
Hari pun berlalu,Zara dan Bumi sekarang makin akrab dan sering berbalas pesan.Seperti sore ini Zara di rumahnya terlihat senang sekali,dari tadi hanya senyum senyum sendiri.rupanya sedang berbalas pesan dengan Bumi.
"Zara,,,"kata Bunda Dea yang masuk kamar Zara,tapi rupanya Zara tidak mendengarnya karena asik sedang berbalas pesan.
" Zara,,,"kata Bunda lagi sambil memegang pundak Dea.
"Eh,,iya Bunda,,"dengan kaget Zara menjawab.
"Bunda pangilin dari tadi loh,Zaranya ngga denger aja,sedang asik ngapain sih,,?"
"Maaf Bun,,Zara sedang mengirim pesan pada teman,,emang ada apa Bun,,?"
"Papah ngajakin kita makan diluar,jadi Zara siap siap yah sekarang,,"
"Iya Bun,,Zara mandi dulu ya Bun,,"
"Ya udah sanah mandi,Bunda juga mau siap siap,,"
Lalu Zara masuk kamar mandi sedang Dea kuar dari kamar Zara.
Sekitar satu jam kemudian Zara dan Dea pun sudah siap,tinggal menunggu Hendra yang sedang menerima telfon dari rekan bisnisnya.
"Bun,,Papah lama banget sih,,Zara dah lapar nih,,"kata Zara yang duduk di sofa.
"Iya ,,Bunda juga sudah lapar nih,,"sambil mengusap perutnya yang sudah kelihatan besar.
"Bun Oma kemana sih,?dari tadi kok ngga kelihatan,,"
"Oma sedang pergi sama teman teman arisanya,,"Zara hanya menjawab Oh.
Lalu Hendra pun datang,dan mengajak Zara dan Dea untuk berangkat ke Restoran yang sudah di pesanya.
Sampai Restoran rupanya Rizki sudah menunggu kedatangan keluarga Hendra.kenapa ada Rizki,karena dia yang di minta untuk menyiapkan dan memesan meja juga makananya.
"Malam Pak,,"kata Rizki pada Hendra .
"Malam,,maaf kita telat,,"
"Ngga papa pak,,silakan,,"lalu Rizki pun mempersilakan duduk.
Rizki sesekali melirik ke arah Zara yang terlihat cantik malam ini,sedang Zara yang melihat Rizki yang sering melirik ke arahnya justru bikin kesel,jadi membuat Zara tidak bisa bergerak leluasa untuk mengambil makanan.
"Za,,kamu ngga pake udang gorengnya,,biasanya kamu kan suka banget sama udang goreng ,,?"kata Bunda.
__ADS_1
"Susah Bun ambilnya ,,"
"Oh gitu,,Ki tolong ambilkan udang goreng tepungnya buat Zara ,,"perintah Dea pada Rizki,lalu Rizki pun mendekatkan piring yang berisi udang goreng tepungnya ke depan Zara.
"Makasih,,"kata Zara,Rizki hanya menjawab Iya.
Saat sedang menikmati makan,hp Hendra berbunyi tanda panggilan masuk,dan Hendra pun mengangkatnya.
Ternyata teman Hendra yang bernama Tamara menelfonya,dan menyuruh Hendra untuk datang ke rumahnya,karena kata Tamara dia bawa oleh oleh dari luar negri untuknya.
"Yang,,nanti kita ke rumah Tamara dulu sebelum pulang yah,dia baru pulang dari luar nengri dan bawa oleh oleh buat kita,,"
"Terserah Mas aja,,"jawab Dea.
"Pah,,Zara ngga mau ikut,Zara mau pulang aja,,"
"Ya udah kalau ngga mau ikut pulangnya di antar Rizki nanti,,"
"Ngga mau ah,,Zara naik taxsi aja,,"
"Ngga boleh,kalau mau naik taxsi mendian ikut Papah aja,,"
"Iya iya,,ya udah Zara pilih di atar,,"dengan sedikit cemnerut.
