MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Perkataan Mas Hendra Menyakitiku


__ADS_3

Mas Hendra menariku ke kamarnya dan langsung membawaku ke sofa.


"Duduk dan diamlah, kita turun bersama setelah Saya ganti baju,, "Aku hanya mengangguk.


Lalu Mas Hendra menuju lemari mengambil baju, sedang Aku melihat sekeliling kamar Mas Hendra.


"Mas,, kamu kok ganti baju di sini sih, di kamar mandi sanah,, "kataku sambil menutup mataku dengan kedua tangan.Mas Hendra dengan ngga tau malu memakai ****** ***** di depanku, ya walau pun Mas Hendra membelakangiku tapi kan rasanya aneh.


"Ngapain di kamar mandi sih,, udah Nanti juga kamu terbiasa, ngga usah kaget gitu,, "jawabnya.


"Udah,, buka itu tanganya, Saya sudah selesai pakai bajunya,, "Aku yang ngga percaya masih tetap menutup mataku.


Tiba tiba ciuman mendarat di keningku.


Cup,,,


Lalu Aku membuka mataku, dan saat mata ini langsung melihat,terlihatlah senyuman yang sangat manis dan wajah yang sangat tampan ,yang ada di depanku dengan sangat dekat. Mataku pun melihat tanpa berkedip kearahnya, entah dapat keberanian dari mana tiba tiba Aku mendekatkan bibirku ke pada bibir Mas Hendra,dan mengecupnya. Saat Aku akan memundurkan kepalaku, tangan Mas Hendra dengan cepat menahan leherku dari belakang, dan menariknya agar mendekat lagi.


Saat binir Mas Hendra dengan bibirku sudah menempel, Mas Hendra langsung melu*mat bibirku dengan rakusnya, tanganku yang tadinya untuk mendorong dan menahan badan Mas Hendra, sekarang malah tanganku meremas baju Mas Hendra.


Aku pun ahirnya menikmati ciuman Mas Hendra yang sedikit kasar, rasanya sungguh berbeda, mungkin karena kita sama sama sudah menginginkan lebih tapi kita juga masih ada batasan karena belum menikah.


Kami pun ahirnya saling menikmati ciuman kita, dengan saling melu*at bibir.


Tokkkk,, Tokkk,,


"Hendra,,,, Ayo keluar, kita makan malam dulu,, "kita yang kaget langsung melepaskan ciuman kita, dan Mas Hendra langsung mendekati Ibu yang berdiri di pintu, sedang Aku langsung membuang mukaku karena Aku mengelap bibirku yang basah karena ulah Mas Hendra yang menciumku dengan rakusnya.


"Iya Mah,,, "sambil langsung berjalan mendekat pada Ibu.


"Dea ayo kita makan,, "Aku pun tersenyum sambil menganggukan kepalaku, dan langsung bangun dari duduku dan mendekat pada Ibu dan Mas Hendra yang berdiri di dekat pintu.

__ADS_1


Lalu Ibu menggandeng tanganku dan turun ke bawah,kita bertiga langsung menuju meja makan, Aku duduk bersebelahan dengan Mas Hendra sedang Ibu duduk di depanku.


"Mas mau pakai sambal ngga,,? "tanyaku saat sedang mengambilkan nasi di piring Mas Hendra.


"Mau,, tapi dikit aja yah,"Aku pun menurutinya, Aku menyiapkan makan untuk Mas Hendra karena Aku sudah terbiasa meladeninya saat kita makan bersama.


Lalu saat Aku menaro piring di depan Mas Hendra, mataku tak sengaja melihat ke arah Ibu, dan Ibu sedang tersenyum melihat ke arahku. Aku yang di tatap Ibu seperti itu pun jadi salah tingkah.


"Hen,, sepertinya pilihan kamu ini benar benar tepat, orangnya pintar memasak dan bisa melayani kamu dengan baik,, "Aku hanya tersenyum malu.


"Iya dong Mah,pilihan siapa dulu, "sambil menatapku.


Setelah Ibu dan Mas Hendra memujiku, justru Aku menjadi salah tingkah sendiri.


Lalu kita pun makan dengan tenang,setelah makan kita bertiga berkumpul di ruang keluarga sambil mengobrol.


