MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Membeli Obat


__ADS_3

Ibu sudah tinggal bersamaku seminggu ini, Aku dari semenjak kejadian waktu itu memang belum mulai kerja lagi, karena Suamiku menyuruhku untuk istirahat di rumah agar rahimku cepat pulih, jadi Aku menambah cutiku dan bisa mengurus Ibu di rumah dengan lebih telaten.


"Yah,,, anterin Dinda beli obat di apotik buat Ibu yuk, dan Dinda juga mau sekalian beli vitamin,"kataku saat Aku masuk kamar Ibu dan Ayah.


"Ibu nanti di rumah sama siapa,? "kata Ayah.


"Kan ada Mas Agung, Mas Agung hari ini ngga ke kantor ,cuman sedang sibuk ngecekin email aja, "


"Ya udah Ayah siap siap dulu, Ibu ngga papa kan Ayah tinggal bentar, "


"Iya Ibu ngga papa, Ayah sama Dinda pergi aja, "jawab Ibu.


Aku pun keluar dan menuju ruang kerja Suamiku..


Tokkkk....


"Mass,,,,,, Dinda mau pergi ke apotik dulu yah buat beli obat Ibu, sama Ayah, "sambil Aku langsung duduk di pangukan Suamiku.


"Iya,,, jangan lama lama,dan jangan mampir mampir,"sambil tangan dan matanya fokus ke laptopnya.


"Iya,,, Dinda ngga lama lama, palingan Dinda mau ke mall mau cuci mata cari orang ganteng, "dan Suamiku langsung melotot ke arahku sedang Aku hanya senyum senyum.


"Mau ke mana hemm,, mau cuci mata cari yang ganteng, jangan macem macem kamu Dek, "


"Hahaaa,,,, becanda Sayang, orang Dinda perginya aja sama Ayah kok, Dinda titip Ibu ya Mas, takut Ibu butuh sesuatu, "


"Iya,,,, tapi Mas butuh ini dulu biar ngga kangen, "sambil menunjuk bibirnya.


"Emang harus ya Mas,,, ngga entar aja kalau pulang, "Suamiku menggelengkan kepalanya.


Karena Aku lama, Suamiku langsung menarik tengkuku dan langsung ******* bibirku, Aku kalungkan tanganku di leher Suamiku, dan tangan Suamiku memeluk pinggangku. kita saling ******* bibir dan menikmatinya. saat kita sedang asik berciuman pintu ruangan Suamiku ada yang membuka.


"Katanya mau pergi beli obat, di cariin malah sedang asik ciuman,, "kata Ayah yang berdiri di pintu. Aku yang malu langsung turun dari pangkuan suamiku dan merapikan bajuku yang sedikit brantakan.


"Iya Yah ayo pergi, Dinda ambil tas dulu di kamar,, "kataku sambil Aku berjalan melewati Ayah menuju kamarku.


"Yah,, kalau mau masuk tuh ketok pintu dulu, jangan langsung buka dong,,, Ahirnya Ayah liat adegan yang ngga enak di lihat kan, "

__ADS_1


"Kurang aja emang kamu tuh Ji,, siang siang masih mesum aja, "


"Hahaaa,,, bilang aja sih Yah,, iri gitu susah amat, "


"Menantu durhaka kamu tuh,,, "Dan Ayah pun pergi.


.


.


.


Tokkk...Tokkk


"Pak,,,, ini mba Siti, "


"Iya mba masuk,, ada apa Mba,? "


"Itu,, Ibu manggil Bapa, katanya Bapa di suruh untuk ke kamarnya, "


"Oh gitu, Iya mba nanti Saya ke sana, "jawabku dan mba Siti pun pergi dari ruang kerjaku.


Tookkk...


"Bu,,, apa ada yang di rasa,? "lalu Aku duduk di bangku yang ada di dekat kasur.