Setelah mobil Hendra dan Dea pergi,Zara dan Rizki pun pergi meninggalkan Restoran.
Di dalam mobil Rizki dan Zara hanya saling diam,Zara sebenarnya merasa gerogi tapi pura pura cuek,karena ingat omongan Rizki yang saat bertemu di Mall waktu itu,yang Rizki mengatakan lebih suka wanita dewasa,membuat Zara sedikit ilfil,menurut Zara Rizki ganteng sih pake banget lagi,tapi menurut Zara Rizki punya kelainan.
Tapi tiba tiba mobil oleng,dan Rizki langsung mengeremnya.
"Kenapa nih Om,,,?"kata Zara pada Rizki.
"Kok panggilnya Om sih,dibilang jangan Om ,Aku belum tua banget anak kecil,,"kata Rizki.
"Zara juga sudah besar,kenapa di panggilnya anak kecil,,"
"Emang kamu anak kecil,,"
"Kalau Zara di bilang anak kecil,kenapa om ngga mau di panggil om,,"kata Zara dengan juteknya dan bersidakep tangan di dadanya.
"Ya emang kalau kamu itu masih kecil,"sambil mengacak rambut Zara.
"Ommm,,iseng banget sih,,"karena Rizki langsung keluar dari mobil setelah mengacak rambut Zara.membuat Zara kesal.
__ADS_1
Rizki yang di luar langsung tepuk jidat karena ban mobilnya kempes.
Lalu Rizki mengambil ban serep juga peralatanya.Zara yang penasaran ada apa langsung keluar.
"Kenapa sih Om,,"
"Jangan panggil Om deh,,panggil Abang aja gitu biar enak di dengar,,"kata Rizki sambil sibuk memasang alat.
"Iya,,,Abanggg,,,ban mobilnya kenapa,,"kata Zara sedikit di manja manjain.
"Ban mobilnya bocor,,"jawab Rizki dan Zara hanya menganggukan kepala.
"Masuk mobil aja sanah,,di sini jalanan sepi,takut ada orang iseng,,"
"Tapi Zara pengin lihat ,siapa tau butuh bantuan,,"
"Ngga perlu di bantu,sanah masuk,"kata Rizki sambil tanganya bekerja.
Zara pun kekeh ingin melihat Rizki mengganti ban,dan Zara duduk di trotoar.
Tiba tiba ada dua pria yang datang mendekati Zara dan Rizki.
"Wah ada mangsa nih,,"kata laki laki satunya.
"Iya nih,,Sepertinya orang kaya lagi,,Ayo kita sikat,,"kata yang satunya lagi.
"Hehhh,,serahkan semua barang berharga kalian,,"sambil pria satunya mengarahkan pisou ke ara Zara.
"Abanggg,,,"teriak Zara yang ketakutan.
"Brengsek,,jangan macam macam kalian,,"sambil Rizki berdiri dan mendekati dua pria yang sudah memegangi Zara.
"Serahkan hp dan dompet kalian,baru kita akan lepaskan nih cewe,,"
"Jangan harap,sinih maju kalian kalau berani,,"Rizki menantang dua pria itu.
"Kurangajar,,bocah ingusan,,"dan satu pria langsung mendekati Riski sambil akan memukulnya.
Rizki dengan satu pria pun berantem,dan Rizki pun bisa menjatuhkan satu pria dengan tendangan juga pukulan di perut juga wajah,sedangkan pria yang memegangi Zara pun marah juga melihat temanya yang kalah,langsung mendekati Rizki dengan membawa pisou,Rizki bisa menangkisnya,dan mereka berkelahi dengan kasar,satu pria berdiri lagi dan Rizki sekarang melawan dua orang.
Rizki sedikit kualahan hingga terkena pukulan di pipinya dan darah pun mengalir di ujung bibir,Zara yang melihat Rizki sudah kualahan langsung berteriak minta tolong.
Tolongggg,,,,
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya..