MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Hotel Mewah


__ADS_3

"Bukanya Zara ngga mau Bang,tapi sekarang siang,takutnya ada yang denger,Zara nanti malu,,"sambil melepaskan tanganya di senjata Rizki.


"Tapi kedua kepala Abang pusing ini Yang,,"


"Kepala Abang bukanya satu,kenapa pusingnya jadi dua,,"


"Kepala Abang memang dua,yang ini satu dan ini satu,,"sambil menujuk ke selangk*anganya.Zara langung senyum dan geleng geleng kepala.


"Tapi Zara ngga mau ah,takut ada yang denger malu,di sini kan banyak orang,,"


"Tapi kalau ngga ada orang mau kan,hemm,,"sambil menaikan kedua alisnya.Zara mengangguk pelan.


"Yes,,,kita ke hotel aja sekarang,nanti sore kita pulang,"


"Ke Hotel ngapain,,,?"


"Ya kita lanjutin yang tadi ,katanya mau kalau ngga ada orang,,"


"Tapi kenapa harus di Hotel sih Bang,,"


"Di sana yang aman,dan ngga ada orang yang denger dan ngga ada orang yang ganggu,"


"Sekarang kamu siap siap yah,ganti bajunya,Abang mau izin ke Papah dan Bunda dulu,"Zara mengangguk.Zara ngga mau menolaknya karena merasa kasihan melihat Rizki yang sepertinya sangat menginginkanya.


Rizki keluar kamar dan langsung mencari Hendra,Hendra sedang ada di teras belakang rumah bersama Dea dan kedua anaknya.


"Pah,,Bun,,saya mau pamitan ,Saya dan Zara mau pergi ke rumah saya dulu,kita mau antar Mamah dan Adik Saya ke bandara,,"


"Kenapa ngga kamu aja sendiri yang pergi,katanya kaki Zara sedang sakit kalau buat jalan,"


"Iya sih Pah,tapi sekarang sudah lebih baik sih,udah bisa jalan,,"

__ADS_1


"Udah sih Mas,,mereka tuh mau nganter Mamahnya,biarkan aja suruh pergi,,"kata Dea.Hendra hanya bisa membuang nafasnya kasar kalau sudah Dea yang bicara.Rizki di dalam hatinya tersenyum senang saat melihat Rizki tak bisa bicara lagi saat Dea sudah bicara.


"Ya sudah kalian pergilah,tapi malam harus pulang,ngga boleh menginap di rumahmu,"


"Iya Pah,,siappp..."Rizki langsung pergi dari depan Hendra dan Dea.


Rizki masuk kekamar dan Zara sudah ganti baju,Zara sudah siap untuk pergi.


"Tunggu bentar ya Yang,Abang ganti baju sama celana dulu,"sambil membuka lemari.


Setelah siap Zara dan Rizki langsung keluar kamar,Zara berjalan dengan pelan karena masih sakit.


Mereka pergi menggunakan mobil Rizki,dan langsung mencari hotel berbintang .tapi sebelum Rizki menjalankan mobilnya,Rizki mencari Hotel berbintang di aplukasi,setelah dapat yang menurut Rizki bagus,Rizki langsung memesan kamar.


"Abang tadi bilang ke Papah sama Bunda kan kalau kita mau ke Hotel,?"setelah mobil berjalan,mereka sambil ngobrol.


"Abang ngga bilang begitu,Abang bilangnya mau kerumah,mau antar Mamah dan Adek ke Bandara,,"


"Ya jangan sampai tau lah,tapi kalau sampai ketahuan Abang ngga takut lagi kalau Papah marah ,karena kamu udah jadi istri Abang,Abang berhak membawa kamu kemanapun,"sambil mencium tangan Zara.


Mobil sudah masuk ke Hotel Berbintang yang cukup mewah,Rizki lalu mengajak Zara turun.


"Bang,,ini Hotel pasti mahal,ini Hotelnya bagus banget loh,,"sambil melepas sabuk pengaman.


