
Hendra yang memang Ayah kandungnya, Darahnya cocok dengan Darah Zara, Hendra di ambil dua kantong darah dari badanya untuk Zara.
Sedang darah Rizki tidak cocok dengan darah Zara, jadi Rizki tidak bisa memberikan darahnya untuk Zara.
Dokter langsung memasukan darah Hendra ke badan Zara. Hendra yang merasa lemas hanya bisa duduk dan menunggu kabar dari Dokter.
Zara ternyata belum juga melewati Mas kritisnya, membuat Hendra, Dea dan Rizki merasa takut juga was was.
Jam sudah menujukan pukul 12 malam, mereka bertiga masih sabar menunggu .
"Mas,, kamu terlihat pucat, sebaiknya kita pulang aja dulu yuk, kamu harus istirahat, "Kata Dea yang duduk di sebelahnya Hendra.
"Ngga,, Mas ingin tetap di sini, Mas ingin menemani Zara,, pasti dia sangat takut dan kesakitan,, "
"Tapi Mas juga butuh istirahat, Mas terlihat pucat, kalau Mas tetap memaksa, takutnya Mas jadi ikut sakit,, "
"Iya Pak, biar Zara di sini saya yang jaga, kalau ada apa apa pasti saya akan langsung kabari Bapa,, Bapa terlihat pucat,, "
"Mas,, kalau nanti Zara sadar dan melihat Mas juga sakit, pasti Zara akan merasa sedih, jadi Mas sekarang lebih baik pulang dulu dan istirahat,agar saat nanti Zara sadar Mas bisa menemaninya,,"Saat Hendra akan menjawab Suster keluar dari ruang UGD tempat Zara di rawat.
"Bapa Ibu,, pasien sudah melewati masa kritisnya, jadi sekarang pasien bisa di pindahkan ke kamar rawat, "Mereka bertiga langsung mengucap sukur.
Rizki langsung pergi ke bagian administrasi untuk memesan kamar rawat yang paling nyaman dan tentunya mahal.
Setelah satu jam, Zara sudah di pindahkan ke kamar rawat, Ahirnya Hendra dan Dea pulang, dan Rizki yang menjaga Zara, untungnya di mobil Hendra ada baju dan celana, jadi bisa buat ganti Rizki sementara untuk malam ini.
Rizki sekarang sedang duduk di dekat Zara setelah tadi ganti baju di kamar mandi. Rizki mengambil tangan Zara yang tidak di pakai selang infus,lalu menciuminya.
__ADS_1
"Sayang,, maafin Abang yang tidak bisa menjagamu dengan baik, cepatlah bangun agar Abang merasa lebih tenang,"Kata Rizki dengan lirih.
Tak terasa sudah jam 3 pagi, Rizki yang dari tadi tidak tidur ahirnya tertidur sambil duduk, dan kepalanya di letakan di pinggir ranjang.
Rizki terbangun saat ada suster masuk dan akan memeriksa Zara, saat Rizki melihat jam ternyata sudah jam 8 pagi.
"Maaf pak mengganggu, saya ingin memeriksa pasien dulu,, "
"Oh iya Sus silakan,, "Rizki lalu bangun dari duduknya, dan melihat suster memeriksa.
"Gimana keadaan Zara sus,,? "
"Sudah jauh lebih baik,, tinggal menunggu sadarnya saja,, "
"Iya sus,, terimakasih,, "Lalu suster pun pergi.
"Gimana keadaan Zara Ki,,?"
"Suster tadi habis memeriksa, sudah banyak kemajuan,,tinggal menunggu Zara sadar saja, "Hendra mengangguk, sedang Dea sudah duduk di dekat Zara.
Hari ini hari libur, jadi Hendra tidak ke kantor.
"Ki kamu ikut saya, dan Zara biar Istri saya yang akan menjaganya, "Rizki yang sudah paham dari perkataan Hendra langsung menjawab Iya.
Lalu Hendra dan Rizki pun pergi bersama, sedang Zara di temani oleh Dea. Hendra dan Rizki rupanya pergi menuju markasnya,dan Hendra ingin tau siapa yang menyuruh mereka untuk mencelakai anaknya.
Sampai di markas, Keduanya langsung turun dari mobil, dan langsung masuk.
__ADS_1
"Dimana mereka,,? "Tanya Hendra pada anak buahnya.
"Ada di ruang bawah Bos,, "Lalu Hendra dan Rizki langsung turun ke lantai bawah tanah.
Di ruangan itu, semuanya di ikat kakinya dan tanganya, lalu Hendra dan Rizki mendekati mereka tanpa kata Rizki langsung memukuli laki laki yang menusuk Zara dengan pisou di punggung atasnya.
"Rizki setop,, dia bisa mati kalau kamu pukuli seperti itu,, "Hendra berkata sambil menarik Rizki agar berhenti, karena pria itu sudah terkapar tidak berdaya dengan wajah yang berlumuran darah.
"Biarkan dia mati di tanganku Bos, dia yang menusuk Zara, "tangan Rizki mengepal lagi.
"Jangan buat dirimu jadi seorang pembunuh, "Hendra menarik Rizki agar menjauhi orang yang sudah terkapar itu.
"Urus Dia,, jangan sampai mati, "Hendra menyuruh anak buahnya untuk mengobati orang yang tadi di hajar Rizki.
"Kalian sudah tau siapa yang menyuruh mereka,,? "Hendra bertanya lagi ke pada anak buahnya.
"Belum Bos, mereka tidak mau bilang,, "jawab Si anak buah.
Hendra lalu mendekati para penjahat itu, dengan tenang Hendra bertanya.
"Kalian sepertinya hanya anak buah yang tidak di butuhkan lagi oleh Bos kalian,dan bagi Bos kalian sepertinya kalian sudah tidak berguna lagi, buktinya tidak ada tanda tanda mereka mencari kalian, kalau kalian mati justru Bos kalian yang senang, karena dia justru merasa aman.tapi keluarga kalian lah yang akan merasa kehilangan, apa kalian tidak memikirkan ayah, Ibu dan kalau kalian sudah menikah apa kalian tidak kasiah dengan istri dan Anak kalian, Saya juga punya anak buah, tapi kalau mereka ada apa apa saya langsung mencari mereka, karena mereka juga punya keluarga ,"para penjahat diam.
"Saya tau kalian itu sudah di sumpah dan untuk setia, tapi kalau Bos kalian memang benar benar menghargai kalian, kalau Bos kalian saja ngga mau mencari kalian untuk apa kalian membelanya,, kalau sampai kalian mengatakan siapa Bos kalian, saya akan bebaskan kalian,, dan saya akan bebaskan kalian nanti saat Bos kalian masuk penjara, saya tidak sebaik yang kalian fikir, tapi saya masih punya hati dan tidak ingin menggunakan kekerasan, saya suka dengan yang halus tapi mematikanya langsung, Bagai mana,,? "
"Tapi kalau kalian tidak mau memberi tau siapa Bos kalian, kalaian akan tetap di sini dan tidak di beri makan, lama lama kalian akan mati, dan Bos kalian di luar sana justru tersenyum bahagia,,, "Si penjahat saling lihat dan memberikan saling kode dengan mata. mereka.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1