MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Agung Kritis


__ADS_3

Saat ada polisi yang berteriak, semuanya datang mendekatinya.


"Medis mana medis,, "teriak satu polisi lagi.


Dinda dan Doni tidak bisa turun dan hanya bisa melihat dari atas. Saat tubuh Agung di angkat dengan menggunakan alat seadanya, Dinda langsung menangis, dan hampir jatuh, untungnya Doni langsung menangkatnya.


"Kamu harus kuat,, kamu lah yang akan menjadi penguat Agung,, "kata Doni sambil memeluk Dinda.


Abulance sudah siap, dan saat sampai di atas Dinda melihat kondisi Agung yang sudah sangat parah dan tidak sadar membuatnya menangis dengan memanggil nama Agung.


"Ya Tuhann,, Massss,,,, "kata Dinda, lalu ada Dokter yang memeriksa keadaan Agung.


"Kondisinya sangat lemah dan sepertinya kehabisan banyak darah , ayo cepat masukan ke Abulance,, "kata si Dokter.


"Saya istrinya dan saya juga Dokter, izinkan Aku ikut ke dalam Ambulance untuk menjaganya,, "kata Dinda pada si Dokter.


"Silakann,, "Dinda langsung masuk.


Agung sudah di bantu alat bantu nafas, dan alat lainya, lalu Abulance pun pergi menuju rumah sakit.


"Mas,, bertahan Mas,, demi anak anak Mas,,mereka masih sangat membutuhkan Mas, dan Dinda ngga bisa hidup tanpa Mas, bertahan sayang, "sambil menggenggam tangan Agung.


Satu perawat yang ada di dalam, membantu menutup luka Agung di perutnya, karena luka itu terus saja mengeluarkan darah.


Sampai di rumah sakit Agung di bawa ke ruang UGD. Dokter langsung melakukan tindakan, Dinda menunggu di luar ruang UGD, Dan Doni pun datang.


"Gimana keadaan Agung,,?"


"Mas Agung sangat lemah Yah,, dan banyak kehabisan darah,, "Dinda memeluk Ayahnya. dari jarak yang tidak jauh ada yang melihat Dinda dan Doni yang sedang berpelukan. dan sambil tersenyum tipis.


Dokter keluar dan bilang membutuhkan darah untuk Agung, dan setok di rumah sakit kurang karena Agung membutuhkan 5 kantong, sedang di rumah sakit hanya ada 3 kantong.

__ADS_1


"Tolong keluarga juga ikut mencarikan darah yang sama dengan gongan darah pasien, karena pasien sangat membutuhkanya, kondisinya sangat kritis,, "


"Iya Dok kita akan berusaha mencari pendonor,, "kata Doni.


"Iya pak, kita dari rumah sakit juga ikut mencari di rumah sakit lainya, kalau begitu saya permisi,, "


"Tunggu,,, Dokter bisa ambil darah saya, karena golongan darah pasien sama dengan golongan darah saya,, "tiba tiba ada seorang perempuan yang datang ,Doni dan Dinda langsung kaget saat melihat perempuan itu.


Sedang di lain tempat, orang yang menyuruh untuk menghabisi Agung sedang marah kepada ke empat orang suruhanya, karena mereka gagal untuk membunuh Agung.


"Kalian benar benar go*blok,buat ngabisin satu nyawa saja ngga becus,, kalian bisa kerja ngga sih, hahh... "


"Maaf Bos,, kita sudah menusuknya dengan pisau dan memukulinya, untuk bisa hidup pasti sangat tipis,, "


"Betul itu Bos,, "kata satu pria lagi.


"Bodoh,, tetap aja kalian ngga becus,, "


"Apa ide kamu itu,, "


"Dia pasti sangat parah dan untuk hidup pasti tipis, Bos kan dokter bisa kali Bos masukin racun ke cairan infusnya, pati metong itu orang,, "


"Betul bos,, itu ide yang sangat bagus,, "


"Bagus juga ide kamu, bisa Aku pertimbangkan nanti,, "


Setelah itu Dokter yang merencanakan pembunuhan ke Agung, dia langsung pergi dan akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan Agung.


Di rumah sakit Dinda dan Doni masih duduk di depan ruangan, Lalu Doter sudah mendapatkan dua kantong darah untuk di masukan ke dalam badan Agung.


Dinda langsung menyusul wanita yang telah mendonorkan daranya pada suaminya, Dinda ingin mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


"Terimakasih telah mau mendonorkan daranya untuk suami saya,, "kata Dinda saat sudah di depan wanita itu.


"Iya,,santai aja kita kan teman, apa lagi Agung teman ku udah lama, kamu yang sabar yah, dan jangan lupa selalu berdoa untuk keselamatan Agung,, "Dinda mengangguk.


"Aku sudah tau cerita Agung dari suster tadi, semoga pelakunya cepat tertangkap yah,, "


"Iya semoga,,, "


"Ya udah yuk kita ke sana lagi, siapa tau Agung sudah melewati masa kritisnya,, "Dinda mengangguk.


Lalu Dinda dan Si perempuan itu menuju tempat menunggu, dan Doni masih duduk di sana.


"Gimana kabarmu Mas,,,? "


"Baik,, kamu gimana kabarnya, lama kita ngga ketemu,, "


"Aku juga baik,, "jawab si perempuan, lalu sambil memegangi kepalanya yang pusing, mungkin karena tadi habis mendonorkan darahnya membuatnya lemas.


"Kamu kenapa,, sepertinya kamu butuh istirahat, pasti kamu lemah karena habis mendonorkan darahmu,, "


"Ngga papa kok Mas,, Aku balik ke ruanganku dulu yah,, "sambil bangun dari duduknya tapi jalanya sempoyongan.


Lalu Doni memutuskan membantunya, sambil memapahnya. sedang Donda tetap duduk di situ menunggu hasil Dokter.


Doni mengantar si perempuan itu ke dalam ruanganya, setelah sampai di ruanganya Doni membantunya duduk di sofa.


"Aku ambilkan minum dulu yah,, "kata Doni setelah si perempuan itu sudah duduk dan bersandar di sandaran sofa.


"Iya Mas,, makasih,,, "


Doni lalu mengambil minum, setelah itu memberikanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2