MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kakinya Sakit Lagi


__ADS_3

"Mas,, kamu mau ngapain,, jangan macam macam yah,, "kataku sambil merapatkan kakiku.


"Kan mas bilang tadi,, ini Mas sudah berdiri, coba nih pegang,, "sambil mengarahkan tanganku ke pada daging lunak yang bisa jadi keras itu.


"Apa an sih Mas,, ini bukan di kamar loh, nanti kalau ada yang masuk gimana,,? "Lalu Mas Hendra berjalan ke pintu dan menguncinya.


"Udah Mas kunci, jadi ngga usah alasan lagi,, "kata Mas Hendra sambil menarik ce**na da**mku. karena Aku memakai baju dres membuat Mas Hendra dengan mudah menariknya.


"Mas,, takut ada yang dengar,ngga usah yah, nanti di kamar aja bagai mana,,? "sambil Aku merapatkan kakiku tapi Mas Hendra langsung menahannya.


"Ngga akan ada yang dengar, karena ruangan ini pun kedap suara, udah yah jangan banyak bicara,, "sambil mengangkat bajuku ke atas dan yang tersisa sekarang hanya pembungkus dadaku.


Mas Hendra dengan sangat tidak sabaran langsung menciumi pa*aku bergantian dengan rakusnya, lalu ciumanya sampai di inti tubuhku, Aku yang tadinya menahan jangan sampai meloloskan suara, ahirnya keluar juga.


"Aaahhh,,, Masss,,, "sambil ku cengkram rambutnya. Posisi Mas hendra duduk di bangkunya, sedang Aku duduk di meja menghadap Mas Hendra.


Lidah Mas Hendra bemain di Inti tubuhku dengan menusuk nusuknya ke dalam. dan sesekali menjilatinya.


"Masss,,, uuuhhh,,,, "kataku saat jari Mas Hendra ikut bermain di inti tubuhku.


Lalu karena permainan jari Mas Hendra dengan lidahnya di inti tubuhku sangat nikmat, membuatku merasakan kelikmatan, Aku pun berteriak dan menekan kepala Mas Hendra ke inti tubuhku.


Setelah itu badanku Ambruk di atas meja karena habis melakukan pelepasan. Dengan nafas yang memburu Aku pun memejamkan mata.


Setelah memberiku waktu 5 menit, Mas Hendra lalu membuka celananya. setelah itu mengangkatku agar Aku duduk di bangkunya,karena mejanya cukup tinggi membuat Mas Hedra kesusahan kalau posisinya Mas Hendra berdiri. lalu kakiku di bukanya sehingga dari inti tubuhku terlihat dengan jelas, rasa malu pun sudah tidak Aku rasakan.


Lalu Mas Hendra memposisikan kepunyaanya yang sudah berdiri tegak dengan cukup panjang. Mas Hendra dengan pelan memasukanya, setelah masuk Mas Hendra mendiamkanya sebentar dan setelah itu baru menggerakanya.


Rasanya seperti mentok di dalam saat Mas Hendra mendorongnya terus. setelelah itu gerakan Mas Hendra lebih sedikit cepat,Aku yang takut kakinya Mas Hendra belum kuat,Aku menyuruhnya ganti posisi aja. Aku mengajaknya pindah di sofa aja yang sedikit lega.

__ADS_1


Sekarang Aku yang di atas, tapi Aku tidak menghadap Mas Hendra, Aku memunggunginya. dan kakiku naik ke sofa. (kalian bayangin sendiri yah, Aku ngga usah jelasin ditail)


Mas Hendra berteriak keenakan setiap kali pinggulku naik turun, begitu juga Aku rasanya sungguh nikmat.


"Sayangggg,,,,, Mas udah ngga tahan,,,"lalu Mas Hendra pun menukar posisi.


Mas Hendra sekarang yang sudah di atas memimpin permainan.


