
Aku langsung membuka pintu setelah sampai kamar rawat Ibu. Di dalam Aku melihat Ibu yang sedang di suapi buah oleh Ayah.
"Ibu,,,, Ayah,, "kataku sambil memeluknya satu persatu. Dan mereka berdua langsung tersenyum.
"Tumben udah ke sini, sudah pulang apa sengaja pengin kesini,? "tanya Ayah,Sambil Aku minta piring buah yang ada di tangan Ayah. Aku langsung menyuapi Ibu.
"Sudah pulang Yah, tadi kepala Dinda pusing, tapi setelah di beri obat Mas Agung sekarang dah sembuh,"kataku sambil dusuk di bangku.
Sedang Ayah dan Mas Agung duduk di sofa.
"Kamu jangan terlalu cape sayang,,, jaga kesehatan, jangan kaya Ibu ini,Ibu terlalu gila kerja sampai tidak memikirkan kesehatan, dan ahirnya seperti ini, "Tiba tiba air mataku mengalir.
"Ibu yang sabar ya Bu, Kita semua akan selalu ada buat Ibu dan slalu mendoakan untuk kesembuhan Ibu, "sambil ku genggam tangan Ibu.
"Ya,, trimakasih ya Sayang. Mungkin Tuhan memberikan cobaan ini biar Ibu bisa istirahat dan melayani Suami dengan baik, "Aku pun mengangguk dan tersenyum. Aku melihat Ibu yang sangat kuat dan tegar menghadapi cobaan ini.
"Din,, Ibu sudah pengin pulang,tolong bilang Suamimu,Ibu akan baik baik saja, Ibu di sini justru tidak enak dengan bau obat dan tempat yang sempit, "sambil menggenggam tanganku.
"Tapi Bu,,, di sini Ibu lebih terpantau oleh suster juga Dokter, sedang kalau di rumah Ibu tidak ada yang memperhatikan Ibu, "jawabku.
"Dinda percaya sama Ibu yah, Ibu akan rajin minum obat dan akan rajin untuk kemo,juga periksa, Ibu justru kalau kelamaan di sini makin memburuk karena tidak betah, lagian Ayahmu selalu jagain Ibu kok, "
"Ibu harus janji ya Bu,,ngga boleh lupa minum obat dan mematuhi segala omongan Dokter, "Ibu pun mengangguk.
"Iya udah,, Nanti Dinda bilang sama Mas Agung, "kataku lagi.
Aku pun kembali menyuapi Ibu sambil mengobrol, dan selama Ibu di rawat,Ibu belum bertemu Akbar dan katanya sudah kangen ingin bertemu.
Aku juga bilang pada Ibu,bahwa ahir pekan nanti Aku dan Mas Agung serta Akbar akan berkunjung ke rumah Mas Agung.
Tak terasa sekarang sudah pukul 5 sore, Aku dan Mas Agung pun berpamitan pada Ayah dan Ibu untuk pulang.
Sampainya di rumah, Aku dan Suami langsung masuk, dan Akbar yang sedang menonton tv dengan Mba Siti berlari ke arah kita.
"Papahhh,, Mamahh,, "sambil berlari Akbar mendekat ke kita. Dan Suamiku langsung menggendongnya.
"Sudah mandi belum Sayangnya Papah,, "sambil kita berjalan menuju kamarku.
__ADS_1
"Udah dong Pah,,, "jawabnya.
Suamiku dan Akbar masuk ke kamar, sedang Aku mendekati ke Mba Siti.
"Mba,,, nanti malam Saya pengin di masakin cumi bakar yang pedes ya Mba, "kataku.
"Tapi Non,, cuminya ngga ada, "
"Oh gitu, ya udah ini Mba beli di supermaket dan minta anter supir yah Mba, tolong belikan juga udang sekalian, "kataku sambil Aku memberi Mba Siti 2 lembar uang warna merah.
"Mba beli cumi dan udang. Nanti cuminya Saya pengin di bakar, sedang udangnya di buat udang tepung kripsi ya Mba, "kataku lagi sebelum Mba Siti pergi.
Setelah Mba Siti pergi,Aku langsung masuk kamar, Dan saat membuka pintu kamar Aku melihat Anak dan Suamiku yang sedang bercanda di atas kasur.