"Dea udah putusin belum mau menikah di mananya,,? "tanya Ibu sambil menggenggam tanganku.


"Ibu sih setuju aja,, yang penting kalian menikah,, Oh iya Ibu punya hadiah untuk kamu,, tungghu yah Ibu ambil dulu di kamar,, "Aku hanya mengangguk. Ibu pun pergi ke kamarnya.


"Kenapa pengin nikahnya di kampung, kenapa ngga di sini ajah,,? "tanya Mas Hendra.


"Dea pengin nikah di rumah Dea sendiri, biar orang kampung tau kalau Dea menikah.dan saat nanti Mas ke kampung, orang pun sudah tau kalau Mas itu Suami Dea,, "kataku.


"Bukan karena ingin membalas sakit hati pada suami kamu,,? "Aku langsung menatap ke Mas Hendra dengan tatapan tajam.


"Maksud kamu apa Mas bicara seperti itu,,? Dea sama sekali ngga punya fikiran sedikitpun untuk membalas perbuatanya, karena Dea sudah ngga peduli lagi padanya,, !"sedikit emosi Aku berbicaranya.


Saat Mas Hendra mau bicara Ibu datang, Ibu datang sambil membawa kotak berwarna merah.


"De,, ini buat kamu,, ini adalah hadiah dari Ibu karena kamu mau menjadi menantu ibu,, "sambil memberikan kotaknya padaku.

__ADS_1


"Ibu,, ngga usah repot repot,, ini terlalu mahal Bu,, Dea ngga,, ngga pantas mendapatkanya,, "saat ku lihat ternyata satu set perhiasan dan sangat bagus, pasti itu sangat mahal.


"Kamu harus terima, Ibu sangat senang dan bahagia karena kamu mau jadi menantu Ibu,, "


Ahirnya Aku pun menerimanya, Aku ngga enak sama Ibu kalau sampai menolaknya, karena takutnya Ibu akan kecewa dan jadi fikiran, nantinya malah jadi penyakit.


Sekitar jam setengah 10 Aku pamit pulang karena sudah malam, dan saat Mas Hendra mau mengantarku, Aku menolaknya, karena perkataanya yang tadi sangat menyinggungku, membuatku masih kesal.


Tapi Ibu ngga membolehkan Aku pulang sendiri dan Mas Hendra matanya pun sudah dengan tajamnya menatapku. Ahirnya Aku pun menyetujuinya untuk di antar.


Sampai di mobil kita tetap saling diam, ngga ada yang mau bicara dulu, Aku selalu melihat ke arah luar kaca mobil.


"Maaf,, "Aku mendengar Mas Hendra mengatakan Maaf, tapi Aku pun pera pura ngga dengar, mataku tetap melihat ke luar.


Lalu Mas Hendra mengambil tanganku,saat Aku akan menariknya, pegangan tangan Mas Hendra makin kencang.


"Maaf,, Saya ngga bermaksud menyinggung mu,, Saya minta maaf,,"sambil mencium tanganku.


Air mataku tiba tiba mengalir,, sungguh rasanya hatiku sangat sakit saat Mas Hendra mengatakan Aku yang ingin menikah di kampung hanya untuk balas dendam sakit hatiku, karena Aku ngga punya sedikit pun fikiran untuk membalasnya.


Aku masih tetap diam dan ahirnya kita sampai di kos kosanku, Aku langsung turun dan berjalan cepat masuk ke dalam kos kosan.


Sampai di depan pintu Aku langsung membuka kunci dan langsung masuk. Saat Aku akan menutup pintu Aku sedikit kaget karena Mas Hendra rupanya sudah ada di belakangku.


Aku hanya membiarkanya saja dan Aku juga tidak memperdulikanya.saat Aku akan menuju meja untuk meletakan tasku, dari belakang Mas Hendra memeluku.


"Jangan diamkan Saya,, karena Saya ngga mau dan ngga suka. Saya benar benar minta maaf, bukan bermaksud nyakitin kamu,karena Saya takut kalau kamu hanya memanfaatkan Saya, Saya benar benar takut dengan hal itu karena Saya benar benar mencintai kamu dengan tulus,, "


Maaf kalau ada typo..


Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2