MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ketemu Lagi


__ADS_3

Hari ini hari pencarian dana untuk sumbangan ke daerah yang terkena bencana alam,Akbar dan kesepuluh temanya berkeliling kampus,setelah dari kampus Akbar dan teman temanya menuju ke pasar pasar tradisional.


Sampai 3 hari ahirnya uang donasi sudah terkumpul sampai 10 juta.


"Ahirnya selesai juga ,,ini uang siapa yang mau pegang,"setelah mereka menghitung uangnya di kantin kampus.dan Beni meminta untuk siapa yang bersedia memegang uangnya.


"Lebih baik kita kasih ke Pak Hasan sekarang aja gimana,"


"Boleh tuh,pak Hasan kan memang yang akan ke sana untuk memberikan sumbangan ,"Kata satu teman Akbar.


Pak Hasan adalah Dosen di kampus Akbar,lalu Akbar dan Beni yang mengantarkan uang itu ke Pak Hasan.


Setelah memberikan uang itu ke Pak Hasan,Akbar dan Beni langsung ke parkiran ,mereka akan pulang karena sudah waktunya pulang.dan teman teman yang tadi kumpul di kantin sudah pada pulang semuanya.


"Bar,,duluan yah,,sampai jumpa hari senin,,"


"Iya Ben,,hati hati yah,,"Beni menjawab Iya dan langsung pergi.


Akbar membawa mobilnya dengan kecepatan sedang,sekitar 30 menit Akbar sampai di rumah.


Akbar masuk ke kamar untuk istirahat,karena merasa lelah.


"Bang,,Abangg,,"Faiza mengetuk kamar Akbar.


"Iya,,masuk,"Faiza lalu masuk ke dalam.


"Bang,,Besok temenin Adek ke Mal yah,Adek mau beli alat lukis,"langsung duduk di pinggir kasur.


"Kenapa ngga ajak Papah apa Mamah si Dek,"


"Udah,tapi kata Papah dan Mamah suruh sama Abang,soalnya Papah sama Mamah besok mau ada acara,"


"Mau ya Bang,soalnya Adek mau bikin tugas buat hari Senin,,"


"Iya udah iya,Kak Fatiya mana,,?"


"Lagi di kamar,lagi ngerjain tugas,,"


"Kok Adek ngga ngerjain,,"


"Heheee,,Adek nanti nurun ke kaka aja,"


"Kok gitu,gimana mau rengking kelas coba,orang sukanya nyontek gitu,"Faiza hanya nyengir,dan langsung keluar dari kamar Akbar.


Keesokan harinya Faiza dan Fatiya langsung meminta Akbar mengantarkanya ke mall setelah kedua orang tuanya pergi.padahal Akbar baru selesai olahraga,Akbar habis olahraga basket di belakang rumah.


"Kalian bersiaplah,Abang akan mandi dulu,"


"Iya Bang,,"jawab kedua adiknya.

__ADS_1


Akbar langsung mandi dan bersiap,Akbar memakai levis panjang yang model depanya sobek sobek,atasanya pakai kaos dan pakai sepatu.


Saat Akbar keluar dari kamarnya,ternyata kedua adik perempanya sudah siap,mereka berdua dari kecil memakai apa aja selalu kembaran,sekarang pergi pun dari baju sepatu dan gaya rambut juga tas mereka sama kembar kaya orangnya.


"Sudah siap,,"?"tanya Akbar dan mereka dengan kompak menjawab iya sudah.


Mereka bertiga langsung masuk mobil,,dan Akbar membawa mobilnya menuju mall.


Sampai di Mal,Akbar mengajak kedua adiknya untuk makan dulu,karena tadi pagi Akbar belum makan,hanya sarapan Su*su dan roti saja.


"Kita makan di hokben aja yuk Bang,Adek lagi pengin makan tempura,,"Kata Faiza.


"Baiklah ayo ,Abang udah laper banget nih,"


Ketiganya langsung ke hokben,dan memesan makanan,setelah menunggu kurang lebih 5 menit ahirnya sudah datang ,Abang yang mengantri.


"Abang,,Adek ngga mau saladnya,ini buat Abang aja,,"sambil menyendokan semua salad sayur ke piring Abang.


"Kenapa sih Dek kamu ngga doyan sayur,,?"tanya Fatiya.


"Ngga enak,,"jawabnya.


"Udah ayo makan,,"


Saat mereka bertiga sedang makan ,Akbar melihat Beni yang sedang berjalan dengan seorang gadis seumuran adeknya,Beni pun melihatnya dan langsung mendekati Akbar.


"Bar kamu di sini juga,,?"


"Fatiya,Faiza,,"kata gadis yang bersama Beni.


"Hai Isa,,"


"Kalian saling kenal,,"Mereka bertiga menjawab Iya dengan kompak.Beni yang bertanya.


"Kita teman sekolah kak,,"jawab Adik Beni.


