MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
20 Persen


__ADS_3

Bimo dan Akbar langsung berlari keluar kelas saat mendengar Sila Overdosis.tapi sebelumnya bilang ke Dosen dulu untuk minta izin pulang duluan karena ada hal penting.


"Papahmu udah bawa Sila kerumah sakit belum Ben,,?"


"Aku mau telfon Papah dulu,,"Mereka baru mau masuk ke mobil.


Beni menelfon papahnya,dan menanyakan sudah di bawa ke rumah sakit belum.


Papah bilang sudah,dan Papah memberi tau alamat rumah sakitnya,Akbar yang tau di mana rumah sakitnya langsung menuju ke sana dengan membawa mobil cukup kencang.


"Bar jangan gila deh,bawa mobilnya jangan kenceng banget gini bisa kan,,?"


"Aku lagi kuatir Ben,Aku takut,,Sila semalam telfon Aku dan dia bilang ingin mati,Aku ngga mau itu terjadi Ben,,"


"Serius Kak Sila bilang gitu,,"Akbar mengangguk.


Hanya 20 menit mobil Akbar sudah masuk parkiran,keduanya langsung turun dari mobil,dan masuk ke dalam.


Beni dan Akbar berjalan cukup cepat,setelah melihat Papahnya Beni langsung mendekat bersama Akbar.


"Pah gimana keadaan kak Sila,,?"


"Dokter belum keluar dari tadi,,papah takut Ben,,"Akbar berdiri sambil rasanya badanya lemas.


Beni bertanya pada Papahnya gimana kronologinya.Akbar tidak ikut bicara apa apa,Akbar hanya diam sambil mendengarkanya.


"Ya Tuhan Kaka,,"kata Beni lirih.


Akbar lalu mrngambil hpnya,Akbar sedikit menjauh dari Beni dan Papahnya.


"Hallo Pah,,Apa Papah sudah di rumah,,?"


"Sudah,,dari setengah jam yang lalu,Abang kok bisa telfon Papah,bukanya sedang kuliah,,?"


"Iya Pah,,Abang tadi memang kuliah,tapi sekarang Abang lagi di rumah sakit,,"


"Ada apa Bang,,kenapa Abang di rumah sakit,?"


"Sila Pah,,Sila dia,,"


"Ada apa dengan Sila,,?"


"Sila overdosis Pah,,"

__ADS_1


"Apa kok Bisa ,,?"


"Iya Pah,,nanti Abang ceritain,,Papah bisa tolong datang ke sini ngga,,tolongin Sila Pah,,"


"Rumah sakit mana,,?"


"Rumah sakit tempat kerja Papah dulu,,"


"Baiklah,,Papah akan kesana sekarang,,"


"Iya Pah makasih,,"


Telfon pun mati dan Akbar ikut duduk lagi bersama Beni,Dokter belum juga keluar dari 35 menit yang lalu.


Sekitar 20 menit Agung datang,dan langsung bertanya pada Dokter teman yang masih tugas di sana,menanyakan pasien atas nama Sila.


Setelah Dokter menjelaskan pasien atas nama Sila,Agung ingin melihat dan membantunya,Agung juga bilang pada Dokter kalau Sila itu karyawatinya.


Agung dan teman Dokternya pun lalu menuju UGD tempat Sila sedang di tangani.


Akbar yang melihat Papahnya masuk hanya menganggukan kepalanya pelan.


Agung masuk ke dalam,dan melihat Sila yang sudah di pasang alat untuk menyedot racun obat yang sudah masuk ke mulutnya.


"Gimana kondisinya,,?"tanya Agung pada Dokter yang menangani Sila.


"Sangat lemah Dok detak jantungnya,,"


Agung lalu memeriksa Sila,dan mengecek kondisinya.


Lalu Dokterpun keluar bersama Agung,mereka mau menjelaskan keadaan Sila.


"Gimana Dok keadaan anak saya,,?"papah Sila langsung mendekati Dokter.


"Anak Bapa saat ini kritis,dan detak jantungnya juga sangat lemah,Bapa perbanyaklah berdoa,karena yang bisa menolong anak Bapa saat ini hanya kuasa Tuhan,,"Papah langsung jatuh terduduk.


"Terimakasih Dok,dan tolong selamatkan kaka saya semapu Dokter,,"


"Iya,,kami akan melakukan yang terbaik untuk kaka kamu,kalau begitu kami permisi,,"


"Iya silakan Dok,,"jawab Beni.


lalu Akbar yang mendengar Sila kritis merasakan sedih dan sakit di dalam dadanya,Akbar lalu mengejar Papahnya,Akbar ingin mendengar keadaan Sila dari papahnya.

__ADS_1


"Pah,,,,"Agung pun berhenti berjalan.


"Abang ingin bicara,,"


"Maaf semuanya,,Saya pergi sebentar yah,nanti saya nyusul ,"Teman sesama Dokternya pun menjawab Iya.Lalu mereka pergi ,sedang Agung dan Rizki lalu mencari tempat untuk bicara,Agung mengajaknya ke taman yang ada di rumah sakit.


"Abang ingin tau keadaan Sila Pah,,?"saat mereka sedang duduk.Agung diam sesaat.


" Racun obatnya sudah menjalar ke semua saraf,sepertinya cukup lama Sila baru di temukan dalam keadaan tidak sadar dan keracunan obat,kalau saja belum lama mungkin bisa langsung di selamatkan dengan cepat,sekarang keadaan Sila sangat kritis,,"sambil mengusap pundak Akbar.


"Berapa persen Pah kesembuhan buat Sila,,"


"Papah ngga bisa pastikan hidup seseorang Bang,,"


"Abang tau,,ini hanya di dalam ilmu kedokteran,berepa persen Sila bisa sembuh,?"


"20 peresen,,berdoalah sama yang di atas,minta lah kesembuhan buat Sila,karena yang di atas yang bisa mengubah segalanya,"Akbar diam saat mendengar kata 20 persen.


"Apa Abang bisa masuk menemuinya Pah,,"


"Izin dulu pada keluarganya,kalau mereka mengizinkan,Papah akan bantu,"Akbar mengangguk.


"Sebenarnya ada apa dengan Sila,kenapa dia bisa nekat mau bunuh diri seperti itu,,?"


"Sila mau di jodohkan dengan anak teman papahnya ,,tapi Sila ngga mau ,lalu Sila dan Papahnya bertengkar,"


"Apa mereka tidak akur,,?"


"Iya,,mereka tidak akur,,mereka sering bertengakar,,"


"Abang tau,,?"


"Iya,,Sila selalu cerita kalau habis bertengkar dengan Papahnya,,"Agung mengangguk.


"Ya udah Papah mau ke ruang Dokter dulu,kamu izinlah pada keluarganya,boleh ngga kalau kamu masuk,kalau mereka tidak mengizinkan jangan memaksa,jangan sampai buat keributan di rumah sakit,karena itu tidak baik,"


"Iya Pah,,Abang tau,,"


Lalu keduanya pergi dari taman,dan berpisah ,Akbar menuju ruangan Sila dan Agung keruang Dokter.


Kaka semuanya,,***Gimana nih kalau Sila metong,pada setuju ngga ...


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih***....

__ADS_1


__ADS_2