
Suamiku memijitku mulai dari punggung sampai pinggang, rasanya sangat enak pijitan Suamiku,karena tenaga laki laki sangat kuat.
Lalu turun ke bokong dan pahaku. Turun lagi ke betis, rasanya enak banget, sampai tak terasa Aku memejamkan mataku, dan tertidur.
"Sayang,,, bangun. Pakai bajunya gih, Mas udah selesai ngurutnya, "kata Suamiku dan Aku langsung bangun dan memakai bajuku.
"Makasih ya Mas,, Badan Dinda jadi enteng, "kataku sambil memakai baju.
"Iya,, "jawabnya sambil berjalan ke kamar mandi untuk cuci tangan.
Lalu setelah selesai Aku memakai baju, Aku langsung merebahkan badanku di kasur untuk tidur.
"Mas,, Dinda pengin di peluk dong tidurnya,, "kataku saat Suamiku sudah naik ke atas kasur.
"Jangan peluk deh Dek,Mas soalnya sedang pengin. Nati bahaya, "kata Suamiku sambil menaro guling di tengah tengah kita.
"Iihhh,,, Mas, apaan sih, "Sambil ku buang guling yang Suamiku taro.
"Mas jahat,, Mas udah ngga Sayang yah sama Dinda, Udah bosen sama Dinda, "dengan mata yang berkaca kaca.
"Adekkkk,,, Ngomong apa sih. Mas tuh bukanya ngga Sayang apa udah bosen, Tapi Mas kasihan sama Adek ,karena Adek sedang ngga enak badan kalau nanti Mas peluk Adek, Mas takutnya ngga bisa tahan untuk tidak menyentuh Adek,, jangan nangis ah,, ya udah sini Mas peluk, "sambil menarik badanku untuk di peluknya.
Setelah Aku di leluk suamiku, Suamiku juga mengusap usap punggungku, Agar Aku cepat tertidur.
Ahirnya Aku pun tertidur setelah Suamiku memeluk dan mengusap punggungku.
Pagi pun datang, Saat ku buka mataku ternyata Aku masih dalam posisi saling peluk. Aku langsung melepaskan pelukan Suamiku, dan menuju kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi, Aku keluar dari kamar dan akan menuju kamar anaku. Saat Di kamar Anaku, Aku melihatnya yang masih tertidur, Aku mendekatinya dan ku usap kepala Anaku agar bangun untuk sekolah.
"Dede,,, bangun yuk,, ini udah pagi,"kataku.
"Heeemmmm,,, tunggu bentar ah Mah,, Dede masih ngantuk,"jawabnya.
"Eehhh,,, nanti sekolahnya telat loh, nanti samba Bu Guru Dede kena hukuman, ayo bangun,,,,"Sambil Aku usap kepalanya.
Ahirnya,, Anaku pun bangun, Aku langsung memandikanya juga membantunya memakai baju sekolah, Aku selalu menyempatkan mengurus Anaku di pagi hari kalau Aku tidak ada jadwal berangkat pagi.
Setelah selesai, Aku menyuruhnya untuk sarapan, dan Mba Siti sudah selesai membuatkan sarapan.
"Dede makan yang banyak yah, biar cepat besar,, "kataku sambil menyuapinya dengan nasi pakai ayam goreng.
"Iya Mah,, "jawabnya.
__ADS_1
Selesai Aku menyuapi sarapan untuk anaku, Aku menyuruh Mba Siti untuk mengantarkan Akbar ke sekolah. Karena sudah siang.
Akbar tidak pamitan pada Papahnya, karena Aku bilang Papah masih tidur. Dan Akbarpun mengerti lalu berangkat sekolah.
Aku masuk ke kamar, rupanya Suamiku belum bangun juga dari tidurnya.
"Mas,,, bangun udah siang, "kataku sambil membuka horden.
"Silou Dek, tunggu bentar lagi, "katanya sambil menutup mukanya dengan bantal.
"Udah siang ini loh,, Akbar aja udah berangkat sekolah, "kataku.
Lalu Aku menuju kamar mandi untuk mandi karena Aku juga harus bersiap berangkat ke rumah sakit. Selesai mandi Aku melihat Suamiku yang sudah bangun dan duduk sambil bersandar pada senderan kasur.
"Mandi gih Mas,,, "kataku sambil mengambil baju di lemari.
"Iya,,, "jawabnya, lalu bangun dan bukanya masuk kamar mandi malah memeluku sambil menciumi tenggkuk leher belakangku.