"Mass,, pelan pelan saja, kakinya takut sakit loh,, "kataku saat Mas Hendra mulai menggerakan pinggulnya.


"Iya Sayang,,, Mas akan pelan,," sambil memegang pundaku.


Lalu Mas Hendra pun dengan pelan menggerakanya,tapi lama lama gerakanya makin cepat, dan sampai ahirnya Mas Hendra dan Aku sama sama sampai puncak kenikmatan,


Mas Hendra lalu mencabut miliknya dan menjatuhkan badanya ke sofa, Aku melihat wajah Mas Hendra yang sedikit pucat ,dan seperti menahan sakit, Aku menegakan badanku lalu bangun menuju kamar mandi, Setelah dari kamar mandi untuk bersih bersih Aku langsung melihat ke Mas Hendra.


Mas Hendra kakinya sudah di naikan ke sofa, dan Mas Hendra sambil mengusap usapnya.


"Hemmm,,, "sambil mengngguk.


Lalu Aku memakai bajuku dan celanaku, setelah itu Aku keluar menuju kamar untuk mengambil obat penghilang sakit.


"Minum obatnya dulu nih Mas,, "Aku menyodorkan obat juga air minum.setelah Aku mengambilnya dari kamar.


Mas Hendra langsung meminumnya, setelah itu Mas Hendra memejamkan matanya dan kepalanya di tidurkan di pinghiran Sofa, sedang Aku mengusap kakinya dan mengolisinya dengan crem kusus dari dokter.


"Maaf,,, Mas belum maksimal,,, "


"Kamu tuh Mas ngomong apa sih,, udah jangan di bahas, mendingan diam dan istirahat dulu biar kakinya ngga sakit lagi,, "

__ADS_1


Aku melihat Mas Hendra yang tergolek lemas ,rasanya kasihan sekali. Aku mengerti dengan perkataanya minta Maaf, membuatku merasa sedih.


Lalu Aku membatu mengelap daging lunaknya yang tadi membuatku merasakan nikmat, Aku mengelapnya dengan tisu basah dan kering, Aku seperti sedang mengelap bayi yang habis pup. setelah bersih Aku memakaikan celananya Mas Hendra.


Mungkin karena minum obat membuat Mas Hendra pun tertidur. lalu Aku melihat pekerjaanya yang masih cukup banyak, sambil menunggu Mas hendra bangun Aku pun membantu pekerjaanya yang belum selesai.


Satu jam sudah Aku di depan komputer, Aku sedikit kaget saat ada yang mengusap rambutku, saat Aku mendongakan wajahku ternyata Mas Hendra yang sudah bangun.


"Udah bangun,, gimana kakinya apa masih sakit,,? "Mas Hendra menggeleng.


"Sudah lebih baik,, makasih sudah bantuin,,"Aku hanya tersenyum.


"Sinih Mas yang akan selesaikan, kamu istirahat di kamar saja gih,, "Sambil menyuruhku bangun.


"Ngga ah,, Dea di sini aja temani Mas,, "sambil ku cium pipinya, saat kita berdiri saling hadapan. Mas Hendra pun tersenyum.


"Ya udah Mas lanjut memeriksa ini dulu yah,, "sambil menujuk ketumpukan map. Aku pun mengangguk dan Aku ke arah sofa.


Aku duduk di sofa sambil mememainkan hpku, dan lama kelamaan pun mengantuk, dan Aku pun tertidur.


Aku terbangun saat pipiku ada yang mengusapnya, dan Aku pun membuka mataku.


"Makan siang dulu yuk,, nanti lanjutin tidurnya,, "Aku pun mengangguk sambil mengucek mataku.


Lalu Aku dan Mas Hendra pun keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk makan siang.


**Maaf kalau ada typo,, dan maaf kalau kurang puas...


Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih..

__ADS_1


Dan jangan lupa mampir ke ceritaku yang baru, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.


__ADS_2