MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Pulang


__ADS_3

Hari pun berlalu,dan bulan pun juga berlalu,sampai sekarang sudah ganti tahun,Akbar menempuh pendidikan hukum di Amerika kampus Harvard, sudah tiga tahun ini Akbar belum pulang ke indonesia,Akbar mau melanjutkas S1 nya juga .


Agung,Dinda dan kedua adik sudah dua kali datang ke Amerika untuk menjenguk Akbar.


Akbar sehabis pulang kuliah ,dia bekerja di rumah sakit di bagian farmasi,Agung yang meminta pada temanya untuk mempekerjakan Akbar,bukan masalah kekuarangan uang untuk biyaya kuliah Akbar,tapi agar Akbar ada kegiatan dan tau tentang obat obatan.Agung punya teman Dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit di Amerika,dan tidak jauh dari kampus Akbar.


Akbar sedang bimbang rupanya,karena Dinda menyuruhnya pulang dulu,karena sudah tiga tahun Akbar tidak pulang.


"Sayang,,,pulang lah dulu ke Indonesia,nanti setelah pulang kamu boleh kembali lagi ke situ untuk melanjutkan S1nya,pulang ya sayang,,mamah kangen,,Mamah sekarang ngga bisa datang ke sana ,soalnya sangat sibuk karena Papah sekarang sudah tidak bantu Mamah di klinik,Papah sering merasakan sakit di kakinya,Mamah ngga bisa ninggalin Papah di rumah sendirian kalau Mamah pergi ke situ,,"


Dinda sudah dua kali mengirim pesan yang sama,itu membuat Akbar bingung,di satu sisi keluarga yang sangat merindukanya,di satu sisi pendidikan untuknya.


Karena pasti kalau.pulang ngga mungkin hanya satu atau dua minggu saja,pasti Mamahnya akan meminta satu bulanan lebih untuk tinggal di rumah.

__ADS_1


Dan itu akan terlambat untuk mendaftas S1 nya nanti,tapi itu hanya ketakutan Akbar dan belum tau nantinya mau gimana,karena kadang kalau kita sudah berencana tapi Tuhan berkata lain,keinginan kita tidak akan terlaksana.


"Bang,,,Abang pulang kan,kata Mamah Abang mau pulang,kita semua sudah kangen loh,,pulang ya Bang,,"pesan dari Faiza yang anaknya sedikit manja.


"Abang,,pulang yah ,kasian Papah sama Mamah,mereka berdua merindukan Abang,Papah sering sakit sekarang,kaki Papah sering merasa kesemutan katanya,"pesan dari Fatiya yang lebih dewasa pemikiranya.


Akbar yang merasa bimbang ahirnya memutuskan pulang saat.menerima pesan dari Fatiya.


Akbar bilang pada rumah sakit untuk cuti,Dan Akbar juga berpamitan pada teman Papahnya yang seorang Dokter, kalau mau pulang dulu ke Indonesia,Akbar juga bilang padanya untuk tidak memberi taukan pada Papahnya kalau mau pulang ke indonesia karena mau buat kejutan.


Akbar malam ini sudah tidak bisa tidur,tidak sabar dengan esok pagi yang akan pulang ke Indonesia.


Saat alaram berbunyi ,Akbar langsung bangun dan bersiap untuk berangkat ke bandara.setelah siap Akbar langsung mencari taxsi untuk mengantarnya ke Bandara.

__ADS_1


Sampai bandara Akbar masih harus menunggu setengah jam.Ahirnya pesawat mengudara dan Akbar hanya banyak tidur,karena semalam kurang tidur.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 21 jam Akbar sudah sampai di rumah.


Akbar sampai di rumah masih pagi,Mamah,Papah dan adik adiknya belum pada bangun,hanya mba yang sudah pada bangun.


"Mba jangan bilang saya udah datang yah,Saya mau ke kamar,nanti saat sarapan saya akan keluar,,"Iya Bang,jawab Mba Iis.


Mba Iis ya membukakan pintu saat Akbar datang,setelah itu Akbar masuk ke kamar,ada yang lihat ke arah Akbar tanpa berkedip di balik pintu dapur.


Akbar sampai di kamar langsung melihat ke arah kamarnya,yang masih sama ,dan Akbar duduk di pinggir kasur.


Lalu Akbar merebahkan badanya di kasur,karena merasa nyaman Akbar memejamkan matanya.

__ADS_1


***Maaf Dikit,,lg repot...


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih***..


__ADS_2