
Akbar lalu mengelap tangan Vivi dengan tisu,setelah kering Vivi di suruh untuk duduk.Akbar pergi untuk mengambil salap,setelah dapat Akbar mengoleskan salep ke lengan Vivi,Vivi dari tadi hanya diam dan melihat ke arah Akbar yang sangat cekatan untuk mengobati luka di lenganya.
"Ini jangan kena air dulu,biar besok ngga melepuh,"kata Akbar sambil meniupi lengan Vivi.
Vivi tidak menjawab,hanya melihat kearah Akbar yang wajahnya sangat dekat.
"Kamu dengar omonganku ngga,kenapa malah lihatin Aku ,awas loh nanti naksir lagi,"kata Akbar yang menengok jadi saling hadap dan saling tatap.
Vivi jadi salah tingkah dan merasa malu lalu menunduk.dan pipi Vivi juga memerah.
Akbar lalu tersenyum dan bangun dari duduknya,Akbar menuju dapur dan lanjut untuk membuat minuman hangat.
Vivi hanya melihatnya saja saat Akbar sedang membuat minuman,Akbar rupanya membuat Coklat hangat,setelah jadi coklat hangatnya Akbar mengajak Vivi untuk kembali lagi ke luar.
Keduanya duduk ,lalu menikmati coklat hangatnya.
"Enaknyaa,,,"kata Vivi dengan pelan.
"Iya dong buatan siapa dulu,"kata Akbar sedikit bangga.
Vivi tersenyum tipis,lalu Vivi lanjut mengetik lagi di laptopnya.tapi dengan pelan mengetiknya karena tangan Vivi masih sakit.
Vivi sudah terlihat mengantuk terlihat dari Vivi yang sering menguap.
"Sudah istirahat sanah,kamu udah ngantuk,itu bisa di lanjut besok kan,"
"Tapi ini nanggung ,bentar lagi,"
"Udah besok lagi aja,tinggal dikit lagi ini,udah masuk,nanti kamu malah sakit,"sambil Akbar membantu menata buku yang berserakan di meja.
"Iya,,"Vivi lalu membawa laptopnya masuk,dan Akbar pergi ke dalam rumahnya sambil membawa cangkir bekas coklat hangat.
Vivi masuk kamarnya,setelah meletakan buku dan laptopnya di meja,Vivi langsung tiduran di kasur,Vivi melihat ke arah tanganya yang tadi terkena air panas.Dan Vivi tersenyum tipis karena mengingat Akbar yang tadi kuatir padanya.
"Pria galak itu baik juga yah,"sambil mengusap lenganya yang luka.
__ADS_1
Vivi lalu memejamkan matanya dan tidur,sedang Akbar di kamarnya yang belum merasa mengantuk karena tadi tidur sore cukup lama,sedang melihat ke hpnya.
lama lama mata Akbar pun merem dan tertidur.
Sudah dua hari ini Albar dan Vivi tidak bertemu,karena mereka sama sama sibuk,dan Akbar karena merasa lelah pulang kerja biasa langsung tidur dan bablas sampai pagi.sedang paginya Vivi karena tidurnya selalu malam bangunya pun sedikit siang,jam 8 pagi baru bangun.
Hari ini hari libur,Akbar bangun pagi dan akan bermain basket,tapi saat akan turun kedua adiknya juga keluar dari kamar.
"Kalian mau ke mana,,?"
"Kita mau joging di setadion Gelora bung karno Bang,,"
"Sama siapa,,?"
"Kita di antar pak supir kok,dan Kak Vivi juga ikut,"
"Abang ikut ,tunggu bentar Abang ganti baju,"Akbar langsung masuk kamar.
"Kok tumben Abang.mau ikut ya Kak,boasanya dia ngga mau kalau kita ajak,"Tanya Faiza pada Fatiya.
Keduanya turun ke bawah,dan Vivi sudah.menyiapkan minuman serta handuk kecil buat si kembar,mereka bertiga joging bukan kali ini aja,sudah sering mereka pergi,dan Vivi memang di suruh ikut oleh Dinda untuk menjaga si Kembar.
"Udah siap kan kalian,ayo berangkat keburu kesiangan nanti kita,,"
"Tunggu Abang bentar Kak,Abang mau ikut,"
Vivi hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
"Tumben mau ikut,"kata hati Vivi ,karena si kembar pernah bilang Abangnya ngga mau di ajak joging.
Ketiganya duduk di belakang,yang duduk di depan Akbar dan pak sopir.mobil pun melaju setelah semuanya komplit.
Di mobil si kembar yang banyak bicara,sedang Vivi dan Akbar hanya jadi pendengar.Akbar menengok ke belakang saat adiknya bertanya,dan tidak sengaja mata Akbar dan Vivi bertemu untuk beberapa detik.
Vivi langsung melihat ke kaca dan melihat ke luar,sedang Akbar tersenyum saat melihat tingkah Vivi.
__ADS_1
Sampai di setadion semuanya turun kecuali pak sopir,pak sopir mau cari parkiran.
Si kembar sangat bersenangat dan keduanya langsung lari.
Vivi dan Akbar langsung mengejar kembar,karena banyak orang takut mereka terpisah,Abang mengejar karena tanggungjawab pada kedua adiknya,sedang Vivi juga tanggung jawab karena sudah di beri perintah untuk menjaga kembar oleh Dinda.
Jadilah kembar berpasangan di depan,sedang Akbar berpasangan dengan Vivi,mereka lari kecil mengelilingi setadion.
"Kak,,,kita istirahat dulu yuk,,Adek cape,,"
"Iya udah ayo istirahat,,kita cari tempat yang sejuk dulu,"mereka sudah dua kali puteran makanya merasa lemas.
Mereka berempat duduk,dan mengatur nafas yang ngos ngosan.Vivi melihat keringat Akbar di wajahnya sangat banyak,dan tidak terlihat juga Akbar bawa handuk kecil.
"Apa Aden ngga bawa handuk,,?"Akbar menggeleng.
"Lupa,,karena tadi buru buru,,"sambil mengusap keringatnya dengan tangan,Vivi mau meminjami handuknya juga ngga enak,takutnya Akbar ngga mau karena bekas keringatnya dan Vivi juga berfikir tidak sopan.
"Bang,,kita mau beli itu dulu yah,"
"Apa itu,,?"
"Baso gepeng,,"karena tempat si penjyal tidak jauh hanya 4 meteran jadi Akbar membolehkanya.
"Kak Vivi mau ngga,,?"
"Ya nanti kaka nyusul,,"
Setelah kedua adiknya pergi,Akbar mengambil handuk Vivi yang ada di leher Vivi.dan Vivi sedikit kaget.
"Iih itu kena keringatku Den,jorok nanti,"
"Ngga papa,sama sama keringat ini,kamu ngga punya penyakut kulit kan,?"Vivi menggeleng sambil menjawab ngga.
"Besok besok kalau joging jangan pake baju kaya gitu,Aku ngga suka lihatnya,itu terlalu ketat,,Aku ngga mau kamu di lihatin orang,"kata Akbar sambil menatap Vivi.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih....