
Akbar di kamar bersiap untuk tidur,sambil memeluk guling Akbar memejamkan matanya,tapi tiba tiba saat matanya terbejam fikiran Akbar langsung teringat kejadian tadi saat melihat Arsila ya ada di ruang rawat.
Akbar melihat badan Arsila yang hanya memakai dalaman saja,dan lihatnya bagian depan lagi,wajah Arsila saat itu sedang tertutup baju karena pas Arsila melepaskan baju lewat atas.
"Ya Tuhan kenapa otaku jadi kotor gini sih,Akbar ayo tidur,,ini sudah malamm,,jangan fikirkan yang tidak tidak,,"kata Akbar merasa kesal sendiri.
Ahirnya Akbar tertidur setelah mencoba terus memejamkan matanya.
Akbar bangun dari tidurnya setelah alaram dari jamnya berbunyi.Akbar bangun dan langsung mematikan alaram.
Akbar langsung menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi,hari ini Akbar kuliah siang,jadi Akbar ingin olahraga bermain basket di lapangan belakang rumahnya.
Akbar turun dari kamarnya yang ada di atas,dan langsung menuju meja makan untuk meminum su*su.
"Pagi Mah,Pagi Pah,,"
"Pagi sayang,,"jawab Dinda dan Papah.
"Pagi dek,,"
"Pagi,,"
"Abang kuliah siang,,"
"Iya,,"jawab Abang.
Saat Abang duduk,dari arah kamar tamu Arsila datang.
"Sila,,ayo sinih kita sarapan bareng,,"kata Dinda yang langsung mendekati Sila yang baru keluar dari kamar tamu.
Sila tersenyum tipis pada Dinda yang mendaktinya,lalu menggandeng Sila untuk menuju ke meja makan.
Sila lalu duduk di dekat kembar dan berhadapan dengan Akbar.Akbar dari tadi menunduk ngga mau mendongakan wajahnya.
"Pagi Sila,,gimana tidurnya nyenyak ngga,?"tanya Agung.
"Pagi Om,,nyenyak om,,kasurnya empuk,"jawab Sila sambil tersunyum.
"Kaka ini kakanya Ze kan,,?"
"Iya,,kalian teman Ze kan,,"
"Iya kak,,"jawab keduanya.
__ADS_1
"Ayo Sila sarapan dulu yah,,"kata Dinda.Sila mengangguk.
Akbar yang merasa tidak nyaman langsung bangun dari duduknya.
"Abang udah selesai Mah,Abang mau main basket dulu,,"Sebelum pergi Akbar minum dulu,Sila sedikit melirik ke arah Akbar.
Akbar pun pergi ke arah belakang rumah,lalu semuanya lanjut makan.
Kembar selesai sarapan berangkat ke sekolah di antar supir,sedang Agung ke taman belakang rumahnya untuk meliat burung burung peliharaanya.
Sila dan Dinda masih di meja makan,mereka masih mengobrol.
"Tan Sila mau pulang dulu yah,,"
"Kok mau pulang ,kan masih pagi,entar aja pulangnya bareng tante berangkat ke klinik gimana,,?"
"Tapi Sila ngga enak Tan ,dari semalam sudah banyak repotin Tante,,"
"Tante ngga ngerasa di repotin kok ,Tante malah seneng Sila di sini,Tante jadi ada temen,,besok besok Sila dateng ke sini lagi yah,kita ngobrol apa kita belanja bareng,gimana,,"
"Iya Tan,,"sambil tersenyum.
"Kita ke taman belakang yuk,kita lihat Om yang sedang kasih makan burung burungnya,"
Keduanya lalu berjalan menuju belakang rumah yang sangat luas dan sejuk.
Saat Sila dan Dinda kebelakang,Agung sedang memberi makan,Dinda dan Sila ikut memberi makan juga.
Akbar tidak jauh dari tempat Sila dan Dinda,sedang bermain basket sendirian.
Sila sesekali melihat ke arah Akbar,Dinda pun melihatnya.
"Akbar itu memang suka sekali olah raga basket dari kecil,dan sering ikut lomba saat masih sekolah,sekarang saat kuliah Akbar ngga mau ikut lomba lomba,karena sibuk dengan kuliah, "kata Dinda,Sila yang mendengarnya tersenyum tipis.
