MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Pun Bersukur


__ADS_3

"Ki,, jangan melihat calon istriku dengan pandangan seperti itu,, Saya ngga suka,, "kata Mas Hendra sedang Rizki langsung kaget saat mendengar kata calon istri.


"Saya dengan Dea dua minggu lagi akan menikah, dan kalau pandangan kamu terhadap Dea itu seperti wanita penggoda itu salah,, karena Aku yang catuh cinta padanya dan sudah cukup lama,tapi Dea selalu menolaku, tapi sekarang Dea sudah mau menikah dengan Saya jadi kamu ke Dea harus sopan ,mengerti kamu Ki,,"


"Iya Pak,, Saya mengerti,, "


"Ya udah,, silakan keluar,, "lalu Rizki pun keluar.


"Mas,, Dea ngga enak tau sama Rizki,, "


"Kenapa kamu ngrasa ngga enak Rizki, jangan bilang kamu naksir yah sama Rizki,, "


"Kamu tuh Mas, kalau ngomong sembarangan banget sih,,"sambil Aku bangun dari pangkuan Mas Hendra.


"Lah emang kamu ngga enaknya di mana,, Saya tadi cuman menjelaskan pada Rizki tentang setatus kita, Saya justru takutnya Rizki berfikiran jelek sama kamau, karena baru kerja sebentar tapi sudah mau nikah sama bosnya,, "


"Iya sih,, tapi bilangnya nanti kek kalau Dea pergi,, kaya gini Dea ngerasa ngga enak,, "kataku "Ya udah ah Dea mau lanjut kerja lagi aja,, "sambil menuju pintu dan keluar dari ruangan Pak Direktur.


Saat Aku menutup pintu dan akan ke mejaku, Rizki sudah duduk di bangku depan mejaku, dan menatapku penuh tanda tanya.


"Ki,, ada apa kok duduk di situ,,? "tanyaku pura pura bodoh.


"Ini tadi Aku salah dengar kan Mba,,? "


"Yang mana,,? "sambil Aku duduk di kursiku.


"Yang Pak Direktur bilang Mba calon istrinya,, "Aku pun diam sesaat lalu Aku menatapnya.


"Emangnya kalau benar kenapa Ki, apa ada yang salah,,?"


"Ngga salah sih Mba, justru Aku bersyukur karena Pak Direktur mau menikah.karena semenjak Saya kerja di sini, Pak Direktur itu selalu menghidari yang namanya perempuan dan kata menikah pun dia ngga mau dengar kalau Mamahnya membicarakanya, dan Aku pikir dulu Pak Direktur ngga suka perempuan kaya kelainan gitu Mba, "

__ADS_1


"Oh gitu,,, tapi Pak Direktur normal kok Ki,, buktinya dia mau menikah denganku kan,, jadi kamu ngga perlu lagi tuh punya prasangka jelek padanya,, "


"Iya,, mba gimana sih ceritanya kok kalian bisa ketemu dan saling jatuh cinta gitu,, "


"Ada deh,, kamu ngga perlu tau,, udah sanah lanjut kerja ,nanti kalau ketahuan Pak Direktur kita ngerumpi bisa kena omel kita,, "


"Dasar Mba pelit,, iya deh mendingan Aku lanjut kerja ajah,, "lalu Rizki pun masuk ke ruanganya.


Jam pun berlalu,, sekarang sudah waktunya pulang kerja, tapi Aku belum pulang masih menemani Pak Direktur untuk memembantunya mengecek laporan, dan Rizki tadi sudah pulang duluan.


"Mas,, Dea cape tau pengin istirahat sambil tiduran,, emang Mas ngga cape apa seharian sudah kerja terus dan waktunya pulang pun Mas Masih kerja aja,,? "sambil berdiri di samping Mas Hendra yang sedang duduk di bangkunya sambil matanya masih menatap ke layar komputer.


"Iya,, ini sebentar lagi, kamu udah selesai bantuin ngeceknya,, ?"


"Udah,, nih,, "Aku taro map di depanya yang tadi habis Aku bantu periksain.


"Ya udah makasih,, kamu kalau cape istirahat aja dulu di kamar Saya,tuh yang pintunya hitam itu kamar tempat Saya istirahat,,"Aku pun melihatnya.


Aku pun menurut dan pergi menuju pintu warna hitam, dan saat ku buka aroma kamar khas pria pun tercium. kamar yang tidak begitu luas tapi sepertinya nyaman, lalu Aku membuka blezerku karena tidur sambil memakainya tidak enak, dan Aku hanya memakai kaos dalamanya. Aku pun langsung memejamkan mataku.


Aku merasakan usapan di kepalaku, dan saat Aku membuka mataku, Aku melihat Mas Hendra yang sedang duduk di pinggiran kasur dan membangunkanku.


"Jam berapa Mas,, "sambil Aku mengusap wajahku.


"Jam 7 malam,, ayo bangun Mas sudah lapar,,"


"Tunggu bentar Mas,, Dea masih ngumpulin nyawa dulu,, "


"Kita pesen aja deh Mas pakai aplikasi makananya,, Dea masih lemes soalnya,, masih ngantuk,, "kataku lagi.


"Ya udah kita pesan lewat aplikasi ajah,, "lalu Mas Hendra ikut tiduran sambil memilih makanan yang mau kita pesan, Aku pun ikut memilih sambil tangan Mas Hendra Aku jadiin bantal.

__ADS_1


Setelah kita memilih makanan kita sekarang tinggal menunggunya datang.


"Mamah tadi telfon nanyain kamu,, katanya kamu suruh main ke rumah,, "sambil memeluku dari belakan, karena posisi badanku miring.


"Trus Mas bilang apa,, ?"


"Besok sore aja yah kita pulang kerja langsung ikut kerumah temuin Mamah,, gimana kamu mau,, "


"Iya ,,Dea mau kok,, "jawabku.


"Makasih yah sudah mau terima Saya jadi calon suami kamu,Saya janji akan selalu mencintaimu dan menyayangimu sampai maut yang memisahkan kita,, "


"Justru Dea yang berterimakasih sama Mas, karena mau menerima Dea yang banyak kekuranganya ini,, "Sambil Aku berbalik menghadap Mas Hendra.


Kita pun saling pandang dan tersenyum,Mas Hendra menyelipkan rambutku ke telinga dan mengusap pipiku.


Entah siapa yang duluan, tapi saat ini bibirku dengan bibir Mas Hendra sudah menempel, dan kita pun saling melu*at dengan sangat lembut, tapi lama lama ciuman Mas Hendra makin menuntut, dan Mas Henda sekarang sudah berada di atas tubuhku.


Entah setan apa yang merasukiku, tapi Aku sangat menikmatinya, Aku tidak lah munafik Aku juga wanita normal yang sangat merindukan cum*buan karena sudah lama tidak melakukanya dan mendapatkanya.


"Masss,,,, "kataku saat ciuman Mas Hendra turun ke leherku karena Aku merasakan geli dan nikmat.


Lalu Tangan Mas Hendra mengangkat bajuku ke atas, dan Aku sangat menikmati setiap sentuhanya,, sampai tanganku meremas rambut Mas Hendra,bibir Mas Hendra baru menempel di gunung kembarku, tapi tiba tiba.


Tokkkk,,,, Tokkkkk,,,,,


Besok lagi,, tungguin yah..


**Hahaaa,,,,, pusing ini kepala Hendra.


Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih**...

__ADS_1


__ADS_2