MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tangan Akbar Dingin


__ADS_3

Vivi lalu bangun dari duduknya dan menyusul kembar,Vivi juga ikut memesan bakso gepeng.


"Abang mau ngga,biar di pesenin sekalian,?"tanya Fatiya,Akbar rupanya ikut menyusul juga.


"Boleh,,tapi Abang bening aja yah,jangan kasih saos apa cabe,,"Fatiya mengangguk dan memesankan untuk Abang.


Akbar duduk dekat Vivi,sedang kembar duduk di depanya.saat mereka sedang makan,ternyata ada yang ikut duduk di bangku yang Vivi dan Akbar duduki karena bangkunya panjang,jadi Vivi bergeser ke Akbar dan tangan mereka sampai menempel.


Saat Vivi mau menambahkan sambal ke mangkoknya ,Akbar langsung menarik mangkok sambal dan menggesernya agar menjauh.


"Jangan banyak banyak ,itu kuah kamu udah merah,pengin sakit perut kamu,,"kata Abang pada Vivi,si kembar yang melihat kelakuan Abangnya pada Vivi hanya diam dan pura pura ngga denger.


Vivi tidak menjawab,cuman merasa kesal,karena Akbar dari tadi seperti banyak ngatur padanya.


Selesai makan baso ke empatnya memutuskan pulang,dan mereka berjalan menuju ke parkiran mobil.kembar dan Vivi sudah tau di.mana biasa pak sopir memarkirkan mobilnya.


Saat sudah sampai parkiran ,ada yang memanggil Vivi.


"Vi,,Vivi,,"Vivi dan Akbar menengok.sedang kembar lanjut menuju mobil.


"Frengki,,,"kata Vivi,dan Frengki mendekati Vivi.


"Habis joging,,?"


"Iya,,kamu juga habis joging,?"


"Ngga,Aku cuman mau jemput adek,dia joging di sini juga,,"


"Oh gitu,,"


"Vi,,nanti malam kita nonton yuk,mau ngga,ada filem bagus loh,"


"Ngga bisa,Vivi sedang sibuk buat skripsi,"Akbar yang menjawab,Vivi langsung menatap Akbar.


"Oh gitu ya Vi,,iya Aku juga lupa,kita nontonya lain waktu aja deh kalau gitu,"

__ADS_1


"Iya,,maaf ya Freng,lain waktu kita bisa pergi kok,"


"Udah ayo pulang,panas nih,,"


"Apa sih Den,sanah Aden kemobil aja dulu,nanti Vivi juga nyusul,"kata Vivi pelan.


"Ngga,,Kamu juga harus ke mobil ,ayok,"sambil menarik tangan Vivi.Vivi lalu berontak dan menarik tanganya dari gengaman Akbar.


"Eh Mas jangan kasar dong sama perempuan,"kata Ferngki yang membantu tangan Vivi agar terlepas.


"Apa kamu,,mau ikut campur,"kata Akbar.


"Den,,Aden apaan sih,dari tadi ngatur ngatur Saya terus,saya ngga suka tau ngga,kita itu ngga ada hubungan jadi jangan ngatur ngatur saya,,"bicara Vivi pelan tapi menusuk.


Vivi juga tidak mau jadi tontonan orang,makanya bicara Vivi sedikit di pelankan.


"Oh gitu,baik ,,kita memang ngga ada hubungan apaapa,tapi orang tuaku sudah menganggapmu keluarga,jadi Aku ingin melindungimu,tapi ternyata ,,,"Akbar tidak melanjutkan perkataanya tapi Akbar langsung pergi menuju mobil.meninggalkan Vivi bersana Frengki.


"Dia siapa sih Vi,?"tanya Frengki saat Akbar berjalan menuju ke mobilnya.


Vivi masuk ke dalam mobil,setelah Vivi masuk,Pak supir langsung menjalankan mobilnya untuk pulang.


Di mobil semuanya diam ngga ada yang bicara,kembar juga yang biasanya berisik tumben sekarang diam,dan mereka sibuk dengan hpnya masing masing.


Sampai di rumah Akbar langsung keluar dari mobil,dan Akbar langsung nsik ke kamarnya.di kamar Akbar menojok tembok.


"Aaaaaggggghhhh,,,"teriak Akbar sambil tanganya menojok Tembok.


"Bodoh kamu Akbarr,,kamu itu siapanya dia,,ngapain kamu sok peduli sama dia,,dia aja ngga suka denganmu,,kamu bodoh Akbar,,kamu bodohhhh,,,"Akbar masuk kamar mandi,dan menguyur badanya di bawah sower.


"Sayanggg,,,Aku sakit,hatiku sakit sayang,,,"kata Akbar pelan dengan masih di bawah guyuran air sower.


"Apa Aku salah,,Aku hanya tidak suka melihatnya terlalu dekat dengan laki laki,dan ngga suka kalau banyak orang melihatinya,"


"Kenapa Aku jadi gini,kenapa Aku peduli padanya,untuk apa Aku peduli padanya kalau dia aja ngga menyukainya,,"

__ADS_1


Akbar hampir satu jam lamanya di bawah air sower,setelah itu Akbar membilasnya,Akbar lalu memakai baju dan bersiap akan pergi.


"Sayangg,,kamu mau kemana,,?sarapan dulu sebelum pergi,"kata Dinda yang melihat Akvar sudah rapi.


"Abang mau ke rumah teman Mah,,"


"Ngga Mah,Abang nanti makan di luar aja,"Akbar mencium tangan Mamah dan Papahnya.


"Tangan kamu dingin begini sih Bang,kamu sakit,,?"tanya Agung.


"Ngga Pah,Abang ngga sakit,tadi Abang habis mandi air dingin,"


"Ya sudah,,hati hati nyetirnya,"Akbar menjawab Iya.


Akbar keluar menuju mobilnya,di depan gerbang ternyataada Vivi yang sedang menerima paket,Akbar lalu memakai kacamata hitamnya dan masuk ke mobil tanpa melihat ke Vivi,sedang Vivi melihat kearah Akbar yang akan pergi.


Akbar lalu tanpa menoleh dan terus melihat kedepan ,membunyikan klakson agar pak udin membukakan gerbang ,setelah gerbang terbuka Mobil Akbar langsung keluar dengan cepat.


"Apa dia marah yah,ah bodo amat,"kata Vivi pelan lalu masuk ke dalam.


Akbar membawa mobilnya dengan cepat,dan Akbar rupanya menuju ke pemakaman,Akbar langsung jalan menuju makam Sila.


"Sayang,,Aku datang,,"Akbar membersihkan makam Sila,dan setelah bersih Akbar mengirim doa.


Selesai kirim Doa Akbar diam dan duduk,sepertinya Akbar merasa nyaman duduk di situ,sambil diam dan melihat kearah tulisan Sila di atas makam.


Akbar merasakan pusing di kepalanya,lalu setelah dua jam berdiam di makam Sila,Akbar pun pergi.


"Aku pulang,,tidurlah dengan tenang,,"Akbar lalu bangun dan berjalan menuju mobilnya,sampai di mobil Akbar menyandarkan kepalanya di jok mobil dulu karena merasa pusing.


Sekitar 10 menit,Mobil Akbar lalu berjalan dan pergi meninggalkan area pemakaman.


Di jalan yang cukup ramai,dan tidak macaet,Tiba tiba kepala Akbar merasa pusing lagi,dan saat ,,,,,


Brakkkk,,,,,,Aaaaaaaaa.......

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakaaih...


__ADS_2