MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Mengancam Papah


__ADS_3

POV Agung Pamuji


Aduh,,, aku salah bicara nih, "Ngga gitu dek,, adek adalah wanita paling cantik no 2 setelah ibunya Aku, sungguh.. "kataku yang langsung duduk di bangku sebelahnya.


"Bohonggg,, Dinda ngga percaya, "kata dia sambil membuang muka.


"Udah dong adek sayang,, ngambeknya, Hani hanya teman kerja Aku doang, ngga lebih. tadi dia ke sini ngambil berkas yang Aku tinggal di sini jadi dia ikut sekalian karena besok harus di serahkan,karena besok Aku sudah ambil cuti katanya adek pengin berduaan mumpung ibu adek ngga ada.udah yah ngambeknya, "saat sedang bicara untuk merayunya tiba2 perutku berbunyi.


Krukk krukkkk....


Dia melihatku dan aku hanya tersenyum sambil memegang perutku, memang aku sangat lapar karena tadi siang ngga sempat makan karena banyak tugas anak2 yang belum di koreksi.


Dia langsung berdiri dan mengambilkan makan untuku, saat dia menyodorkan piringnya aku menolaknya, karena aku ingin dia menyuapiku.


"Suapin ya dek, Aku lemes.. "kataku pura2 memelas.


Tanpa menjawab dia langsung menyuapiku, karena lauknya pake ayam goreng jadi dia menyuapiku memake tanganya, rasanya senang sekali di suapi olehnya.


"Adek kok bisa ke sini sore2,apa ngga ketahuan orang rumah, tar ada yang ngadu lagi, "tanyaku karena aku takut dia kena marah lagi oleh ibunya.


Dia pun menceritakan kenapa bisa keluar dari rumah dan sampai di sini. aku hanya tersenyum mendengarkan ceritanya.


"Besok gimana ,,apa kita jadi pergi, "tanyaku.


"hemmm,,, bingung, lihat besok aja, "jawabnya.


"Ya udah besok Aku jemput dimana dan jam berapa, ?"tanyaku.

__ADS_1


"Besok Dinda kabarin aja mau gimananya, "katanya lagi.


Karena kita makan sambil mengobrol, jadi nasi di piringpun habis tak tersisa, kita tadi makan sepiring berdua, setelah menyuapiku dia bergantian menyuapi dirinya.


Setelah makan kita duduk di sofa sambil nonton tv, kita juga mencari ide untuk mendapatkan restu kedua orangtuanya.


"Dek,, gimana kalau kita kawin lari aja yuk, "kataku.


"Nggaaa,! "


"Apa adek Aku hamilin aja yah, kalau sudah hamil kan pasti di restuin, "dia langsung melotot dan memukul tanganku.


"Ayy,,, kalau nyari ide yang bener napa sih, kenapa malah idenya ngaco semua,"masih dengan matanya yang melotot dia bicara.


"Kalau adek hamil duluan,Ayy mau anak kita jadi anak haram .apa ngga kasian kalau anak kita nantinya perempuan,"


"Iyaaa,,, Aku kan hanya becanda dek, Aku juga pengin nikah yang di restui orangtua adek juga orangtua Aku, biar keluarga kita nantinya bahagia selalu, "sambil ku cium tanganya dia.


POV Dinda


Karena sudah pukul 9 malam aku pun pamit untuk pulang, tapi papah kekeh ingin mengantarku sampai rumah, karena memang sudah agak malam juga ahirnya aku mau di antar oleh papah.


Di dalam mobil aku menanyakan soal kak Hani lagi, karena sangat mengganggu di pikiranku.


"Ayy,,, tadi kenapa Ayy bilang ke kak Hani,Dinda adenya Ayy, apa Ayy malu kalau bilang Dinda kekasihnya Ayy, apa Ayy memang ada rasa dengan kak Hani, "tanyaku. karena memang sedari tadi itu yang selalu ada di fikiranku.


"Adek,,, ngga gitu yah, Aku bilang kalau adek adalah adik Aku, karena kita belum dapet restu dari orang tua adek, kalau ada yang tau tentang hubungan kita takutnya ada yang bilang ke orangtua adek,kalau kita sudah dapat restu dari orangtua adek,Aku ngga bakalan sembunyiin hubungan ini,bahkan kalau adek minta di umumin biar seindonesia tau Aku akan lakuin,"aku masih diam tapi aku menganggukan kepalaku tada mengerti.

__ADS_1


"Tadi kak Hani tanya ke Dinda kalau Ayy sudah punya pacar belum, sepertinya kak Hani suka sama Ayy, "kataku lagi.


"Trus adek jawab apa, "


"Adek suruh tanya orangnya aja, Dinda ngga tau, begitu Dinda jawabnya, "


"Awas Ayy harus hati2 dengan hati dan perasaan seorang wanita, kebanyakan wanita itu selalu menggunakan hati bukan logika.misalnya niat Ayy hanya membantu tapi di salah artikan dengan mengira Ayy perhatian padanya, "kataku yang sok bijak, sedang papah hanya tersenyum.


"Pinter sekali ini kesayangnya Aku, belajar di mana istilah kata begitu, ?"sambil mengusap kepalaku papah bertanya.


"Ihhh,,, ini serius tau Ayy,, pokoknya Ayy jangan terlalu dekat dengan kak Hani, kalau sampai Ayy ketahun macam2 di belakang Dinda awas aja, Dinda bakalan ninggalin Ayy selamanya! "aku sedikit mengancam papah.


"Iya,, Aku janji,,, udah yah jangan fikirkan yang macam2,adek harus percaya dengan Aku kalau Aku ngga main2 dengan perasaan ini, Aku benar2 cinta dan sayang sama adek, "


Setelah 30 menit ahirnya sampai juga di komplek perumahan ibu, aku sengaja minta di turunkan agak jauh dari rumah ibu, takutnya pak Udin melihat aku di antar papah.


Sebelum turun aku mencium tangan papah, sedang papah mencium keningku.


"Ayy hati2 di jalan yah, "kataku.


"Iya,,, jangan tidur terlalu malam, besok kalau kita jadi pergi Aku sudah punya rencana mau ajak adek ke suatu tempat, "


"Serius Ayy,, ya udah adek pulang dulu, dahhhh..... "lalu aku keluar dari mobil papah.


Aku turun dari mobil papah dan berjalan menuju rumah ibu.


Trimakasih buat kaka kaka semua yang ngasih like dan komentarnya, jangan lupa vote nya juga yah kak, 😊😊

__ADS_1


Alhamdhulilah gambar profil ku baru, di ganti sama noveltoon, 😘😘


__ADS_2