MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kehujanan


__ADS_3

Sekarang Aku sedang menunggu Dian yang sedang mengunci pintu. toko sudah tutup dan karyawan Dian sudah pada pulang.karena Dian tau Aku akan menjemputnya jadi tadi pagi Dian berangkat ke toko naik taxsi onlaine.


"Di,, Maaf yah Mas jemputnya pake motor,pasti dingin yah,,, "kataku saat kita sudah di motor.


"Ngga papa kok Mas,, kaya gini malah romantis, Dian jadi bisa peluk Mas,, "


"Iya juga sih,,, tapi ini mau hujan semoga kita ngga ke ujanan yah,, "sambil Aku membawa motornya sedikit cepat.


Tinggal sebentar lagi sampai rumah Dian, hujan turun dengan derasnya.


"Di kita neduh dulu yah,, "kataku sambil sedikit teriak.


"Ngga usah Mas,, kita lanjut aja,lagian baju kita juga sudah basah,,, "jawab Dian.


Ahirnya Aku tetap menjalankan motorku.dan hujan pun masih turun dengan derasnya. sampai rumah Dian kita sudah basah kuyup.


"Ayo Mas langsung masuk rumah aja,, "


"Baju Mas basah,, nanti lantainya jadi basah,, "


"Dian juga basah,, ngga papa nanti bisa di lap kan,, "


Ternyata Zara belum tidur dan melihat Aku dan Dian yang basah, Zara langsung masuk kedalam mengambilkan handuk.


"Makasih Za,, "kataku setelah Zara bemberiku handuk dan Dian juga. Zara pun bilang Iya.


Lalu Aku di suruh masuk kamar mandi yang ada di dapur, dan Dian menuju kamar Kakek, katanya mau meminjam baju kakek untuku. karena merasa sudah sangat dingin Aku pun menurut saja.


"Mas,,, ini baju buat gantinya,, "sambil mengetuk pintu kamar mandi. Aku membuka sedikit pintu kamar mandi karena Aku sudah membuka bajuku semuanya.


"Makasih,, "kataku, dan Dian mengangguk lalu pergi menuju kamarnya.


Selesai Aku membersihkan badanku dan ganti baju, Aku keluar menuju ruang depan. rupanya di sana ada Kakek.


"Malam Kek,, Maaf Saya jadi merepotkan di sini, "sambil Duduk di sofa.


"Ngga kok,, santai saja ,anggap saja rumah sendiri,, "Aku pun tersenyum.


"Ya udah Kakek mau tidur sudah malam, kalau hujan belum reda juga, sebaiknya Nak Doni menginap saja,, "

__ADS_1


"Iya Kek,,, "lalu Kakek pun pergi dan masuk kamar.


"Papah mana Mas,,,? "Dian keluar dari dapur sambil membawa secangkir minuman.dan Dian sudah berganti baju dengan menggunakan daster dan sangat pendek, di atas lutut, membuat kaki jenjangnya kelihatan dan sangat mulus.


"Baru masuk kamar, katanya mau tidur sudah malam,, "sambil mataku melihat ke kaki Dian yang putih dan mulus.


"Oh,,, nih Mas minum dulu minuman jahe hangatnya, biar di badan enak,,"sambil menyodorkanya padaku.Aku yang sedikit kaget langsung mengambilnya.


Aku pun meminumnya, dan rasanya di badan langsung hangat.


"Mas mau pulang dulu yah Di, kayanya hujan sudah berhenti, "setelah ku habiskan minuman jahenya.


"Tidur sini aja lah Mas,, ini udah malam ,"


"Ngga enak Di,, sama tetangga kalau Mas sering tidur di sini,, "sambil Aku bangun dari duduku, Dian pun ikut bangun.sebenarnya Aku takut hilaf.


Saat Dian membuka pintu, hujan turun lagi dengan derasnya.


"Tuh kan,, ujanya tambah gede, dah Mas tidur sini aja, besok pagi baru pulang,, "


"Ya,,,baiklah, Mas akan tidur di sini, di sofa aja,"sambil Aku duduk di sofa yang panjang.


"Jadi Mas suruh tidur satu kasur sama kamu, dan kita saling peluk biar ngga dingin,, iya gitu,? "Dian langsung menggeleng.


"Bu,, bukan gitu maksud Dian, Maksunya Mas bisa tidur di sofa kamar Dian, dan Dian tidur di kasur,, "


"Tetap aja Mas takut hilaf,mendingan Mas tidur sini aja, "


"Ya udah,,,kalau gitu Dian ambilkan selimut sama bantal dulu ya Mas,, "Dian masuk ke kamarnya.


