
"Saya ke sini ingin mengambil anak Saya,, dan Saya adalah Ayah biologisnya jadi saya berhak mengambil nya,,, tapi kalau Dian menikah dengan Saya maka Zara akan tetap di sini kita bisa hidup bahagia bersama"
"Kamu bilang anak,, anak yang mana,, anak yang saat mau lahir ke dunia tapi Ayahnya yang malah justru meninggalkan Ibunya yang sekarat,itu yang di maksud dengan Ayah bilogis,, manusia yang tidak punya perasaan dengan seenaknya dan sekarang datang akan mengambilnya,,dan jangan harap saya akan menuruti kemaun anda, dasar manusia ngga tau malu,"Kakek masih dengan nada tinggi.
"Pak,, sabar dulu jangan marah marah tidak baik untuk kesehatan Bapa,, "Aku pun mendekat ke Dian dan Kakek.
"Maaf Sebaiknya kita bicarakan dengan kepala yang dingin, kita duduk aja dulu,, kalau dengan seperti ini terus tidak akan ada damainya"kataku lagi.
"Di bawa Papah ke sofa,, biar duduk dulu,, "Dian pun mengangguk, dan menggandeng kakek ke sofa.
"Sebaiknya kita bicarakan masalah ini baik baik, kita cari solusi yang sama sama enak,, anda ingin bertemu dengan anak anda kan,, kalau caranya seperti ini dan mengajak ribut, Zara justru tidak akan simpati pada anda justru Zara akan membenci anda, silakan duduk dulu,,, "
"Saya ngga butuh nasehat anda,, "sambil menujuku.
"Terserah kalau anda tidak sependapat dengan kata Saya, tapi sebaiknya kita bicarakan baik baik,, silakan duduk dulu,,, "Sambil Aku menujuk ke sofa.
Ahirnya Papah Zara mau juga duduk.
"Silakan anda bicara dulu maksud kedatangan anda kesini, dan tolong nada bicaranya di perhalus kita harus hormati orang yang lebih tua,, "
"Saya kesini dengan tujuan akan mengambil anak Saya,, karena Saya adalah Ayah biologisnya,, sudah cukup selama ini Zara di asuh di sini saya sebagai seorang Ayah juga ingin mengasuhnya dan mengurusnya,, "
__ADS_1
"Tidak akan Saya izinkan,," kata kakek.
"Maaf bukan saya ikut campur dalam urusan ini, Saya hanya ingin membantu menyelesaikanya, begini Saya akan tanya pada anda, kenapa baru sekarang anda datang dan ingin mengurus Zara ,kenapa tidak dari dulu saat Zara masih kecil yang masih butuh sosok seorang Ayah,, "
"Saya dari dulu tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan Zara, bahkan saya ingin melihatnya pun tidak boleh, dan mereka membawa Zara pindah ke kota ini sampai ahirnya saya baru beberapa bulan ini menemukan mereka,,, "
"Pasti mereka punya alasan tertentu yang membuat mereka tidak mengizinkan kamu bertemu Zara, dan sekarang kita bisa tanya pada mereka alasanya,, biar kamu bisa tau kenapa kamu tidak boleh melihat Zara,, "
"Di, katakan saja apa yang membiat kamu dan kakek membawa Zara dan tidak membolehkan dia tidak boleh menengoknya, "
"Karena Dian takut Zara akan di sia siakan seperti adiku, adiku saja yang mau melahirkan Zara sampai di biarkan saja, tanpa dia pedulikan,, "
"Anda sudah dengar alasanyakan,, sekarang anda jelaskan kenapa bisa sebagai seorang Suami tega melihat istrinya yang mau melahirkan justru di sia siakan,, "
"Bapak silakan kalau mau mengatakan sesuatu untuk Papahnya Zara, ya bagai manapun memang dia adalah Ayah bilogisnya, jadi dia juga berhak bertemu anaknya, dan Bapak sudah mendengar sendiri kalau dia mengaku salah dan meminta maaf, jadi apa tidak sebaiknya di maafkan saja, biar tidak Ada permusuhan lagi, "
"Baik,,, Saya akan memaafkan kamu,, mungkin memang takdir anaku dari Tuhan sudah begitu, tapi Saya tidak akan mengizinkan Zara di bawa olehmu, kamu bisa mengunjunginya dan membawanya jalan, tapi tidak untuk kamu bawa pulang,,Biarlan Zara ada di sini untuk mengganti anaku yang telah tiada,,, "
Papah Zara hanya diam, dan sepertinya dia sedang berfikir.
"Oh iya,,, satu lagi kamu jangan harapkan Dian lagi, karena Dian akan segera menikah dengan pria yang sangat baik dan bertanggung jawab,dan pria itu yang ada di depanmu,, "Aku tersenyum senang karena mendapatkan pujian dari calon mertua.
__ADS_1
"Iya Saya sudah tau,dan Saya rasa juga dia orang yang bertanggung jawab,, "
"Oh bagus kalau kamu sudah tau,, jadi gimana keputusan kamu,,,? "
"Baik,, saya terima dengan persaratan dari Bapak,, dan apa Saya boleh bertemu Zara sekarang,,? "Kakek pun mengangguk. lalu Dian di suruh memanggil Zara ke dalam.
Setelah Zara dan Dian duduk di dekat Kakek, dan adiku duduk di sebelahku,, kakek pun mulai bicara.
"Zara,,, dari dulu Zara selalu bilang ingin bertemu Papah Zara kan,, "zara pun mengangguk.
"Zara masih ingin bertemu denganya,, "Zara mengangguk lagi.
"Zara lihat pria yang ada di depan Zara itu,, "Zara pun memandang ke depan. "Dia adalah Papah Zara,, keinginan Zara sudah terkabul sekarang ,dan sekarang Zara bisa memeluk Papah Zara,, "Zara pun menangis.
"Zara hanya ingin lihat saja kek,, seperti apa Papah Zara ,untuk memeluknya Zara ngga mau, karena Zara ngga mau punya Papah yang tega sama anaknya sendiri,, "
"Sayang,, jangan bicara seperti itu,, itu tidak baik, Mamah ngga pernah ngajarin Zara bicara kasar seperti itu,, "kata Dian.
"Tapi benar kan Mah,, Kenapa dia ngga pernah datang jenguk Zara dan sampai Zara selalu bilang pada teman teman Zara kalau Papah Zara sudah mati,, "sambil lari masuk kamar.
Lalu Dian Dan Aku pun menyusul Zara ke kamarnya untuk menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya, trimakasih...