"Ngga ada,, "sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa kondisi kesehatanku makin menurun ,karena Aku merasa makin hari badanku rasanya makin lemas dan makin banyak yang Aku rasakan sekarang, "Aku masih diam.


"Katakan saja, Aku sudah siap mendengarkanya, "


"Jangan banyak fikiran, semuanya akar penyakit adalah dari fikiran,kamu harus yakin bahwa kamu akan sembuh, "


"Aku hanya ingin tau, apa keadaanku makin buruk, Aku merasa waktuku tidak banyak lagi, "


"Jangan bicara sembarangan, hidup dan mati adalah kehendak tuhan, berjuanglah ingat ada suami, anak dan cucumu yang sangat menyayangimu,Aku hanya bisa mengobatimu lewat obat yang bisa membuatmu sembuh itu adalah dirimu sendiri dan berdoalah pada tuhan untuk kesembuhanmu, "

__ADS_1


"Hikk,,, hikk,,, Aku sudah ngga kuat, Aku selalu menahan sakit saat ada Suamiku Aku tidak ingin dia melihatku kesakitan, Aku sungguh tersiksa,,, "Aku langsung mendekat dan ku usap punggungnya.


"Yang sabar, asal kamu berjuang untuk sembuh pasti tuhan akan memberikan kelancaran, sudah jangan menangis takutnya Dinda dan Ayah pulang, "Aku pun duduk lagi.


"Kalau 3 hari ini kondisi kamu setabil, Aku akan melakukan oprasi pertama,seminggu ini kondisimu sudah banyak kemajuan, jangan banyak fikiran agar kondisimu tidak menurun, "


"Iya,, lakukan yang menurutmu baik, kalau nanti terjadi sesuatu padaku tolong jaga Mas Doni dan anak serta cucuku, "


"Iya,,, itu pasti kamu jangan kuatir, sekarang kamu istirahat dulu, Aku akan keluar, "agar Ibu tenang Aku pun mengiyakan ke inginanya.


"Iya,,, trimakasih atas nasehatnya, "Aku hanya mengangguk dan keluar dari kamar Ibu.


Aku langsung menuju kamar untuk istirahat, rasanya kepalaku menjadi pusing, Aku sungguh kasian melihatnya tersiksa tapi Aku hanya bisa menolongnya lewat obat saja.


Tak terasa mataku pun terpejam entah berapa lama, sampai sampai lampu kamar sudah menyala.


"Mas,,, dah bangun,? "tanya Istriku yang sedang duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


"Hemm,, jam berapa sekarang Dek?,"sambil Aku mengucek mataku.


"Udah jam 4 sore,, "Aku langsung kaget dan membuka mataku dengan lebar.


"Berarti Mas tidur lama banget dong Dek,, "


"Tadi emangnya Mas masuk kamar jam berapa, Dinda pulang dari apotik Mas tidur pulas banget loh, "


"Adek tuh ke apotik mana sih, kok lama banget, Mas nunggin sampai ketiduran, "sambil Aku suruh Istriku mendekat dengan menggunakan isarat tanganku.


"Maaf tadi Dinda sekalian jemput Akbar dan beli kue juga,, "Aku langsung menariknya dan Aku langsung peluk.


"Kenapa ngga telfon hemm,,, pinter yah bikin orang kuatir, "sambil kuciumi pipinya sedang istriku yang kegelian hanya bisa bergerak menghindar.


"Masss,,, geli,, iya Dinda salah, Dinda minta maaf, udahhh,,, "Aku pun menghentikan ciumanku.


"Dinda beli kue kesukaan Mas loh, mau makan sekarang apa nanti,? "


"Nanti aja, Mas lagi pengin peluk Adek dulu, "

__ADS_1


Sekarang untuk up aku belum bisa pasti jamnya, soalnya sekarang aku nulis segini ajah butuh sehari untuk selesainya, jadi aku harap kaka maklum yah,


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasih...


__ADS_2