
Zara yang mendengar pertanyaan Dea langsung meraba bibirnya. Zara untungnya langsung bisa berfikir cepat.
"I,, ini Bun, tadi bibir Zara kejatuhan buku dari rak buku saat mau ambil, ya gitu Bun,, udah ya Bun Zara mau ke kamar mau istirahat,, "Dan Zara langsung berjalan cepat masuk ke kamarnya.karena takut Dea ngga percaya.
Sampai di kamar Zara lalu mendekati kaca dan melihat ke bibirnya, dan ternyata memang bengkak.
"Semoga Bunda ngga curiga atau berfikir yang macem macem,, aduhh kenapa gede ginih sih nih bibir,, harus di apain yah biar cepet kempes,, "Zara bicara sendiri di dalam kamarnya.
Lalu Zara mencari cara untuk membuat bibirnya kempes di mbah google.setelah menemukan caranya Zara langsung mengikuti perintah mbah google.
" Kalau nanti makan malam masih bengkak, bisa bisa introgasi nih oleh Papah dan oma,, semoga kempess,, "Zara menggrutu sendiri.
Setelah agak kempes Zara lebih sedikit tenang. dan Zara lalu merebahkan badanya untuk tiduran, tapi tak terasa Zara rupanya tertidur.
Hendra pulang bersama Rizki, dan langsung menuju ruang kerja Hendra yang ada di rumahnya.
"Yang bikinkan kopi dua yah,, buat Mas dan Rizki, nanti bawa ke ruang kerja Mas,, "setelah mencium kening Dea yang sedang di ruang keluarga bersama kembar dan pengasuhnya.
"Iya Mas,, "jawab Dea, lalu Dea ke dapur untuk membuat kopi kesukaan suaminya.
"Ki,, kamu besok bisa ngga ke Singapura 3 hari, mewakili Saya untuk menghadiri acara peresmian anak cabang perusahaan ,,?"saat sudah di dalam ruang kerja Hendra.
"Aduh Bos,kenapa ngga Bos aja sih yang pergi, saya ngga enak,, "
"Ngga enak gimana sih ini perintah,, dan sekalian kamu temani Zara untuk memilih kampus yang menurutnya dia suka dan harus bagus juga,, "Rizki antara senang dan bingung, bingungnya karena katanya Zara mau kuliah di Amerika.
"Katanya Zara mau kuliah di Amerika Bos,, "
"Kok kamu tau kalau Zara mau kuliah di Amerika, kayanya saya ngga pernah bilang ke kamu,, "Rizki yang keceplosan langsung bingung.
__ADS_1
"Oh,, i, itu kemarin Saya pernah tanya ke Zara mau kuliah dimana nanti, trus Zara jawab katanya di Amerika,"sedikit grogi dan takut yang di rasa Rizki.
"Oh gitu,, iya saya tadinya ingin Zara kuliah di Amerika, tapi Dea dan Oma ngga ngebolehin,katanya kejahuan dan takutnya di sana kenapa kenapa, namanya Zara perempuan takut pergaulanya ngga bener gitu kan,, "Rizki hanya menganggukkan kepalanya saja.
Dalam hati Rizki berteriak kesenengan, karena besok mau pergi dengan Zara ke singapura dan Zara tidak kuliah di Amerika, karena selain jauh ongkos kesana sangatlah mahal pastinya.
Dea datang dengan membawa dua cangkir kopi untuk Hendra dan Rizki, setelah itu Dea pun keluar lagi.
"Ki,, ini berkas yang harus kamu bawa ke singapur, dan kamu juga harus jelaskan semuanya,, "Rizki terus mendengarkan yang Hendra terangkan untuk nanti di kantor cabang yang di singapur.
Sampai tak terasa sudah jam 8 malam. Dea lalu memanggil Hendra dan Rizki untuk makan malam bersama.
Rizki dan Hendra keluar dari ruang kerja Hendra, dan mereka berdua langsung menuju meja makan, baru ada Dea dan Oma, sedang Zara belum ada.
"Yang,, Zara mana kok belum ada,,? "
"Lagi di panggil oleh emba Mas,, "
"Malam semuanya,, "kata Zara.
Zara lalu duduk dan saat akan mengambil nasi Zara baru lihat Rizki, Zara langsung bangun dan berlari untuk ke kamar lagi.
"Sayang kamu mau kemana,,?"tanya Bunda.
"Mau ganti baju,,, "teriak Zara, saat itu Rizki menatap Zara hanya sekilas karena ada orang tua Zara makanya ngga berani melihatnya untuk lama lama,Zara hanya memakai celana pendek di atas lutut dan baju tengtop, jadi Zara merasa malu. Rizki padahal sangat suka karena melihat kaki dan pundak Zara yang mulus.
Zara datang lagi dan sudah ganti baju, memakai kaos dan celana selutut.
"Kenapa ganti baju sayang,,? "tanya Oma.
__ADS_1
"Ngga papa Oma,, tadi Zara ngerasa dingin,jadi Zara ganti baju,, "
Zara lalu mulai makan, dan Zara makanya sangat pelan, karena Rizki selalu melirik ke arahnya, dan membuat Zara ngga enak untuk membuka mulutnya terlalu lebar.
"Bibir kamu udah sembuh sayang,,? "tanya Bunda pada Zara, dan Zara langsung terbatuk.
Hukkk,,, hukkk,,
"Pelan makanya,, ini minum dulu,, "sambil Dea memberikan gelas pada Zara dan Zara langsung meminumnya.
"Emangnya bibir Zara kenapa Yang,,? "tanya Hendra.
"Tadi siang bibir Zara kaya bengkak gitu Mas, kata Zara kejatuhan buku dari rak buku saat di toko buku tadi, "Rizki yang dengar hanya diam,dia takut untuk melihat ke Zara karena Rizki langsung faham kalau bibirnya Zara bengkak itu ulahnya.
"Udah sembuh kok Bun, tadi Zara kasih obat,,"
"Kok bisa kejatuhan buku si sayang, kamunya lagi apa,, "
"Lagi ambil buku Oma,, karena tinggi dan susah Zara jadi kejatuhan bukunya,,"
"Makanya besok besok harus hati hati, untung ngga luka, kalau luka kan lebih sakit,, "Zara hanya mengangguk.
Mata Zara dan Rizki tiba tiba bertemu,dan saling tatap, Zara dengan tatapan yang sadisnya, sedang Rizki tatapan dan sambil tersenyum dengan manisnya.
Acara makan malam pun selesai, Hendra lalu bilang bada Zara dan semuanya kalau Hendra memutuskan Zara untuk kuliah di singapura aja, semuanya setuju dengan keputusan Hendra dan begitu juga Zara.
"Dan besok ahir pekan Zara ikut Rizki ke singapura untuk memilih kampus mana yang Zara mau, karena Rizki besok mau ke singapura jadi biar sekalian aja mereka pergi bersama, "
Zara langsung mengangguk, sedang Rizki terlihat senang.
__ADS_1
Jangan Lupa like komen dan votenya, trimakasih..