
Akbar memutuskan untuk tidak langsung pulang,tapi Akbar rupanya mengajak Vivi pergi ke Mall.
"Mas,,kamu lagi sakit ngapain pergi ke Mall,?"
"Aku ingin jalan jalan bersamamu,kapan.lagi kita bisa berdua kaya gini,sebentar aja kok,"Ahirnya Vivi hanya menurut saja.
Sampai di Mall keduanya turun,Akbar dan Vivi langsung masuk ke dalam sambil bergandengan.
"Pengin beli apa kamu Vi,,?"
"Saya ngga ada yang pengin di beli,"
"Aku belikan kok,apa mau baju, apa mau sepatu ,,?"Vivi menggeleng,mereka berjalan dengan pelan sambil melihat lihat ke toko toko.
Lalu mata Akbar melihat sesuatu yang langsung kepikiran mau membelikanya buat Vivi.
Akbar menggandeng Vivi masuk ke sebuah toko yang membuat Vivi merasa bingung.
"Ngapain ke sini Mas,,?"
"Udah ikut aja,ayo masuk,,"
Keduanya lalu masuk,rupanya Akbar membawa Vivi masuk ke toko perhiasan.
"Silakan Mas Mba ,,ada yang bisa saya bantu,"kata penjaga toko.
"Saya ingin membeli cincin mba,tolong carikan yang simpel tapi bagus untuk kekasih saya,,"penjaga toko menjawab iya dan memilih kan beberapa cincin untuk di perlihatkan.
"Mas,,buat apa sih,ngga usah ,,"
"Aku ingin membelikanmu cincin ini,biar nanti kamu pakai,jadi kalau Aku di Amerika sedikit tenang,karena ngga ada yang akan berani deketin kamu karena kamu memakai cincin pemberianku,,"
"Tapi Mas ngga wnak nanti sama Ibu dan Bapa,,"
"Kamu pakai kalau nanti udah di bandung aja kalau gitu,,"
"Ini Mas silakan di pilih,,"Penjaga toko memberikan 5 cincin untuk di coba.
Lalu Akbar membantu Vivi untuk memilih dan mencobanya.
"Ini coba,,ini kelihatan bagus ,,"Akbar lalu membantu memasangkan di jari Vivi.
"Gimana pas ngga,,,?"Vivi hanya mengangguk.
"Mau yang ini,,apa yang mana,,?"
"Ini aja ngga papa,,ini bagus juga kok,,ada berlianya dikit jadi manis,,"
"Ya udah kalau mau yang itu,mU.langsung pake apa mau di lepas,,?"
__ADS_1
"Lepas aja,,Saya ngga mau pakai sekarang,"Vivi melepaskan dari jarinya.
Lalu penjaga toko membungkusnya ,sedang Akbar membayar menggunakan kartu ATMnya.sedang Vivi mendekati pelayan toko yang lain.
"Maaf saya mau tanya ,cincin tadi harganya berpa ya Mba,,?"tanya Vivi pada si pelayan.
"Itu harganya 145 juta mba,"
"Apa,,serius semahal itu,"pelayan toko mengangguk.
Vivi diam karena kaget mendengar harga dari cincin yang dia pilih.
Setelah itu Akbar mengajak Vivi pergi dari toko itu setelah selesai melakukan pembayaran.
"Kita kemana lagi,,?"
"Kita pulang aja,tiba tiba perut Saya sakut,kaya mau dapat,,"Akbar lalu menurutinya,karena kasihan pada Vivi kalau perutnya sakit.
Di taxsi Vivi dari tadi diam saja,membuat Akbar penasaran.
"Kamu kenapa diam saja,apa perutnya sakit,?"Vivi menggeleng.
"Lalu kenapa,,?"
"Cincin yang tadi,,"
"Kenapa dengan cincinya,,?"
"Itu Aku belikan buat kamu,ya harus kamu pakai,masa Aku yang simpan,soal harga itu ngga jadi masalah,itu kamu pakai yah,biar nanti saat kamu kangen Aku,kamu bisa melihat cincin itu,kamu pasti bisa menjaganya,seperti menjaga cinta kita,,Aku percaya padamu,,"sambil Akbar mencium tangan Vivi.
Sampai di rumah,keduanya turun,Akbar masuk pintu utama sedang Vivi masuk pintu samping.
Sampai kamar Vivi membuka kotak cincinnya,lalu melihat cincin itu dan memegangnya.
"Ya Tuhan,,semoga hubungan ku denganya tidak ada halangan apapun sampai nanti kita menuju halal,Aku mencintai dan menyayanginya Tuhan,bukan karena dia orang kaya atau ganteng dan mapan,tapi rasa ini benar benar tulus untuknya,"kata Vivi bicara dalam hatinya sambil memandang cincin itu.