"Mamahhh,, tolong Dede, Papah nakal,,hahaaa "kata Anaku yang sedang di ciumi oleh Papahnya.
"Pahhh,, nanti malamnya suka rewel loh kalau kalian becandanya seperti itu, "kataku. Dan suamiku pun berhenti menjahili anaknya.
Lalu Aku mandi, karena rasanya badanku lengket, mungkin karena tadi siang di ruangan Suamiku habis olahraga sebentar.
Aku berendam di air hangat,agar badanku merasa segar, karena badanku rasanya pada pegel.tak terasa Aku cukup lama berndam sampai Suamiku menggedor pintu kamar mandi.
"Maaf Mas lama yah, Dinda lagi berendam air hangat, soalnya badan Dinda pada pegel, "kataku sambil masuk lagi dan membilas badanku, sedang Suamiku juga ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Apa perlu Mas panggilkan tukang urut buat mijit badan Adek,? "kata Suamiku sambil membuka bajunya.
"Ngga usah lah Mas,, nanti istirahat juga sembuh,Akbar masih di kamar Mas?"jawabku sambil mengelap badanku yang sudah di siram air bersih.
"Tadi keluar, katanya pengin ambil minum, "jawab Suamiku.
Lalu Aku keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju. Lalu Aku keluar dari kamar dan menuju dapur untuk melihat Mba Siti yang sedang memasak pesananku.
"Mba,, cumi bakarnya sudah matang belum,? "tanyaku setelah masuk dapur.
"Ini Non sedang di bakar, kalau udang kripsinya udah matang Non, "sambil menujukan piring yang berisi udang kripsi.
"Iya Mba,, Saya juga mau tumis brokoli, adan Mba brokolinya,? "
__ADS_1
"Ada kok Non, Saya ambil di kulkas dulu, "Aku pun mengangguk.
Setelah Mba Siti datang, Aku langsung mengambil brokolinya dan Aku potong potong, sedang Mba Siti sedang membakar cumi.Aku juga menanyakan Akbar di mana, dan kata Mba Siti Akbar masuk ke kamarnya.
Setelah matang semuanya, Aku dan Mba Siti menata makananya di meja makan.
"Mba,, tolong panggil Dede yah, Saya mau panggil Bapak, "kataku setelah semuanya siap.
Aku pun masuk ke kamar dan memanggil Suamiku yang sedang duduk di kasur sambil memengang hpnya.
"Mas kita makan yuk, "kataku yang berdiri di depanya.
"Iya,,, Ayok, "sambil menaro hpnya di meja dan bangun dari duduknya.
Kita pun berjalan keluar dari kamar dan menuju ke meja makan. di sana Akbar sudah duduk dan menunggu kita. Kita pun makan bersama dengan tenang, cumi bakar yang Aku mau sangat enak sampai Suami juga Anaku sangat suka.
Selesai Makan Aku menemani anaku untuk belajar di kamarnya, sedang Suamiku masuk ke ruang kerjanya.
Setelah 1 jam Aku menemani Anaku belajar Akbar pun mulai mengantuk, lalu Aku ajak untuk tidur, sambil ku usap punggungnya Anakupun tertidur.
Aku keluar dari kamar Anaku setelah Aku menyelimutinya dan mematikan lampu,dan di ganti dengan lampu tidur.
Sampai di kamar Aku belum melihat Suamiku, rupanya Suamiku belum keluar dari ruang kerjanya.
Lalu Aku duduk di kasur sambil mengolesi kakiku dengan balsem, agar sedikit hilang nyeri di kakiku. saat sedang memijit kaki, Suamiku masuk ke kamar.
"Sinih Mas pijitin,, Adek tengkurep, "kata Suamiku sambil mengambil balsem di tanganku.
Aku pun tengkurep dan Suamiku mulai membuka bajuku ke atas, mulai dari punggungku dan turun ke bokongku.
"Dek Nanti gantiyan yah, "
"Ihhh,, Mas mah malas ah,, "
"Mas ngga minta pijit kok, cuman minta satu ronde, "sambil menabok bokongku.
**Segini dulu ya kak,,
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak. trimakasih...
Habis dari sini langsung ke ABP yah kak, buruan baca takutnya di hapus lagi kaya Dinda dan Agung, aku ngga panjang soalnya, ngga terlalu hot tapi bikin panas dingin. dan setelah baja tinggalkan jejak ok**.