MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Kuatir


__ADS_3

Dua hari pun berlalu,sila dan Akbar belum bertemu lagi,karena Akbar sibuk dengan tugas kuliahnya.


Sila Dan Akbar berkomunikasi hanya melalui sambungan telfon aja.


Akbar sudah merasa kangen tapi tugas yang banyak membuatnya sibuk.


Sedang Dinda dan Agung besok sudah pulang ke rumah dari Seminar di Bali.


"Sil Aku kangen,,"Akbar sedang melakukan VC.


"Aku juga,,"Suara Sila sedikit serak.tapi wajahnya tidak di perlihatkan.


"Kamu nangis,,?"


"Ngga,,"jawab Sila.


"Lihat wajahmu,,jangan bohong,,,"Suara Akbar sudah sedikit keras.


Sila lalu melihatkan wajahnya,dan benar Sila menangis.


"Kenapa ,,ada apa,,,?"Sila tersenyum tipis.


"Ngga ada apa apa,,"


"Jawab,Aku ngga suka kamu bohong dan ngga mau terbuka dengan Aku,,"


"Papah,,"


"Kenapa ,,bertengkar lagi,,?"Sila menggeleng.


"Lalu,,,"


"Papah ,,Papah mau menjodohkanku dengan anak temanya,,"


"Apa,,,kamu bohong kan,,itu ngga serius kan,,"


"Seriusss,,,besok mereka mau ke sini,Aku ngga mau Bar ,Aku mau kabur aja,,apa mati aja,,,"


"Jangan ngomong sembarangan seperti itu,"


"Trus Aku hatus gimana,,"


"Besok Aku bicara ke Papahmu,,"


"Percuma,,Papah sudah tidak bisa di ajak bicara,apa ingin dan maunya dia pasti harus,,"Sila terus menangis .

__ADS_1


"Ngga,,besok Aku mau nemuin papah kamu,Aku harus bilang pada Papah kamu kalau Aku serius dengan hubungan kita,,"Sila hanya diam.


"Sekarang tidur lah,,ini sudah malam,"Sila hanya mengangguk.


Akbar membuang nafasnya kasar,lalu Akbar memejamkan matanya untuk tidur.


Pagi harinya Akbar berangkat pagi,karena mau kerumah Sila,Akbar mau bicara sama Papahnya Sila juga mau menjemputnya berangkat kerja.


Sampai di rumah Sila,Akbar menelfon Sila dan memberi taunya kalau dia sudah ada di depan rumahnya.


Sila yang sedang sarapan dengan keluarganya lalu bangun dan akan keluar.


"Kamu mau kemana Sila,,?"kata Papahnya.


"Mau ke depan,ada Akbar yang mau jemput Sila untuk berangkat kerja,,"


"Ngga usah,,kamu masih hubungan dengan anak ingusan itu,!!??,"


"Pah,,walaupun Papah melarangnya, Sila tidak peduli karena Sila mencintainya,,"


Beni dan Zee melihat Papah dan Sila bertengkar dan selalu adu pendapat sudah tidak kaget lagi,karena keduanya sering seperti itu.


Sila berjalan ke arah pintu,dan membuka pintunya langsung.


"Bar,,ayo kita langsung berangkat aja,"


"Buat apa menemuinya,sudah ayo kita pergi aja,,"


"Sila,,mau kemana kamu,,"dari dalam Papah Sila berteriak.


"Tunggu Sila,,"Akbar lalu memegang tangan Sila untuk menahanya agar tidak pergi.


"Pagi Om,,Om saya datang kesini mau jemput Sila berangkat kerja,,,,"Belum selesai Akbar bicara Papah Sila sudah memotongnya.


"Saya ngga tanya,Sila mulai hari ini tidak perlu kerja lagi,karena Sila akan saya jodohkan dengan laki laki yang sudah mapan,sekarang lebih baik kamu pergi,,"


"Pah,,jangan seperti itu,ini teman Beni Pah,dia orangnya baik,niarkan kak Sila bersamanya,,"Beni yang mendengar keributan lalu keluar.


"Kamu jangan ikut campur Beni,,!!"


"Pah kasian Kaka,,dia juga ingin bahagia,,kenapa Papah mengambil keputusan sepihak tanpa persetujuan Kaka,"


"Beni cukup,,kamu jangan berani berani menggurui Papah,Sila Ayo masik ,,kamu ngga usah kerja lagi,,"Sambil.menarik tangan Sila.


"Ngga Pah,,Sila mau kerja lepass,,"

__ADS_1


"Om,,saya mohon jangan kasar seperti itu,kasiahan Sila Om,,"


"Diam kamu,,pergi sana,jangan ikut campur,,"


"Bar,,,toling,,,Benii tolongin kaka,,,"


Tapi Sila di tarik masuk ke kamarnya,dan Papahnya sampai mengunci pintu kamar Sila.


"Ben gimana ini,,Aku takut Sila kenapa kenapa,,"


"Ngga usah takut,,Papah ngga mungkin menyiksa Kaka,palingan Kaka cuman di kurung,udah ayo kita pergi kuliah,,"


"Ben kamu ikut sama Aku aja yah,,"


"Ngga ah,,nanti pulangnya males kalau ngojek,,"


"Nanti Aku antarkan lagi,,"


"Kalau gitu baiklah,,ayo,,"


Keduanya masuk mobil,Akbar di mobil sambil melamun.


"Udah Bar jangan di fikirkan,Aku akan selalu membela kaka kok,Papahku memang kadang kelewatan,,"


"Tapi Papahmu kok kasar gitu ya Ben,,Maaf sebelumnya,,"


"Iya ngga papa,,Paph ku berubah semenjak Mamah meninggal Bar,,Aku aja bingung kenapa jadi seperti itu,,"


"Tolong bantu Sila ya ,,Aku juga sudah sering menasehatinya Ben untuk tidak melawan atau menjawab kalau Papahnya lagi ngomong,biar ngga kasar gitu,,"


"Ya Aku juga sering bilang begitu sama Kaka,tapi Kaka selalu kepancing dengan omongan Papah,yang membuat Kaka ikut menjawabnya terus apa yang Papah katakan,,"


Ahirnya mereka sampai di kampus,Akbar merasa tidak tenang karena melihat Sila yang seperti tadi.


Akbar kepikiran gimana Sila saat ini,apa dia baik baik saja atau tidak.


Dosen pun sudah masuk,untungnya Akbar dan Beni belum terlambat.Setelah satu jam mengikuti materi yang Dosen berikan,Hp Beni berbunyi,untungnya suara di kecilkan jadi ngga kencang hanya Beni merasakan getaranya,Bemi mengabaikan penggilan itu,tapi ternyata panggilan itu terus saja bunyi,sampai Ahirnya Beni mengambil Hpnya yang ada di kantong,dengan diam diam Beni melihat siapa yang menelfonya,ternyata Papahnya.


"Papah ada apa yah,,"Beni heran karena panggilan telfon dari Papahnya sampai 5 kali.


"Hallo Pah,,"Beni ahirnya mengangkatnya,karena takut ada apa apa,Papahnya ngga pernah menelfon sebnyak itu soalnya,karena kalau Beni ngga mengangkat saat telfon,papahnya akan telfon nanti lagi.


"Ben pulang sekarang,,kakamu ,,,kakamu"


"Kenapa dengan kaka Papah,,"Beni cukup keras bicaranya,sampai semuanya nengok ke arah Beni,termasuk Akbar.

__ADS_1


"Dia overdosis,,,"


Jangan lupa like ,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2