
Saat Dinda sedang menggenggam tangan Agung, dan juga mata Dinda yang mengantuk, tiba tiba Dinda merasakan jari tangan Agung bergerak. Dinda yang merasakan langsung membuka matanya.
Dinda lalu bangun dari duduknya, dan melihat ke arah Agung.benar saja jari Agung bergerak, dan lama lama matanya pun terbuka, tapi wajah Agung yang banyak luka membuat matanya jadi bengkak.
"Mas,,, ini Dinda Mas,, "kata Dinda sambil menggenggam tanganya Agung lalu di ciumnya.
"Sayangg,,, "kata Agung dengan pelan.
"Iya Mas,,"air mata Dinda pun tumpah juga.
Lalu Dinda memanggil dokter dan juga menelfon Doni.setelah di periksa Dokter dan Dokter mengatakan bahwa Agung jauh lebih baik, Dinda langsung merasa senang. Doni pun datang setelah Dokter pergi.
"Ji,, ini Aku,, "kata Doni karena mata Agung belum bisa terbuka lebar.
"Hemm,, makasih ya Yah, maaf jadi membuatmu kuatir,, "
"Bukan cuma kuatir, tapi juga takut, takut anaku jadi janda dan anaknya yang masih kecil kecil lagi,, "Agung tersenyum tipis.
"Ayah,, ngomongnya kok gitu sih,, "kata Dinda.
"Ayah becanda sayang,, "jawab Doni .
"Din,, makan dulu, Ayah sudah belikan makanan, "
"Entar aja Yah, Dinda belum lapar, "
"Belum lapar gimana, ini sudah mau malam dan Dinda makan tadi sedikit dan itu juga siang,, makan dulu nanti Dinda sakit Ayah yang repot lagi,, "
"Yang,, makan, kalau ngga mau di paksa, kamu harus sehat, Mas masih butuh kamu untuk merawat Mas,, "Dinda pun menurut dan langsung makan.
Esok harinya Doni mencari makanan untuk sarapan dirinya dan Dinda. Doni ke arah luar rumah sakit, dan Doni melihat penjual bubur Ayam. saat Doni akan beli rupanya Hani juga sedang beli. Hani sebenarnya melihat Doni tapi Hani pura pura tidak melihatnya.
__ADS_1
Hani menerima pesanan buburnya, lalu pergi dari sana.Doni tadinya mau memanggilnya tapi Hani jalan begitu cepat membuat Doni tidak jadi memanggilnya.
"Hani seperti marah padaku, apa Aku punya salah padanya yah, sepertinya ngga,, "dalam hati Doni.
Pesanan Doni datang, Doni makan di tempat dan punya Dinda di bungkus.
Selesai makan bubur ayam Doni lalu menuju ke ruang rawat Agung lagi, karena akan memberikan bubur Ayam buat Dinda sarapan. Doni berpapasan dengan Hani yang sepertinya akan mulai melakukan pemeriksaan.
"Han,, kayanya kamu jadi cuek ke Mas, apa Mas punya salah,,? "Doni menghadang jalan Hani.
"Hani biasa aja, itu perasaan Mas aja kali, maaf Hani mau mulai kerja, permisi,, "
Doni melihat ke arah Hani yang berjalan terus bersama suster, lalu Doni lanjut ke ruang rawat Agung.
Saat Doni masuk, Dinda rupanya sedang melakukan vc dengan anak anaknya, karena Doni ngga mau mengganggu, Doni lalu keluar dari ruang rawat Agung, dan menuju kantin rumah sakit untuk minum kopi.
"Mas sekarang jadi jelek ya Yang,, "kata Agung, selesai melakukan vc pada anak anak, Dinda dan Agung lalu mengobrol.
Saat sedang mengobrol ada yang mengetuk pintu, Dinda lalu. menyuruhnya masuk.
"Pagi Dokter Dinda,, "
"Eh Dokter Budi,, silakan masuk.kok ada di sini,,? "
"Iya,, saya dan Dokter Agung kan yang mengisi seminar di kota ini, tapi rupanya saya mendengar Dokter Agung menadapat musibah, saya turut berduka ya Dok,, "
"Oh gitu,, iya terimakasih silakan masuk,, "Dokter Budi pun langsung mendekati Agung.
"Dokter Agung,, gimana, sudah lebih baik kan,? "tanya Dokter Budi saat sampai di dekat Agung.
"Sudah lebih baik sekarang,, maaf saya jadi ngga bisa ikut seminar,, "Kata Agung dengan pelan.
__ADS_1
"Iya Dok ngga papa, Saya sudah menyelesaikanya dengan benar dengan rencana yang Dokter Agung sudah susun kok,, "
"Iya terimakasih Dokter Budi, "
Dinda lalu masuk ke kamar mandi, dan Dokter Budi langsung menelfon orang suruhanya yang menyamar sebagai Dokter untuk melakukan aksinya, Dokter Budi mengajak ngobrol Agung agar mengalihkan pandanganya.
Dan suruhan Dokter Budi pun masuk, dengan menggunakan baju Dokter lengkap. Agung benar tidak memperhatikan karena Dokter Budi mengajaknya mengobrol terus.
Saat cairan infus sudah di suntikan dengan racun, Dokter gadungan pun langsung keluar, dan kejadianya sangat pas saat Dinda keluar dari ruang rawat Agung.
"Tadi siapa Dok,,? "tanya Dinda.
"Tadi Dokter yang memeriksa Dokter Agung,, "jawab Dokter Budi.
"Ini kan bukan jadwal Dokter memeriksa, aneh sih,,, "saat Dinda bicara Agung tiba tiba kejang.
"Mas,, kamu kenapa Masss,,, "teriak Dinda yang melihat Agung yang kejang.
Lalu Dinda memanggil Doktet, sedang Dokter Budi diam di tempat sambil tersenyum tipis.
Lalu Dokter pun datang, Dinda dan Dokter Budi di suruh keluar.
"Tenang Dok,, pasti Dokter Agung ngga kenapa kenapa,, "
"Tadi sepertinya saat saya mau ke kamar mandi Mas Agung baik baik saja, trus kenapa tiba tiba kejang kaya gitu,, sepertinya ada yang Aneh,, "
"Udah Dokter ngga usah berfikir yang macam macam dulu, sekarang lebih baik kita berdoa saja untuk Dokter Agung,, "sambil menepuk nepuk pundak Dinda Doter Budi berkata.
"Semoga Dokter Agung itu mampus, biar Aku bisa memilikimu,, "kata Dokter Budi dalam hati, juga sambil tersenyum tipis melihat ke arah Dinda yang menurutnya sangat cantik.
Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih..
__ADS_1