MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Hendra Ngompol


__ADS_3

Hihiiiii.....


Rizki yang mendengarnya langsung bangun dari tidurnya, lalu duduk sambil tengak tengok kekanan dan ke kiri.


Hihiiiii....


"Ya Tuhan,, ini beneran suara setan,, apa ini rumah ada penunggunya, kenapa jadi merinding gini sih,,"sambil mengusap leher belakangnya, karena bulu kuduknya merinding.


Suara ketawa terus saja terdengar sampai ahirnya Rizki bangun,dan bukanya takut Rizki malah mencari arah suara mba kun berada.


Rizki lalu menyalakan lampu dan berjalan pelan, Rizki mencari ke arah dapur dan arah lainya, Rizki merasa Aneh karena suara itu terus saja terdengar.


Lalu Rizki mendekati lemari kayu, karena suaranya terdengar jelas dari arah lemari. telinga Rizki sampai di tempelkan ke lemari, dan Rizki lalu mendengar suara ketawa mba kun dengan jelas.


Dengan pelan Rizki membuka lacinya, karena takut bener ada mba kun. saat di tarik semuanya Rizki langsung kaget karena ternyata yang bunyi adalah alat rekaman.


"Ya Tuhan,, ternyata ini yang membuat bunyi mba kun terus tertawa,, "Rizki langsung menekan tombolnya agar mati.


"Tapi siapa yang naro di laci yah, apa mungkin pak Doni untuk menakut nakuti agar tidak ada pencuri,, tapi masa bunyi tiap malam gini batrenya ngga habis sih,, "sambil kemali ke sofa Rizki sambil berfikir.


"Apa mungkin Pak Hendra yang mengerjai Aku yah, tapi ngapain itu orang sampai segitunya sih,, "Rizki sambil berfikir terus dan ahirnya Rizki langsung berfikir ini kerjaan Hendra, karena tadi saat akan mulai bakar bakar Hendra menghilang cukup lama.


Rizki lalu punya ide untuk mengerjainya balik, Rizki keluar dari rumah Doni, lalu Rizki dengan berani kebelakang rumah Dea untuk meletakan rekaman itu di bawah jendela kamar Dea dan Hendra.


Rizki lalu menekan tombolnya, dan langsung bunyi ketawa mba kun pun terdengar, Rizki langsung balik ke rumah Doni untuk tidur.


Bunyi mba kun pun terdengar oleh Zara, dan Zara langsung membangunkan Hendra dan Dea.


"Pah,, bangun Pah,, Bun,,Bunda,, ada suara orang ketawa,, "Dea pun bangun.


"Ada apa Za,,? "


"Itu Bun,, ada suara orang tertawa,, "sambil Zara menutup telinganya dengan bantal.


"I,, iya Za,, Mas,,, Mas,,, bangun Mas,, ada suara orang tertawa,, "

__ADS_1


"Apa sih Yang, mana ada malam malam orang tertawa,, "


"Makanya bangun dan Denger aja sendiri,, "


Hihihiiiii...... 3*


"Iya,, apa ada setan Yang,, "Jawab Hendra yang membuat Dea dan Zara menjerit ketakutan.


"Suttt,,, kalian jangan teriak,, "


"Takut Pah,, "


"Takut Mas,, "


Zara dan Dea barengan bilang takut dan sambil memeluk Hendra.


"Biar Mas lihat,sepertinya dari luar, Mas akan buka jendelanya,, "


"Jangan Mas,, kalau beneran setan gimana,, "


"Kamu berani Mas,,? "tanya Dea.


"Ngga,, kita bertiga lah lihat bareng bareng,,"


"Ngga mau,, "Zara dan Dea kompak menjawab.


"Papah lihat sendiri aja, Zara ngga mau lihat,, "


"Iya,, sanah Mas lihat aja sendiri,, "Dea pun mendorong Hendra untuk melihat sendirian.


Hendra yang ketakutan tetap tidak mau melihatnya. dan menarik tangan Zara dan Dea untuk melihat bersama.


"Pah,, Mas,, takut,, "sambil Zara dan Dea menarik tanganya agar Hendra tidak mengajak untuk melihat keluar jendela.


Tapi Hendra terus menarik Tangan Zara dan Dea. sampai di dekat jendela Hendra membuka kordennya, saat korden terbuka semua teriak dengan kencang, karena Rizki rupanya balik lagi dan menggantungkan kain putih di depan jendela.dan duduk di bawah jendelanya juga.

__ADS_1


"Aaaaaaa,,,,, setan,, "Zara dan Dea teriak dengan kencangnya lalu berlari ke kasur dan sembunyi di balik selimut, sedang Hendra dengan kaki gemetaran tidak bisa bergerak dan tanganya tetap memegang korden yang terus terbuka.


Rizki lalu menggoyangkan kain itu, membuat Hendra kencing di celana karena ketakutan. Rizki di bawah jendela menahan tawa, lalu Rizki yang tidak ingin ketahuan mematikan rekaman suara mba kun dan menarik kain putihnya, Rizki lalu pergi ke rumah Doni.


Dea dan Zara yang sudah tidak mendengar suara mba kun,langsung membuka selimutnya dan melihat ke Hendra.


"Bun suaranya udah hilang,, "


"Iya,, sudah hilang,, "


Lalu keduanya melihat ke Hendra, Hendra masih kelihatan gemetaran, lalu Dea menyalakan lampu dan mendekati Hendra.


"Mas,, kamu kenapa,, suaranya udah hilang,, dan sepertinya sudah pergi,, "kata Dea sambil menutup jendelanya lagi dengan sedikit takut takut, Lalu Dea memegang pundak Hendra ,dan Hendra langsung tersadar.


"Setannnn,,, "teriak Hendra akan kabur. tapi Dea langsung mencegahnya.


"Udah ngga ada kok Mas,, sudah pergi setanya,, tuh dah ngga ada suara tertawa lagi,, "Hendra langsung merasa lega.


Dea kakinya merasa menginjak Air, lalu Dea melihat ke bawah. lalu melihat ke celana Hendra yang basah.


"Mass,,, kamu ngompol,, "Hendra melihat ke bawah dan melihat ke celananya juga lantai.


"Masa sih,, kayanya ngga kok,, "sedikit berkilah.


"Ngga gimana,, itu lihat celanamu basah gitu, ini lantai juga basah,, "Hendra lalu memegang celananya.


"Iya Yang,, Mas ngompol ternyata,, "Dea geleng geleng kepala, sedang Zara yang masih di atas kasur melihat Hendra ngompol hanya tersenyum.


"Iihh,, jorok banget sih, cuman lihat setan kok sampe ngompol, sabah kekamar mandi, trus ganti celana,, dan itu ompol Mas yang di lantai bersihin yah, Dea ngga mau bersihin, Dea ngantuk mau tidur,, "Dea langsung berjalan ke kamar mandi untuk cuci kaki, lalu setelah itu naik ke kasur.


Sedang Hendra mengambil celana buatnya ganti, setelah itu Hendra mengelap ompolnya sendiri dengan lap pel, sedang Zara dan Dea sudah tidur lagi.


"Apes amat yah, kayanya Aku yang ngerjain Rizki dengan suara itu, kenapa Aku jadi yang denger yah,,, "sambil mengelap ompolnya Hendra bicara sendiri.


Jangan lupa like komen dan votenya. trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2