"Wangi banget sih Yangg,,, "masih sambil menciumi.
"Masss,,, geli iihhh, sana mandi, "kataku.
"Cium Mas dulu dong Dek, biar semangat mandinya, "Aku langsung tertawa mendengar perkataan Suamiku. Bisa bisanya minta cium kok buat semangat mandi, lalu Aku pun langsung menciumnya dari pada makin lama nantinya.
Suamiku pun tersenyum setelah Aku cium pipi kanan dan kirinya, juga bibirnya sekilas. Setelah itu Suamiku langsung menuju kamar mandi. Aku juga segera memakai bajuku.dan tidak lupa menyiapkan baju untuk Suamiku.
Suamiku keluar dari kamar mandi sedang Aku tinggal memakai bedak.
"Mas,,, Ibu minta pulang, katanya kalau di rumah sakit terus Ibu ngga betah, "Kataku sambil membantu mengancingkan kemeja Suamiku.
"Tapi Dek,, kalau di rumah ,Ibu takutnya tidak rajin minum obat dan tidak ada yang memperhatikanya,, "
"Dinda juga udah bilang gitu, tapi Ibu janji katanya akan rajin minum obat dan ikutin semua kata Dokter, menurut Dinda juga Ibu lebih baik di izinkan pulang aja Mas, Agar Ibu tidak merasa tertekan, "
"Ya,, nanti Mas akan rundingkan dengan Dokter lainya, karena Mas Ingin Ibu melakukan oprasi tapi setelah kondisinya dan fisiknya kuat, "Sekarang Suamiku pun sudah rapi dan kita tinggal sarapan.
Setelah Sarapan Aku langsung di antar Suamiku menuju rumah sakit tempatku bekerja. Aku pun turun dari mobil Suamiku setelah sampai. Dan Suamiku pun pergi menuju tempatnya bekerja.
.
.
.
__ADS_1
AGUNG
Setelah Aku mengantar Istriku, sekarang Aku langsung menuju tempatku bekerja. Setelah sampai Aku langsung turun dan menuju ruanganku. Aku meminta suster untuk mengambilkan hasil pemeriksaan Ibu.
Suster memberikan map yang berisikan hasil dari semua pemeriksaan Ibu, Aku baca satu persatu.Selesai membacanya Aku memutuskan untuk bicara dengan Ibu.
"Pagi Bu,, "kataku saat Aku masuk ruang rawatnya.
"Pagi,,, "jawabnya sambil tersenyum tipis.
"Ayah kemana Bu, ?"
"Ayah sedang pergi cari sarapan katanya, "Aku hanya mengangguk dan lalu Aku duduk di kursi samping ranjang.
"Apa Ibu mau pulang,,? "tanyaku.
"Iya,,, di sini rasanya jenuh, dan Aku dah ngga betah, "jawabnya.
"Tapi Ibu harus cepat menyetabilkan fisik dan juga mental Ibu, karena setelah Ibu siap dan fisik Ibu setabil, kita harus secepatnya oprasi untuk menganggkat sel kankernya, "kataku.
"Apa Aku sudah sangat parah, berapa persen hasil oprasi itu untuk kesembuhanku, ?"
"Dokter hanya bisa berusaha, untuk menentukan sembuhnya seseorang adalah Tuhan, "
"Apa Aku boleh bertanya padamu,? "Aku hanya mengangguk.
"Apa Mas Doni sedang dekat dengan seseorang, "Aku langsung menggeleng.
"Ada Apa, Katakan saja apa yang ingin kamu tau,? "tanyaku dan langsung tidak menyebut nama Ibu, karena saat seperti ini Ibu sedang butuh teman.
"Entah itu perasaan ku atau apa, tapi yang Aku lihat seperti itu, Mas Doni selalu perhatian padaku dan tidak pernah mentelantarkanku. Tapi kenapa Aku merasa kalau Mas Doni sedang menyembunyikan sesuatu, entahlah mungkin hanya perasaan ku saja, "
"Jangan banyak berfikir yang macam macam, itu akan memperlambat untuk kesehatanmu, karena setauku Doni tidak pernah dekat dengan wanita. Apa kamu ingin Aku menanyakanya,? "
"Ngga perlu,, ya mungkin ini hanya rasa ketakutanku saja, "
"Percaya lah pada suamimu, "
"Iya,,, tolong nanti kalau Aku tidak bisa bertahan Aku titip Mas Doni, "
Besok lagi ya kak...
jangan lupa untuk like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1