
Walau Zara kegelian Rizki terus saja menciumi kaki Zara, dari bawah ke atas, dan tangan Rizki sambil mengusap usapnya.dua kaki pun tidak terlewatkan dari ciuman Rizki.
"Bang jangan,, takutnya kita kebablasan,,"sambil Zara bangun lalu duduk.
"Ngga,, Abang janji ngga sampai kebablasan,, tenang yah,, "sambil kedua tangan Rizki memegang wajah Zara.
"Tapi,,, "belum Zara selesai bicara Rizki sudah mencium bibirnya.
Rizki mencium bibir Zara dengan sangat rakus, dan Zara pun di dorongnya agar tiduran, posisi Zara sekarang ada di bawah badan Rizki. dan tangan Rizki tidak tinggal diam, Tangan Rizki bermain di dada Zara, sambil meremas remasnya dari luar baju.
Ciuman Rizki turun keleher, di jilat*inya leher Zara, sampai di telinganya juga, membuat Zara merasakan kegelian tapi rasa nikmat.
Zara menggigit bibirnya agar mulutnya tidak bersuara,dan tangan Zara sambil mencengkram punggung Rizki.
Posisi Kaki Zara melebar dan membuat Rizki makin mudah untuk menekan pinggulnya, agar miliknya menekan inti tubuh Zara.
Baju Zara di naikanya ke atas, agar Dada Zara terbuka, setelah baju terbuka Rizki langsung menyambar dada Zara dengan mulutnya, Rizki menyed*otinya secara bergantian dengan sangat rakus. dan menggigit daging kecilnya dengan pelan.
"Bang,,, udah bang,, aahhh,,, Bangg,,, "di mulut Zara bilangnya udah tapi di gerakan badan Zara sangat menikmatinya.
"Tunggu sebentar sayang,, tunggu punya Abang keluar yah,,, "sambil berbisik di telinga Zara.
Rizki lalu bangun dan duduk, Zara lalu di suruh untuk duduk di pangkuanya, setelah pisisi Zara duduk, Rizki lalu menggerakan pinggul Zara agar bergerak ke depan dan belakang. Mulut Rizki ngga tinggal diam, Mulutnya langsung menyambar dada Zara yang ada di depan wajahnya.
Zara menikmatinya, tapi lama lama inti Zara terasa sakit, mungkin karena sama sama terhalang kain, jadi kesekanya membuat sakit.
Tidak lama Rizki pun berteriak, sambil tanganya ikut menggerakan pinggul Zara.
"Aaahhhhhggggg,,,, "Ahirnya Rizki pun mengeluarkan laharnya di dalam celana.
Zara lalu turun dari pangkuan Rizki, dan melihat celana Rizki yang basah. Zara dan Rizki pun sama sama merasa lemas, lalu keduanya pun tiduran dengan nafas yang ngos ngosan. Zara menarik slimut untuk menutupi tubuhnya.
"Makasih ya sayang,, "sambil Rizki mencium kening Zara. lalu Rizki menuju kamar mandi untuk mencuci miliknya.
Sedang Zara meraba miliknya yang juga basah tapi sakit, dan dadanya juga merasa sakit karena Rizki meremas dan memainkanya dengan kasar.
"Ya Tuhan,, baru kaya gini aja rasanya sungguh nikmat,, semoga Aku dan Abang tidak melewati batas, karena Aku akan serahkan kesucianku hanya untuk suamiku nanti,, walau Abang denganku menjalin hubungan yang serius, tapi jodoh kita siapa yang tau, hanya Tuhan lah yang tau semuanya,, "batin Zara berkata.
__ADS_1
"Kalau ngantuk tidurlah,, "kata Rizki yang baru keluar dari kamar mandi.
"Abang mau pergi,, "Rizki mengangguk dan berkata Iya.
"Mau kemana,,,? "
"Mau kerumah sakit,, "sambil mengambil celana di koper.
"Kakanya Zia terus menelfon dan menyuruh Abang cepat datang,, "Lalu masuk ke kamar mandi lagi untuk ganti baju dan celana.
Rizki keluar dari kamar mandi sudah terlihat rapi, Zara hanya bisa melihatnya dengan diam.
"Kenapa,,,? "tanya Rizki saat melihat Zara melihatnya dengan diam.Zara menggelengkan kepalanya.
