MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kembar Curhat Ke Vivi


__ADS_3

Hari ulang tahun Iza dan Tiya pun tiba,rumah Agung hari ini sedang di hias untuk acara nanti malam.


Agung dan Dinda hari ini tidak ke klinik,mereka berdua sengaja karena ingin ikut untuk menghias rumah.


Sedang kembar ada di kamar,sekarang Iza ada di kamar Tiya,mereka sendang Vc dengan Abangnya yang ada di Amerika.


"Kalian minta hadiah apa dari Abang,?"tanya Akbar.


"Kita ngga pengin apa apa,yang penting Abang sehat di sana dan doain kita juga sehat di sini,dan Abang cepat pulang,"


"Itu sih udah pasti,Abang selalu mendoakan kalian dan mamah sama Papah,Abang juga pengin pulang kumpul sama kalian,tapi Abang harus selesaikan kuliah Abang dulu dong,"


Belum juga keduanya menjawab,pintu kamar ada yang mengetuk,Iza langsung membukanya,ternyata Vivi yang datang.


"Eh kak Vivi,kapan datang,Iza kangen,,"sambil Iza memeluk Vivi,dan Vivi pun membalasnya.


"Kaka juga kangen kalian,kalian sedang apa,Kaka ganggu ngga,?"


"Kita sedang Vc an sama Abang,sinih kak duduk,"Kata Tiya,Vivi sedikit ngga enak takut ganggu,dan sebenarnya Vivi juga tadi saat di jalan menuju rumah Agung habis berkirim pesan dengannya,Tapi Iza langsung menarik tangan Vivi untuk ikut gabung.


Sekarang Akbar bisa melihat wajah tiga wanita yang di cintai nya sedang duduk bersama,Akbar terswnyum.


"Hai Vi apa kabar,?"tanya Akbar pura pura menanyakan kabar agar kembar tidak curiga.


"Baik Den,Aden gimana kabarnya,?"


"Sukurlah kalau baik,Saya juga baik,"sambil tersenyum dengan manisnya Akbar menjawab.


"Kalian bener nih ngga mua apa apa,?"tanya Akbar lagi kepada kembar.


"Emang Abang punya uang,?"tanya Iza,Akbar pun tersenyum begitu juga Vivi,Vivi tersenyum tipis mendengar pertanyaan Iza.


"Punya dong,tapi dikit,"Akbar sambil memainkan jarinya.


"Dek kasian Abang jangan minta minta ah,Abangkan di sana kuliah,pasti banyak keperluannya,"Tiya melarang Iza untuk minta hadiah.


"Kita ngga mau hadiah deh kak,yang penting Kaka sehat aja di sana,"Tiya langsung berkata.


"Tapi Abang sudah belikan kalian hadiah loh,mau lihat ngga,"

__ADS_1


"Masa sih apa coba lihat Bang,"Vivi hanya jadi pendengar saja dan matanya terus saja melihat ke wajah kekasihnya terus,Vivi dan Akbar sering berkirim pesan,tapi untuk Vc itu sangat jarang.


Abang lalu memperlihatkan hadiah untuk kembar.


"Ini sudah di bungkus,Abang beli 5 kado,tapi ngga buat kalian semuanya yah,"


"Terus buat siapa aja Bang,?"


"Buat Adek nih udah Abang kasih nama,ini buat Mamah sama Papah,dan yang satu buat siapa yah Abang bingung nih,kemarin soalnya Abang suka lihatnya makanya Abang beli,"


"Buat Iza lagi aja Bang gimana,


"Iih,,jangan dong,nanti Kaka iri,"kata Tiya.


Si kembar lalu melihat ke Vivi dan Vivi yang bingung di tatap lalu bertanya ada apa.


"Gimana kalau buat kak Vivi aja Bang,"


"Oh iya,,boleh deh ini buat Vivi,besok Abang akan kirimkan ke Indonesia yah,ya udah ini sudah malam,Abang mau istirahat,semoga acara ultah kalian berjalan lancar yah,"


"Amin,,iya Kak,"


"Kak,,Iza mau curhat,"Kata Iza ke Vivi.


"Curhat apa hemm,,"


"Tapi jangan di ketawain yah,,"Vivi mengangguk.


"Janji,,"


"Iya janji,,"jawab Vivi,sedang Tiya masuk kamar mandi untuk pipis.


"Iza lagi suka sama Cowok kak,,"Tiya yang mendengar saat mau masuk ke kamar mandi lalu berhenti.


"Wah sekarang Adek sudah besar yah,sudah suka sama Cowok,"tersenyum meledek.


