MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Memilih Cincin


__ADS_3

Saat ini Aku sedang di dalam mobil bersama Dian,kita akan menuju mall untuk membeli cincin tunangan. Hari ini Aku sengaja memakai mobil takut kejadian semalam yang ke ujanan terulang lagi.


"Mas,, kenapa kita beli cincin tunangan sih,?bukanya Mas bilang mau nikah secepatnya, jadi ngga perlu lah cincin tunangan,,, "


"Dian ngga mau apa kalau di lamar di kasih cincin,, "


"Bukan gitu Mas,, mendingan kita beli cincin yang buat nikah aja, jadi ngga buang buang uang buat beli cincin sampai dua kali, gimana,,? "Aku pun lalu mencerna perkataan Dian,dan benar juga sih yang Dian bilang.


"Emang Dian ngga pengin apa tunangan di kasih cincin,, nanti kirain Mas pria ngga modal lagi, masa nglamar anak orang ngga modal sih,,, "


"Malu ngapain,, ngga lah, yang penting bagi Dian adalah niat Mas ingin serius menikah sama Dian, itu sudah dari cukup, dari pada Mas kasih cincin, kasih uang banyak, hadiah mahal, tapi Mas ngga tulus dan hanya main main buat apa,, "


"Ya udah Mas terserah Dian saja, jadi kita sekarang cari cincin buat nikah nih yah,, "Dian pun mengangguk.


Kita pun sampai di mall, lalu Aku dan Dian menuju toko perhiasan. saat kita sedang memilih cincin dari samping ada yang menepuk pundaku.


"Doni yah,,,, "Aku pun menengok.


"Wahyu,,,"kataku. Lalu kita saling peluk. Wahyu teman di kampus dulu, orangnya rese dan suka ikut campur urusan orang, dan mulutnya kaya perempuan.


"Gimana kabarmu Don,, Aku dengar kamu balikan lagi sama Farida,, lalu dia siapa,? wah selingkuhanmu yah,, "Dian sekilas melirik ke arah ku.lalu Aku mengajak Wahyu untuk duduk di kursi.


"Aku baik,, panjang amat pertanyaanmu, Dia bukan selingkuhanku tapi dia calon istriku,, "jawabku. setelah kita duduk.


"Lalu Farida gimana,,? "


"Farida sudah meninggal karena sakit,,, "


"oh,, gitu. kamu cepat juga yah Don dapet ganti ,mana cantik lagi,, "Aku hanya tersenyum.


"Kamu sedang beli apa Yu,,, "Tanyaku.


"Tuh lagi nemenin ponakan ketemu gede,, "sambil menujuk ke arah anak yang memakai baju SMA.

__ADS_1


"Gila luh Yu, mainya sama anak ABG,, "kataku yang kaget.


"Iya dong biar kita juga ke bawa awet muda,, "Saat Aku akan menjawab perkataan Wahyu Dian memanggilku.


"Mas yang ini bagus ngga,,? "setelah Aku di samping Dian.


"Bagus, ini simpel dan tidak kelihatan norak,, "jawabku.tapi itu seperti cincin model lama.


"Mba cincinya ada model yang baru ngga,, ?"tanyaku.dan Mbanya pun bilang ada lalu mengambilkanya.


"Di,,, ini bagus loh,, "kataku saat mbanya datang dengan membawa 3 kotak cincin.


"Iya Mas,, ini bagus bagus banget,, "sambil Dian menjajal semuanya.


"Ini aja ya Di,, Mas suka yang ini, cocok sama jari kamu,, "


"Iya sih Mas,, tapi tanya dulu harganya ya Mas,, "


"Don,, udah belum ,kalau udah kita minum kopi dulu yuk,,"ajak Wahyu.


"Boleh,, di cafe situ aja yah,, "sambil Aku menujuk cafe yang tak jauh dari toko perhiasan.


Lalu Dian menggandeng tanganku dengan kencang, ngga tau kenapa, Dian seperti orang takut.


Setelah masuk Cafe kita bertiga langsung mencari tempat duduk yang dekat jendela. kenapa Aku mengatakan bertiga karena Wahyu hanya sendiri, mungkin cabe cabeanya lagi di suruh belanja.


"Di,, mau makan apa hemm,,? "tanyaku sambil memperlihatkan buku menu.


"Dian mau jus mangga aja deh Mas, "


"Ngga mau cemilan,,? "Dian hanya menggeleng.


Aku dan Wahyu memesan kopi ,setelah pelayan pergi setelah mencatat pesanan kita, Aku bilang pada Dian akan ke toilet.

__ADS_1


"Di,, Mas ke toilet dulu yah,,, "


"Iya,, tapi jangan lama lama yah,, "Aku pun mengangguk sambil mengusap rambutnya.


SETELAH DONI KE TOILET


"Kamu tuh suka Doni dari mananya sih,, sampai mau di nikahi,,? "Dian hanya diam.


"Doni itu cinta mati tau ngga sama Farida, dulu Farida ninggalin Doni sampai 10 tahun, dan Doni sama sekali tidak mau menikah lagi, lalu mereka rujuk kembali dan kata Doni sekarang Farida sudah meninggal, apa kamu ngga berfikir kalau Doni itu hanya butuh teman ,bukan karena cinta sama kamu, "


"Lagian Doni itu kere tau ngga sih, yang kaya itu Farida, pasti kekayaan Farida yang akan buat modal kalin nikah tuh,, "sambil menatap Dian dengan tatapan mengejek.


"Trimakasih atas pemberitauanya, tapi bagi saya itu semua tidak penting, karena bagi Saya ,Saya bukan merebut suami orang, dan setatus Mas Doni sangat jelas dia adalah seorang duda,,"jawab Dian dengan tegas.


Saat Wahyu akan berbicara lagi, Mas Doni datang.


"Mas,, badan Dian tiba tiba merasa ngga enak kita pulang yuk,, "sambil bangun dari kursi.


"Loh ko tiba tiba,,,Ya udah ayo,, "


"Yu,,, maaf yah Aku pulang dulu, kita ngopinya lain kali aja,, "


"Ya elah Don,, kamu tuh bucin amat jadi laki,, "saat Aku akan menjawab Dian menarik tanganku. "Udah ayo Mas kita pulang, "Aku pun menurut.


Sepanjang jalan Dian hanya diam,saat ku tanya hanya menjawab seadanya saja, dan tidak seperti biasanya yang selalu banyak bicara.


Aku yang merasa ada yang di sembunyikan oleh Dian ,mobilku lalu Aku berhetikan di tepi jalan.


"Kamu kenapa hemmm,, kenapa jadi aneh begini,, kamu bohong kan soal sakit,, ada apa katakan biar Mas tau,, "sambil Aku melihat ke arah Dian. dan Dian tetap diam saja.


"Baik,, kalau kamu ngga mau jawab, Mas ngga akan menanyakanya lagi, tapi selama kamu masih tak mau bicara Mas ngga akan nemuin kamu,,, "Aku langsung menjalankan mobilku dengan cepat. sepertinya Aku curiga ke Wahyu,, mungkin saat Aku tadi ke toilet Wahyu ngomong sesuatu pada Dian. apa yang dia katakan pada Dian yah,, sampai Dian marah padaku begini.Awas saja kalau memang ternyata benar Wahyu yang membuat Dian jadi marah padaku, akan Aku buat perhitungan nanti.


Jangan lupa like, komen dan vote, trimakasih.

__ADS_1


__ADS_2