"Di,, Mas mau bicara bentar dong, kamu duduk dulu, "Dian pun duduk di sebelahku sedang slimut dan bantalnya di letakan di atas meja.


"Kamu mau lamaranya yang resmi apa yang biasa aja, kalau kamu mau resmi nanti Dinda sama suaminya Mas suruh datang ke sini, dan kalau mau biasa,,hanya Mas yang akan menemui kakek untuk melamar Kamu,,? "sambil ku genggam tanganya.


"Dian sih ngga perlu yang mewah Mas, asalkan Mas serius dan mau menerima Dian apa adanya, itu sudah cukup buat Dian,, "jawabnya.


"Kalau gitu nanti Mas ajak adik untuk ikut ke sini juga, kamu ngga keberatan kalau Mas datang ke sini hanya bersama adik Mas aja,,,?"Dian menggelengkan kepalanya.


"Ngga papa,, yang penting buat Dian adalah niatnya Mas kesini untuk melamar Dian,, "

__ADS_1


"Nanti siang Mas yang antar Zara pulang sekolah, dan Mas langsung jemput Dian di toko, kita akan cari cincin untuk lamaran,, gimana,,,? "


"Dian ngikut aja,, "bicaranya Dian sambil tersenyum. Aku pun memeluknya tanda bahagia.


"Ini pipinya masih sakit ngga,? " tangan Dian menempel di pipiku. Aku menggeleng.


"Udah ngga sakit,, "sambil ku pegang tangan Dian yang ada di pipiku. kita berbalas senyum.


Dengan sedikit gerakan cepat ,bibirku sudah ku tempelkan ke bibir Dian, karena melihat senyumnya yang sangat manis.


Saat bibirku sudah menempel, tanpa Aku berusaha untuk membuka bibir Dian, Dian sudah membuka mulutnya, membuatku merasa di kasih lampu hijou, langsung saja Aku tak menyia nyiakan kesempatan ini.


Aku lum*t bibir Dian sedikit rakus, karena di luar hujan masih deras membuat suara yang keluar dari mulut kita tidak akan terdengar orang.


Karena posisi badan kita kurang nyaman, ahirnya Aku angkat badan Dian agar duduk di pangkuanku, dengan posisi kaki Dian yang mengang*ang,tanpa Aku lepaskan ciuman kita.


Gila,,, posisi begini membuat senjataku bangun dan mengeras. tanganku yang satu menekan tengkuknya dari belakang dan yang satu menggerakan pinggul Dian.


Oohhh,, ini bisa bisa senjataku mengeluarkan timah panasnya, dan bisa bisa malu ini kalau sampai celanaku basah dan harus pinjam lagi pada kakek.


Aku pun melepaskan ciumanku, dan mengusap bibir Dian yang basah olehku, dan bibirnya Dian sudah sedikit bengkak,karena Aku mainya sedikit kasar.


Setelah ku lap, Aku memeluknya, wajah Dian ada di dadaku.


"Nanti kita cari hari yang paling cepat untuk kita nikah ya Di,, Mas ngga akan kuat kalau kita sering seperti ini,, "Dian hanya mengangguk, dan masih dalam pelukanku.


Lalu setelah 10 menit kita pelukan, Dian Aku suruh turun dan segera tidur, karena ini sudah sangat malam.


Dian sudah masuk kamar ,Aku pun merebahkan badanku di sofa dan tidur.


Saat pukul 5 pagi Aku di bangunkan Dian, setelah bangun Aku mencuci mukaku, keluar dari kamar mandi di meja makan sudah ada secangkir kopi , sedang Dian sepertinya sedang memasak.


"Mas pulang dulu yah Di,, nanti pamitkan sa Kakek,, "setelah kopi di cangkir habis.


"Iya nanti Dian pamitkan,, hati hati ya Mas,, nanti Dian bawakan makanan buat Mas, kita ketemu di sekolah,, "sambil kita berjalan menuju pintu luar. Aku menggangguk sambil bilang iya,,


Aku pun menjalankan motorku setelah berpamitan pada Dian.


**Makasih atas dukungan dari kaka kaka semuanya, tentang cerita adik Doni, tapi ceritanya itu nanti setelah Doni menikah dengan Dian yah..

__ADS_1


Jangan lupa like komen, dan votenya, makasih**...


__ADS_2