"Iihh,,Kaka,,"


"Iya maaf,,lalu apa ada masalah,"Iza mengangguk.

__ADS_1


"Tapi cowonya kaya ngga suka gitu sama Iza,"


"Masa sih ada cowok yang nolak Iza yang cantik gini,mungkin dia minder kali Dek,,atau dia ngga tau Adek suka padanya,"


"Dia seperti menghindari Iza kak Ahir Ahir ini,Dan Iza kirim pesan pun jarang di balas,tadinya ngga begini loh kak,dia kenapa ya Kak,Iza sedih,"sambil kepala Iza di letakan di pangkuan Vivi,Vivi mengusap kepala Iza.


Iza ngga berani cerita ke Dinda dan Tiya hanya bisa ke Vivi sekarang,mungkin ke Mamah nya dan Tiya Iza merasa malu.


Tiya tidak jadi masuk ke kamar mandi,dan mendengarkan perkataan Iza.


"Dek,,kalau dia menghindari Adek dan Adek juga kirim pesan jarang di balas,Adek juga sekarang jauhi dia,kaya ngga ada cowok lain aja sih,"Tiya langsung mendekati Adek.


"Tapi kan Adek suka kak sama dia,ngga gampang buat lupainya,"sambil bangun dan duduk Iza menjawab.


"Blokir no dia dan jangan temui dia atau sebisa mungkin Adek harus menghindarinya,"Iza menangis.


"Sayang,,jangan nangis dong,Kak biarkan Iza yang menata hatinya,Kaka cukup menghiburnya dan menasehatinya dengan pelan,memang rasa suka atau cinta itu tidak lah mudah untuk di lupakan,"


"Tapi Kak,Tiya tuh ngga mau Adek sakit gini,banyak kok cowok di luar sana yang lebih tampan juga baik,yang mau jadi pacar Adek,Tiya juga ikut sedih kak kalau gini,"Tiya juga ikut menangis,rupanya Tiya ikut menangis karena merasa kesal dengan Torik yang ternyata mengabaikan adiknya.


"Suttt,,sudah kalian jangan menangis,iya Kaka tau perasaan kalian,kalian pasti punya ikatan batin yang kuat,kalau salah satu diantara kalian ada yang sakit,pasti satunya juga merasakan,sekarang kalian harus saling menghibur yah,"Vivi memeluk keduanya.


"Adek benar juga yang di katakan Kaka,kalau cowok itu berubah dan selalu menghindari Adek,lebih baik Adek juga menjauh saja darinya,siapa tau nanti Adek bisa mendapatkan ganti cowok yang lebih baik dan mencintai Adek,kalian itu masih kecil dan perjalanan cinta kalian itu masih panjang,jadi nikmatin masa remaja kalian sebaik mungkin,jangan cuman gara gara cowo Adek langsung ngga semangat dan sedih gini,"Sambil menciumi rambut kembar dan melepaskan rangkulannya Vivi berkata.


"Iya Kak makasih nasehatnya,"


"Jadi lebih baik Adek coba jauhi dia dan lihat apa reaksi dia saat Adek jauhi,kalau dia tetap ngga ada respon,berarti dia memang ngga suka Adek,jadi Adek jangan mengejarnya lagi yah,lebih baik buka hati untuk uang lain,"


"Tapi Ya Dek,Kak,kalau menurut Kak Vivi sih kalian ngga usah mikirin pacaran dan cowok dulu,katanya kalian ingin jadi Dokter kaya Mamah jadi lebih baik kalian fokus belajar saja,karena jodoh itu Tuhan sudah atur buat kita,Kaka waktu sekolah dan Kuliah banyak temen cowok,tapi hanya temen,karena kalau pacaran justru nanti bikin ribed,iya kan,,"


"Tuh dek benar kata Kak Vivi,mending kita fokus belajar aja,jangan mikirin cowok,kaya gini kan ahirnya kamu sakit,,dan Kaka juga ikut sakit Dek,,"


"Iya Kak maaf,,Adek ngga pacaran dulu deh,tapi kalau berteman boleh kan,"


Vivi dan Tiya langsung menjawab Boleh.


***Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


Alhamdulillah kemarin banyak yang komen,udah lama Aku ngga baca komen dari Kaka Kaka semua,jadi Aku bisa lihat ternyata masih banyak yang perhatian dan suka sama ceritaku,Aku pun Akan merubahnya,,,trimakasih atas komentarnya kemarin...Aku akan buat cerita yang tidak berbau poligami☺️😘***

__ADS_1


__ADS_2