"Abang hanya sebentar,, "Sambil mengusap pipi Zara.
"Apa takut di sini sendirian,, apa pengin ikut,, "Zara diam sambil menunduk.
"Apa mau ikut saja yuk, biar kamu kenal Zia juga,, Abang juga ngga tenang kalau ninggalin kamu di sini sendirian,, "sambil mengangkat dagu Zara agar melihat ke arahnya.
"Apa harus pergi sekarang,,? "
"Ayo ikut,, Abang tungguin, bersiaplah,,"Zara hanya mengangguk pelan.
Rizki lalu mengambil hpnya dan membalas pesan dari Kakanya Zia.
"Pakailah jaket, pasti nanti dingin, "kata Rizki saat melihat Zara yang hanya menggunakan kaos, Zara pun menurut, lalu mengambil jaketnya.
Rizki menggandeng tangan Zara dari mulai keluar kamar sampai mau naik taxsi, setelah naik taxsi Rizki lagi lagi menggenggam tangan Zara.
Sampai di rumah sakit Rizki dan Zara langsung masuk, dan menuju ruangan dimana Zia sekarang. karena kaka Zia sudah memberi taunya.
"Ki,,, Rizki,, "ada suara yang memanggil Rizki saat akan sampai ruang rawat Zara.
"Andri,,, Yuni,, kalian di sini, "setelah Rizki mencari siapa yang memanggilnya, dan ternyata ada Andri dan Yanti teman kuliahnya dulu.
Mereka lalu berjabat tangan, dan Rizki dengan Andri pun saling peluk.
__ADS_1
"Lama kita ngga ketemu,,? "kata Andri.
"Iya,,, gimana kabar kalian,,? "
"Ya seperti yang kamu lihat, kita semua baik, kamu sudah di tunggu oleh Zia, dia memanggil mu terus,, temuilah dia,, "Rizki mengangguk.
"Ini siapa Ki,,? "tanya Yanti menujuk Zara.
"Oh iya kenalin, ini Zara kekasihku,, sayang ini teman kuliah Abang, mereka suami istri, yang ini Andri dan ini istrinya Yanti,, "Zara lalu menyalami mereka, Andri langsung menjabat tangan Zara dengan tersenyum, beda dengan Yanti yang terlihat tidak bersahabat.
"Ayo kita kesana,, "ajak Rizki.
"Kita tadi baru jenguk Zia, kita akan cari makan dulu, kamu pergilah kesana, Zia sudah menunggumu,"Lalu Rizki mengangguk dan menggandeng Zara untuk ke Ruangan Zia.
"Kenapa kamu lama datang kesininya, saya sudah kirim pesan padamu untuk cepat datang, tapi kenapa kamu ngga datang datang, kasian Zia selalu memanggil namamu terus,,, "saat Rizki di depan ruang rawat Zara, kakanya langsung mendekati Rizki dengan sedikit kesal terlihat dr cara bicaranya. saat Rizki mau bicara Kaka Zia langsung memotong.
"Sudah sanah masuk, dan beri dia semangat,,"
Rizki melihat ke Zara dan Zara hanya mengangguk pelan.
Lalu Rizki akan membawa Zara untuk masuk,tapi Kaka Zia melarangnya.
"Kamu saja yang masuk, biar dia tunggu di luar saja, "
"Tapi,,, "Zara langsung memotong perkataan Rizki.
"Bang,, biar Zara tunggu di sini, Abang masuk lah, Zara ngga papa,, "
Rizki lalu masuk kedalam, tapi sebelumnya menyuruh Zara untuk duduk dulu, setelah Zara duduk Rizki baru masuk.
"Kamu siapanya Rizki,,? "tanya kaka Zia.
"Apa kamu kekasihnya,,? "Zara mengangguk.
"Apsti gara gara kamu Rizki jadi telat datang kesininya, kamu juga wanita kan harusnya punya rasa kasihan, Zia sedang membutuhkan Rizki,, kamu harusnya ngga perlu ikut kemari,, "Zara hanya bisa diam sambil menunduk.
Zara sebenarnya takut, karena tampang kaka Zia yang terlihat seram, dan terlihat jelas tidak sukanya padanya. tapi kalau Zara pergi dari situ Zara tidak tau harus pergi kamana, jadi Zara hanya diam.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...