
Sampai di supermarket Zara dan Rizki langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam untuk mulai membeli bahan untuk bakar bakar,dan Dea sudah mencatatnya jadi mereka berdua tinggal memilih saja.
"Sayang kita ke daging dulu aja yuk, "Ajak Rizki.
"Iya Bang,, "
Sampai di tempat Daging, Zara dan Rizki langsung memilih ,setelah mendapatkan semuanya mereka lanjut ke bumbu.
"Abang ke tempat sosis aja sanah, biar kita cepet belanjanya,, "
"Iya udah, Abang mau pilih sosis dulu yah, "
Hanya setengah jam mereka berdua sudah mendapatkan yang mereka cari.
"Udah kebeli semuanya kan Yang,,? "
"Udah,, kita tinggal pulang,, "
"Iya udah yuk,, "
Di jalan Rizki melihat penjual somai, Rizki pun yang dari siang belum makan lalu menghentikan penjual somai, dan ingin membelinya. Rizki membelinya tapi di makan di mobil dan Zara yang menyuapinya.
"Kamu ngga pengin,,? "tanya Rizki yang dari tadi melihat Zara hanya menyuapinya saja.
"Ngga, Zara ngga pengin,, "Rizki pun mengangguk.
Ahirnya somai pun habis, dan mobil Rizki tidak lama sampai di rumah Dea. sampai di rumah Hendra sudah menyiapkan tempat bakar bakarnya.
Lalu Zara dan Dea menyiapkan yang akan di bakar, sedang Rizki di suruh Hendra menjaga bara apinya agar tidak mati.
"Ini sekarang giliran kamu yah, saya udah cape dari tadi nyiapin semua,, "Rizki pun menjawab Iya.
Hendra lalu bilang ke Dea mau ke kamar mandi, tapi ternyata Hendra pergi ke rumah Doni, dan di rumah Doni Hendra akan mengerjai Rizki ,rupanya Hendra ingin menakut nakuti Rizki ,dengan rekaman suara mba kun.
Hendra meletakan rekaman itu di laci lemari kayu yang ada di ruang tamu, dan mengatur waktunya sekitar jam 12.
"Sukurin kamu Ki, malam ini kamu ngga bakalan bisa tidur nyenyak,, "kata Hendra dalam hatinya sambil tersenyum puas.
Hendra lalu keluar dari rumah Doni dan gabung lagi ke acara bakar bakar.
__ADS_1
Setelah selesai bakar bakar semuanya lalu membantu beres beres, Rizki di suruh Hendra untuk mencuci semua peralatan yang kotor, Zara yang tidak tega melihat kerjaan Rizki yang banyak, lalu Zara membantunya.
"Zara,, biar Rizki aja yang cuci, nanti kalau kamu bantu tanganmu kotor, udah ayu masuk,, "kata Hendra yang melihat Zara membantu Rizki.
"Ngga papa tangan Zara kotor Pah, nanti Zara bisa cuci tangan kok, kasihan Abang kalau ngerjain sendiri, udah Papah masuk aja sanah,, "
"Anakmu aja tau gimana cara menyayangi orang yang di cintainya, Zara sepertinya sangat mencintai Rizki dengan tulus, dia selalu membela Rizki kalau sedang Mas tindas,, "kata Dea pelan sambil tersenyum ngeledek.
"Kamu ngeledek Mas Sayang, berani hemm,, Mas bikin kamu ngga tidur semalaman nih, "
"Emang bisa, emang mampu,, tar encok lagi,, "Dea terus meledek Hendra sambil berjalan masuk.
"Zara,, Papah masuk dulu, kamu jangan kemalaman tidurnya, soalnya besok sore kita akan balik ke kota,, "
"Iya Pah,, "jawab Zara, lalu Hendra pun masuk menyusul Dea.
"Abang berani kan tidur sendiri di rumah Ayah,? "tanya Zara sambil mencuci.