Malam pun datang,Sehabis makan Dinda memangil Vivi ke ruang keluarga,di ruang keluarga ada Agung,Akbar dan Dinda,Vivi pun datang lalu ikut duduk.
Vivi terlihat tegang katena Ada Akbar,dan Akbar selalu menatapnya,membuat Vivi tidak leluasa berbicara.
"Vi,,kamu wusuda kapan,,?"tanya Dinda.
"3 minggu lagi Bu,,"
"Oh,,tiga minggu lagi,sambil nunggu wisuda ,kamu mau untuk ke bandung dulu ngga,di sana harus ada yang mengatur juga yang menjaga soalnya,"Vivi terlihat bingung.
"Ngga usah rakut,di sana kamu ngga sendiri kok,sudah ada dua orang yang ada di sana,satu penjaga dan satunya istri si penjaga,jadi kamu ada teman,gimana,,?"
"Ya Bu saya mau,,"
__ADS_1
"Nanti kalau kamu wisuda kamu datang ke sini lagi ,sekarang kamu di sana biar ada yang menjaga,masalahnya barang barang sudah pada datang cuman belum semuanya,nanti kita pembukaan kliniknya setelah kamu wisuda Yah,,"
"Iya Bu,,"
"Besok kamu di antar Pak supir berangkat ke Bandung yah,"
"Kok besok Mah,cepat banget,"Akbar tiba tiba berkomentar.
"Loh kenapa emangnya,,?kok kamu yang protes Bang,,"Vivi merasa takut,takut Dinda tau tentang hubunganya dengan Akbar.
"Bu,,bukan protes mah,maksud Abang kenapa harus besok,kasihan Vivi kalau ngedadak gitu maksudanya,siapa tau dia belum pamitan gitu sama pacarnya,,"Dinda Dan Agung langsung melihat ke Akbar yang sesikit heran dengan perkataanya ,karena tumben Akbar peduli dengan orang lain.
"Kenapa lihatin Abang,benarkan kata Abang,,"
"Ya bener sih,tapi tumben amat Abang perhatian sama orang lain kaya gini,biasanya Abang bodo amat,,"kata Dinda.
"Ya elah Mah,,Abang kan cuman kasian aja sama Vivi ,takutnya nanti kalau udah di bandung dia sakin nahan kangen gimana,"Dinda hanya geleng geleng kepala.
"Emang Vivi punya pacar,,?"tanya Agung.
"Ng,,ngga punya Pak,,"
"Kamu mau besok berangkat ke bandung apa lusanya,biar enak,benar kata Abang siapa tau kamu ada keperluan lainya,,"
"Besok juga ngga papa Saya pergi ke Bandungnya,,"
"Ya udah kalau kamu sudah siap pergi ke Bandung,besok kamu berangkat yah,,"Vivi menjawab iya.
Akbar hanya bisa pasrah aja sekarang,karena setelah Vivi pergi ke Bandung,jadi mereka nanti jarang bisa ketemu,apa lagi Akbar mau pergi ke Amerika.
"Trus Abang kapan mau ke Amerikanya,,?"Tanya Dinda.
"Tanggal 10 besok Mah,,"
"Berarti 8 hari lagi,,?"Akbar mengangguk.
"Memeng udah sehat,,?"
"Sudah Pah,,"
Lalu setelah selesai pembicaraan Vivi pamit balik ke kamar,Vivi mau merapikan baju bajunya.setelah itu baru Akbar,Akbar sudah tidur di kamarnya di atas.
Vivi masuk kamar lalu merapikan baju bajunya,perasaanya terasa ada yang mengganjal,antara sedih dan senang,senangnya karena cita cita Vivi jadi Dokter terlaksana,sedihnya karena Akbar mau berangkat ke Amerika untuk waktu yang lama.
Hp Vivi bunyi dan ternyata pesan dari Akbar,"Keluarlah ,kamu ke teras belakang sekarang,"Vivi lalu menurut dan keluar dari kamarnya,menuju teras ,ternyata Akbar sedang di balkon kamarnya,jadi saat Akbar di balkon bisa lihat Vivi di teras.
Vivi lalu ke teras dan pesan masuk lagi,"Lihatlah ke atas,Aku sedang menunggumu,"Vivi melihat ke atas dan keduanya saling pandang dan tersenyum.
"I Love You,,,"kata Akbar dengan bahasa isarat,membuat Vivi tersenyum sampai air matanya keluar tanda bahagia.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...