"Kalau boleh tau Akbar kuliah ambil jurusan apa Tan,apa sama seperti Adik Sila si beni ,ambil jurusan Hukum,,?"
"Iya,,Akbar ambil jurusan Hukum,"
"Kok Akbar ngga ngikutin jejak Tante dan om yang jadi dokter gitu,,"Dinda tersenyum.
"Akbar ngga mau,katanya biar kedua adiknya aja yang di suruh jadi Dokter,kenapa Akbar tidak mau jadi Dokter,karena dia pernah melihat papahnya kecelakaan,dan kecelakaan itu di sengaja oleh sesrorang,seseorang itu di hukumnya menurut Akbar tidak sepadan dengan apa yang dialami papahnya,jadi Akbar saat itu langsung bilang ingin jadi pengacara,padahal umurnya dulu masih kecil sekitar6 tahunan,tapi Akbar selalu ingat kejadian itu,jadi kata Akbar agar ada yang membela keluarganya kalau ada masalah,dan Akbar bilang juga ingin membantu orang yang ingin mendapat keadilan,,"Sila mengangguk .
Akbar lalu menyudahi olahraga basketnya,Akbar sudah mendapat keringat cukup banyak.Akbar berjalan kearah Dinda,karena air minumnya ada di meja depan Dinda dan sila duduk.
__ADS_1
"Sudah main basketnya,,?"tanya Mamah.
"Sudah Mah,,Abang mau siap siap kuliah,ada kelas nanti jam 10 soalnya,,"Akbar sambil mengelap keringat di wajah dan lehernya,Sila sesrkali melirik ke arah Akbar.
"Bang,,mobilmu bawa ke bengkel,biar ngga mogok lagi kaya semalam,,"Kata Agung yang ikut duduk di sebelah Dinda.
"Iya Pah ,Nanti Abang bawa bengkel pulang kuliah,ya udah yah,Abang mau mandi dan siap siap pergi kuliah,,"Dinda dan Agung mengangguk.
Sila lalu bilang ke Dinda kalau mau pulang duluan aja,karena ini masih jam 9 masih harus menunggu satu jam lagi untuk ikut dengan Dinda.
"Ya udah kalau mau pulang duluan,tapi Sila di antar Akbar yah,Akbar kan sekalian berangkat kuliah,,"
"Ngga usah Tan,,Sila ngga mau merepotkan,Sila naik taxsi aja ngga papa kok tan,,"
"Udah ngga usah naik taxsi,biar kamu di antar Akbar aja,nanti Tante yang akan bilang,,"kata Dinda.
30 menit kemudian Akbar berpamitan untuk pergi kuliah,dan Dinda langsung bilang ke Akbar agar mengantar Sila pulang.
"Abang anatar Sila pulang yah,kasian Sila kalau naik taxsi,kan searah sama kampus Abang,,"Akbar melirikik ke Sila dan Sila yang merasa ngga enak hanya menunduk.
"Iya Mah,Abang akan antar Sila pulang,,"Dinda tersenyum.
Lalu Akbar salim pada Mamah dan Papahnya,setelah itu berjalan ke arah luar rumah.
"Ayo,,"kata Akbar.
"Aku mau ambil tas bentar ke kamar,,"
"Hemmm,,,"Akbar hanya berdehem sebagai jawaban.
Sila masuk kamar mengambil tasnya,setelah itu.langsung keluar menuju mobil Akbar.Sila masuk ke mobil ,Akbar sudah.menunggunya.
Akbar membawa mobilnya keluar dari rumahnya,dan akan menuju kerumah Sila.di dalam mobil mereka berdua tidak ada yang bicara,keduanya saling diam.
Ahirnya mobil Akbar sudah sampai di depan rumah Sila,dan sila pun akan turun.
"Trimakasih sudah mengantarkan Aku pulang,dan trimakasih semalam sudah menolongku juga,Aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu,semoga harimu menyenangkan,"Akbar hanya mengangguk.
Lalu Sila pun turun dari mobil Akbar,dan Akbar meninggalkan rumah Sila setelah Sila masuk ke dalam.
***Untuk cerita Zara dan Rizki Aku akan bikin awal bulan,nanti kalau sudah aku buat pasti aku akan bilang ke kaka semuanya.
Jangan lupa like ,komen dan votenya,trimakasihh***...
__ADS_1