"Bagi Abang ngga masalah kalau pun mahal,asal itu buat kita senang dan bahagia,,"Mereka tersenyum bersama.


Mereka lalu turun dari mobil dan langsung mengambil kunci,karena Rizki tadi sudah memesan kamar secara onlaine.


Sambil bergandengan mereka naik ke atas menggunakan lif,dan saat Rizki dan Zara sedang menunggu Lif,ada rekan bisnis Hendra yang melihat Rizki,saat mau mendekati Rizki pintu lif terbuka, Rizki dan Zara lalu masuk,rekan bisnis Hendra ahirnya pergi karena pintu lif pun sudah tertutup.


"Bang,,kamarnya bagus banget,,gila ini pasti mahal,,"saat mereka masuk ke kamar hotel.

__ADS_1


"Abang ambil cuman 4 jam,dan cuman dua juta aja,,"Sambil Rizki menjatuhkan badanya di kasur yang empuk.


"Kamu bisa teriak sekeras apapun nanti,dan tidak akan ada orang yang dengar,karena kamar ini kedap suara,,"Zara langsung tersenyum malu.


"Sinih,,kamu harus rasain empuknya kasur ini"


Zara menurut dan naik ke kasur.


"Gimana enak kan,,"Zara memgangguk sambil menikmatinya.


"Sekarang kita bebas melakukanya,dan kita juga ngga bisa lama di sini,jadi sekarang kita jangan buang buang waktu,,,"Rizki langsung mengngkung badan Zara.Zara melihat ke arah samping kanan karena Malu di perhatikan Rizki.


Rizki justru langsung mencium telinga Zara ,dan menggigitnya kecil,Zara sudah menahan nafasnya karena perlakuan Rizki.membuatnya berdebar.


Lalu ciuman Rizki turun ke bawah,keleher dan sambil menji**latinya.


Tangan Rizki ngga tinggal diam,tanganya melepas kancing baju Zara sampai terlepas semuanya.


Rizki rupanya sudah tidak sabar,dan langsung mepaskan semua kain yang menempel di badan Zara.sampai ahirnya Zara sudah polos.


Sedang di rumah Hendra,dia merasa kesal karena tadi rekan bisnisnya telfon dan bilang melihat Rizki dengan wanita muda masuk ke Hotel xx,rekan bisnisnya ngga tau kalau Rizki sekarang menantunya dan yang di lihatnya perempuan itu adalah Zara.


"Kamu kenapa sih Mas kok kelihatan kesal gitu,emang siapa yang tadi menelfon Mas,?"


"Tadi rekan bisnis Mas yang telfon,dia bilang melihat Rizki dan Zara fi Hotel xx,rupanya Rizki membohongi kita,,"


"Jangan berburuk sangka dulu,siapa tau Rizki dan Zara ke Hotel xx karena ada janjian ketemu temen,kalau pun mereka tidak bertemu temanya mereka juga ngga papa datang ke Hotel karena mereka sudah menikah,mungkin mereka ingin menghabiskan waktu berdua di Hotel biar lebih romantis gitu,,ya biarin lah Mas kalau mereka benar kesana untuk menghabiskan waktu bersama,mungkin Rizki takut ngga di izinin makanya berbohong,tapi memang sore ini Mamah dan Adeknya akan pergi ke singapur Mas,"Hendra diam.


"Zara sekarang sudah punya suami,dan kemanapun suaminya mengajaknya pergi Zara pasti akan ikut,biarkan Zara menikmati waktu hanya berdua dengan suaminya,karena Zara sebentar lagi juga akan berangkat kesingapur,mereka akan LDR an,kamu harus ngertiin Mas,anakmu juga bahagia ,jadi kita sebagai orang tua jangan ikut campur,kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka,dan untuk kebahagiaanya juga,"Hendra langsung tersenyum dan mengangguk.


Jangan lupa like ,komen dan votenya,trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2