara.
"Iya,, Salam kenal ya Mas, Saya Hendra,, "sambil menyalamiku dan lalu ke adiku.
Setelah itu kita pun pulang ke rumah masing masing.
Jam menujukan pukul 10 malam, dan jalanan sudah sepi, saat di lampu merah kita pun berhenti karena lampu sedang menyala merah. mobilku pun berhenti. saat mobilku berhenti dari arah belakang ada benerapa motor yang maju ke depan, dan saat di lihat salah satu motor itu adalah Suami adiku dan dia sedang membonceng seorang wanita dan wanita itu sambil memeluknya.
Aku melihat ke arah adiku, dan adiku memandang ke depan,matanya melihat kearah motor suaminya, matanya pun tiba tiba mengeluarkan air mata. Aku hanya bisa diam, tapi saat lampu berubah hijou motor pun jalan, Aku langsung mengikuti arah motor dari suami adiku.
"Kak,,,,, kita pulang aja"katanya dengan pelan.
"Kaka hanya ingin lihat mau ke mana mereka,"sedikit keras nada bicaraku.
Adiku ahirnya diam dan Aku mengikuti motor itu, sampai motor itu ahirnya berhenti di depan sebuah rumah, perempuan itu pun turun lalu mereka berciuman setelah itu mereka juga berpelukan, adiku di mobil menangis sampai terisak, Aku yang tidak tega melihat adiku menagis langsung tancap gas meninggalkan mereka yang sedang berpelukan.
Rasanya Aku ingin sekali memukulnya ,tapi adiku melarangku untuk melakukanya, katanya dia akan menyelesaikanya di rumah tanpa membuat keributan di jalan.
"Kaka akan beri suamimu pelajaran, biar dia tidak akan berani menyakitimu lagi,, "sambil ku usap kepala adiku.
"Jangan Kak,,biar adek yang menyelesaikan masalah rumah tangga adek sendiri, adek hanya butuh dukungan dari Kaka apa pun nanti hasilnya,,, "Aku pun mungusap air matanya. rasanya Aku pun ikut sakit.
"Baik Kaka tidak akan ikut campur, tapi kalau sampai suamimu KDRT Kaka tidak akan tinggal diam, dan Kaka akan selalu ada buat kamu apa pun keputusan adek,"
Aku pun menyuruhnya masuk ke rumah, dan Aku pun masuk rumahku.sampai kamar Aku. melihat hpku, dan ternyata ada pesan dari Dian menanyakan sudah sampai apa belum, Aku pun membalasnya, setelah itu Aku merebahkan badanku di kasur, memikirkan nasib adiku.
Pagi pun datang,Aku bangun menuju dapur, Aku ingin membuat kopi, saat membuka korden kaca, di luar Aku melihat Adiku yang sedang mengejar suaminya,sepertinya suaminya akan pergi karena membawa koper.
__ADS_1
Adiku menangis sampai dia terjatuh duduk di tanah setelah suaminya pergi dengan motornya. Aku keluar dan langsung memeluk adiku, Aku pun pernah merasakan posisi seperti adiku saat ini, di tinggal orang yang masih kita sayang,, dan pergi meninggalkan kita. dulu saat Farida meninggalkanku juga Dinda Aku juga sangat sedih sekali.untung ada Dinda yang membuatku kuat.
Aku ajak adiku ke rumahku, dan Aku belum mau bertanya yang terjadi, Aku membiarkanya untuk tenang dulu.
Lalu Aku mengambil hpku dan menelfon Dian untuk datang kesini, Aku ingin minta bantuanya untuk menghibur adiku, untungnya ini hari libur jadi Aku tidak mengajar dan Dian pun mau ke sini.
"Mau cerita ke Kaka ngga,, biar Kaka tau.Siapa tau Kaka bisa kasih solusi,,, "saat Aku duduk di sebelahnya, selesai menelfon Dian.
"Suami adek minta berpisah Kak,, "sambil menangis.
"Alasanya apa,,? "tanyaku.
"Katanya adek ngga bisa ngasih anak,,"Aku pun memeluknya.
"Kalau memang suami adek mau berpisah,, lepaskan dan iklaskan saja, percuma dek kalau kita hidup dengan orang yang tidak bisa menerima kekurangan kita dan tidak lagi mencintai kita, itu akan membuat kita selalu tersakiti,,, "
"Tapi adek sayang dan cita Kak sama Suami adek,, "
"Mas tau rasanya hati adek sekarang,Mas pernah mengalaminya, adek juga tau kan,, tapi Tuhan tidak akan membiarkan hambanya selalu dalam kesedihan,ambil hikmahnya dan pasti suatu saat nanti adek akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki,, sabar dan iklaskan,, "sambil Aku memeluknya dengan sayang.
Sekitar setengah jam Dian pun sampai rumahku, dan adiku sudah pulang katanya ingin sendiri dulu.
"Deanya di mana Mas,, "sambil kita berjalan masuk ke dalam.
"Dea Pulang dulu,, katanya ingin sendiri, "sambil Aku menyuruh Dian duduk.
"Kenapa suami Dea tega banget sih ya Mas,, kalau mereka saling mencintai pasti kan akan menerima kekurangan pasangan masing masing,, dan masih bisa kan dengan cara adopsi atau bayi tabung kalau ingin punya anak,, "
__ADS_1
"Kalau Dian mau ngga punya anak sama Mas,, "Dian pun mengangguk pelan sebagai jawaban."kalau mau kita bikin sekarang aja yuk,, "sambil Aku tersenyum tapi Dian langsung memukul tanganku sambil melotot.
Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih..