
Setelah ku rapikan bajuku dan juga menyisir rambutku,aku keluar kamar papah menuju dapur untuk mengambil minum.
Selesai minum aku menunggu papah di sofa yang ada di ruang tv, sambil menunggu papah keluar aku menelfon rumah, untuk mengabari mba Iis kalau aku pulang sedikit telat,saat aku sedang bicara dengan mba Iis,papah keluar dari kamar aku langsung memberi kode ke papah untuk diam, papah pun pahan dengan kodeku, lalu papah duduk di sebelahku.
Selesai menelfon aku langsung memasukan hpku ke dalam tas, lalu bilang papah kalau aku mau pulang.
"Ayy,,, Dinda pulang dulu yah, "kataku, sambil aku berdiri dari duduku.
"Temenin makan dulu dong dek, aku laper nih"
"Tapi ini dah hampir mahrib, Ayy makan sendiri aja yah, "kataku.
"Ya udah,, adek hati2 di jalan yah kalau sampai rumah kabarin, "sambil berdiri papah berkata.
Aku di antar papah sampai depan pintu, dan setelah aku berjalan ke arah lif papah pun masuk ke dalam.
Saat aku sampai di lobi ternyata aku bertemu dengan kak Hani, mau kemana ni orang jangan2 mau ke tempat papah lagi,, pikirku.
"Hay Din,, udah kencanya, gimana rasanya sama yang lebih tua, lebih enak yah,apa lebih memuaskan, "kata kak Hani setelah berhadapan denganku.
"Apa sih kak,, ngga jelas tau ngga, "kataku sambil aku berjalan, tapi baru dua langkah di tariknya tanganku oleh kak Hani.
"Eh,,, kamu itu anak kecil, ngga bakalan bisa ngalahin aku yang sudah berpengalaman dan mengimbangi mas Agung yah, badan gepeng kaya kamu tuh mana bisa bikin nafsu, pasti mas Agung ngga bakalan tergoda denganmu,"aku hanya tersenyum mendengarkan ocehan kak Hani.
"Sudah ngomngnya, maaf saya ngga ada waktu untuk mendengarkan omongan anda yang ngga ada untungnya buat saya, permisi......"kataku sambil berjalan meninggalkan kak Hani.
.
.
__ADS_1
.
POV Agung Pamuji
Setelah dia pergi aku langsung membuat makanan,karena kalau aku pesan pasti lama, sedang perutku sudah lapar, ahirnya aku masak mi instan saja biar cepat, karena ngga ada nasi aku kasih telor juga kornet agar kenyang.
Setelah matang aku langsung memakanya, saat sedang makan terdengar suara bel pintu berbunyi, ahirnya aku menghentikan makanku dan menuju pintu.
Ceklekkk....
Saat ku buka pintu ternyata Hani yang datang,"Ada apa,, ?apa ada yang penting sampai kamu datang kesini, "tanyaku.
"Pengin aja main, aku pengin mas Agung menjelaskan tentang tadi waktu siang yang aku lihat, "sambil berjalan masuk melewati aku yang berdiri di pintu.
"Sepertinya tidak ada urusanya denganmu, kenapa kamu yang ribet, "kataku.
"Kenapa mas Agung dari dulu ngga pernah ngasih kesempatan buat ku untuk menjadi kekasihmu mas, apa kurangnya aku, kita sudah lama kenal dan kita cukup dekat tapi kenapa mas ngga pernah menganggapku ada, "katanya sambil duduk di depanku.
"Maaf,, dari dulu aku menganggapmu hanya sebagai teman, tidak lebih aku lebih nyaman dengan pertemanan kita, kalau kamu masih mengharapkanku mending kita jangan bertemu lagi dan berteman lagi, "aku langsung mengancamnya karena aku juga ngga nyaman dengan ke adaan ini.
"Masss,,, kamu tega banget sih, hik.. hik.. kita sudah berteman lama, aku menyukaimu juga sudah lama, kenapa kamu jahat mas sama aku hik.. hik.. ,"aku sebenarnya kasihan denganya, tapi cinta tidak bisa di paksa, Hani adalah teman wanita satu satunya yang cukup dekat dengan aku,dia sebenarnya baik tapi karena terlalu agresif membuatku sedikit ilfil, aku menikah pun dia sampai tidak tau karena memang pas aku nikah dia sedang kuliah di luarnegri jadi dia tidak tau tentang pernikajanku. baru sebulan aku denganya bertemu itu juga karena Hani kerja di rumah sakit yang sama denganku.
"Maaf sekali lagi, tapi aku sudah mencintai wanita lain, aku sangat mencintainya dan ingin segera menikahinya, "kataku. makanku pun sudah sampai habis tidak terasa karena sambil mengobrol.
"Apa sih mas yang kamu lihat dari nya, dia hanya anak kecil yang masih labil, kamu mungkin hanya buat isenganya dia, karena kamu pasti sangat memanjakanya, setelah uangmu habis pasti dia akan meninggalkanmu mas,, "sambil mendekatiku dan duduk di sebelahku Hani bicara.
"Kamu ngga kenal dia Han, jangan asal bicara, walau umurnya masih muda tapi dia sangat dewasa, carilah pria yang baik juga yang mencintaimu, kamu cantik juga baik pasti banyak laki2 yang suka denganmu, buka hati kamu buat orang Han, jangan mengharapkan aku lagi karena aku sudah mencintai dia dengan sangat,"kataku sambil ku genggam tanganya.
Hikkk,,, hikkk,,,
__ADS_1
Hani masih saja menangis, ahirnya aku peluk untuk menenangkanya, setelah Hani berhenti menangis aku menyuruhnya untuk pulang.sebenarnya aku kasihan tapi aku pun tak mau terlalu dekat atau terlalu peduli takutnya Hani justru tidak bisa melupakan aku.
Setelah Hani pulang, aku langsung mengambil hpku untuk aku menelfon dia, sudah sampai rumah apa belum.
📲Berdering...
"Halo,, Asalamua'laikum,"kataku.
"Wa'alaikum salam, "jawabnya
"Adek,,, Dah sampai rumah belom, "
"Sudah,, dari tadi, "
"Kenapa ngga ngabarin hemmm, "
"Takut ganggu yang lagi berduaan, "kata dia.aku langsung berfikir apa tadi dia melihat Hani ke apartemenku yah.
"Kamu ngomong apa sih dek,, "tanyaku.
"Ngga ada,, cuman takut ganggu aja, "
"Tadi kamu lihat Hani datang kesini yah, dia hanya main bentar kok ngga lama ,soalnya ada kerjaan yang harus di diskusikan, "
"Ngga nanya tuh, bodo amat, "
"Adekkkkk,,,, "
Tuttttuuutttt....
__ADS_1