"Kamu mau cari alat lukus juga Sa,,"


"Iya,,kamu juga,,"


"Kita cari bareng yuk,,"


"Kak nanti kita sama Isa aja yah,kaka di sini aja bareng kakanya Isa,,"


"Iya,,sekarang habisin dulun makanya gih,,"lalu selesai makan mereka berlima keluar dari hokben,Beni dan Akbar masuk ke cafe untuk nongkrong dan ngopi,sedang gadis yang sedang meranjak dewasa itu langsung menuju toko alat tulis.dan Cafe temat Akbar dan Beni nongkrong depanya toko alat tulis,jadi Akbar sedikit tenang membiarkan adeknya masuk tanpa di awasinya.


Doni sedang menerima telfon,sedang Akbar sedang bermain game di hpnya.


"Bar,kakaku mau ke sini,ngga papa kan,tadi Aku berangkat bareng ,tapi dia tadi mampir ke supermaket dulu,"

__ADS_1


"Ya ngga papa lah,kenapa mesti izin padaku sih,"


"Aku ngga enak sama kamu,soalnya kamu kemarin bilang kakaku galak,,"


"Ya Tuhan kamu masih ingat aja sih,,"Beni malah tertawa.


"Kakaku itu baru lulus kuliah tahun lalu,tapi di suruh Papah kerja di perusahaan belum mau ,katanya bukan jiwanya,dan Papah sama kaka ngga akur,kaka sering ngelawan kalau Papah menasehatinya,sampai Papah udah nyerah sekarang,kaka juga salah pergaulanya,dan dia,,"belum selesai bicara kakanya Beni sudah datang.


"Mana Adek Ben,,?"


"Di toko itu,,"sambil Beni menujuk.


"Kok di biarkan sendiri sih,,"sambil duduk dan langsung mengambil minuman di meja,dan Minuman itu milik Akbar.


"Ngga sendiri,tapi sama adeknya Akbar,,"sambil Beni menujuk Akbar ke kakanya.


Kaka Beni menatap Akbar dan juga Akbar,berapa menit mereka saling tatap,tapi Akbar langsung melihat ke hpnya lagi.


Mereka bertiga satu meja,tapi mereka bertiga tidak mengobrol tapi sibuk dengan hpnya masing masing.


Kaka Beni mengeluarkan rokok dan korek,lalu mengambilnya dan merokok,Akbar yang melihatnya sedikit kaget.


"Kenapa ngelihatin gitu,kamu mau,ambil nih,,"sambil mendekatkan Rokoknya kedekat Akbar.


"Ngga makasih,saya ngga ngerokok,,"


"Trus ngapain lihatin,kamu baru lihat wanita ngerokok,"Akbar menggeleng.


"Jangan kebanyakan ngerokok,Rokok tidak baik buat badan,sayangilah badan sendiri kalau bukan kita siapa lagi,sayang kan kalau masih muda tapi sudah penyakitan,"kata Akbar tanpa menatap kaka Beni,dan matanya terus melihat ke hpnya.


Beni yang mendengar perkataan Akbar yang berani menegur kakanya sangat salut.karena Beni pun ngga berani menegurnya.


"Aku ngga peduli,,"Kata Kaka Beni,Akbar diam aja pura pura ngga denger dan terus melihat ke hpnya.


Lalu Beni bilang ke Akbar dan Kakanya mau melihat adek adeknya di dalam toko,sekarang tinggal ada Akbar dan Kaka Beni saja berdua.


Akbar mau minum dan gelsnya ternyata kosong,padahal Akbar merasa masih banyak tadi isinya.Akbar lalu memesan lagi minumanya.


Saat sudah datang minuman itu,Kaka Beni mau meminumnya lagi.tapi Akbar langsung melarangnya.


"Pesen sendiri kan bisa,jangan bareng bareng gini,Aku ngga mau tertular penyakit,"Kakanya Beni langsung melotot jutek.


***Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...


Trimakasih yang masih suka dengan ceritaku ini,Aku mau menceritakan kisah Akbar dulu,nanti baru anak Doni dan Hendra,satu satu dulu yah biar ngga bingung.


Aku memang di sini mau ganti suasana,yang kemarin kan ceritanya laki lakinya tua dapatnya muda,sekarang Aku pengin laki lakinya muda dapat yang lebih tua,tp ngga tua banget kok,cuman beda 3 th.


Jangan lupa cerita baruku yah,klik aja profilku,ada cerita tentang Adit dan tiwi,untuk cerita zara dan Rizki nunggu satu ceritaku yang Bara dan Mira tamat dulu baru lanjut ke cerita Rizki dan Zara,maaf kl kalian kurang suka tp biar Aku ngga bingung nulis,,,maaf sekali lagi.

__ADS_1


*Jangan lupa baca ceritaku yang lainya,selalu up tiap hari,Aku bukan pebinor,suamiku punya kelainan dalam bercinta,menikahi gigilo mamah,dan yang baru pantaskah Aku untukmu,trimakasih****....


__ADS_2