"Berani lah,,lagian kan rumahnya deketan gini, "Zara hanya mengangguk.
Ahirnya semua sudah selesai di cuci, Rizki dan Zara lalu membawa semuanya masuk ke dalam dapur rumah Dea.
"Iya,, tapi Abang mai ini dulu,, "sambil menarik Zara ke pelukanya dan mengusap bibir Zara.
"Abang,,, jangan macam macam deh, nanti kalau ketahuan Papah habis lah kita,, "
"Ya sebentar aja,,janji,, udah kangen banget sama ininya kamu Yang,, "nunjuk bibir Zara.
Lalu Rizki mencium bibir Zara dengan sangat rakus, Zara sampai kualahan mengimbanginya.
Rizki mendorong Zara agar bersandar ke tembok, agar Rizki lebih enak. mereka saling menyecap bibir dan melu*matnya.
Kerkkk.... suara pintu terdengar, Rizki dan Zara langsung melepas ciumanya dengan buru buru.
"Kalian sedang apa di dapur,,? "
"I,, ini se, sedang membereskan yang sudah selesai di cucu Pak,, "Rizki sedikit terbata karena kaget Hendra tiba tiba datang, sedang Zara menunduk karena bibirnya basah belum sempat di lapnya, karena tadi Zara merapikan bajunya dulu yang sedikit berantakan.
Untung posisi Zara membelakangi Hendra, jadi Zara tidak terlalu terlihat, karena pura pura sibuk mengelap prabot.
__ADS_1
"Udah itu besok mba aja yang beresin, Zara masuk kamar, ini udah malam,, "
"I,, iya Pah,, "Zara sebelum pergi terpaksa menggunakan lapnya sekilas untuk mengusap bibirnya.
"Rizki ,,udah sanah kamu pergi ke rumah sebelah,,"Rizki mengangguk.
Zara lalu pergi duluan dan masuk kamar, setelah itu baru Rizki. Hendra mengikuti Rizki sampai ke luar dari rumah.
Setelah Rizki pergi, Hendra langsung mengunci semua pintu dan jendela,juga lampu semua di matikan, entah itu di. luar dan di dalam.
Hendra ke kamar Zara dulu, melihat Zara sudah tidur belum.
"Ya Pah,, ada apa,,? "setelah buka pintu.
"Hp kalau tidur di matikan, dan jangan lupa di cas,,mana hp kamu,, "Zara lalu menujuk hpnya yang sedang di cas di atas mija dekat ranjang, Hendra lalu mendekatinya, dan Hendra mematikan hp Zara.
"Ini udah malam, jangan begadang dan. langsung tidur, ini di perkampungan jadi hati hati takut ada yang serem serem,, "
"Papah,,, kok nakutin sih,, "
"Ngga,, Papah cuman ngingetin,, "
"Tapi kan Zara jadi takut,, iih Papahhh,, "
"Eh mau kemana,,? "melihat Zara keluar dari kamar.
"Mau ke kamar Bunda, Zara mau tidur sama Bunda aja,, "
"Loh kok gitu,, "Zara langsung pergi aja, tapi sebenernya Hendra ngga papa sih, karena demi melancarkan aksinya mengerjai Rizki.
Sebenernya Hendra memang sengaja menakuti Zara biar dia takut dan ikut gabung, jadi nanti Rizki ngga akan ada yang nolong.
Ahirnya Hendra tidur bertiga, Zara yang di tengah, tapi Hendra tidak mau,, karena Hendra jadi tidak bisa peluk Dea, Ahirnya Dea yang di tengah, Hendra pun tersenyum senang karena masih bisa peluk Dea.
Rizki tidurnya sengaja tidak di kamar, tapi di ruang tengah dan tidur di sofa, karena di rumah sendirian ini fikirnya.
Saat tepat tengah malam, Rizki merinding dan terbangun saat mendengar suara orang ketawa.
"Hihihiiiiiii,,,,,,,, "
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trmakasih...