
Jam menujukan pukul setengah lima, Dian baru saja membangunkanku, rupanya Dian sudah mandi dan berpakaiyan rapi. Aku sehabis pelepasan langsung tertidur karena lemas.
"Mas,,, Dian mau kedapur dulu yah, mau buat kopi dulu buat Mas,,, "setelah melihatku membuka mata, dan Aku mengangguk.
Setelah Dian pergi Aku pun bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi, karena Aku harus bersiap untuk pergi ke hotel di mana acara pesta pernikahan ku dan Dian di gelar.
Aku hanya memakai baju santai setelah mandi. karena baju yang akan Aku pakai saat resepsi sudah di kirim ke hotel.
"Mas,, minum dulu kopinya,, "saat Dian masuk kamar.
"Iya Sayang,, makasih yah,, "Sambil Aku mendekat pada Dian,kopi pun di taro di meja yang ada di kamar.
Cup,,,
Aku mencium pipi Dian sekilas, saat Aku mengambil cangkir kopi. sedang Dian hanya tersenyum manis.
Tookkkk,, tokkk
"Mah,,, kata Kakek jangan lama lama di kamar,, kita mau berangkat soalnya,,, "teriak Zara sambil teriak dari luar pintu.
"Iya Sayang,, bentar lagi Mamah keluar,, "jawab Dian.
"Mas,, tas baju Mas mana,, Dian mau nitip sekalian baju Dian di tas Mas,, "
Aku pun menujuk tasku yang ada di lantai, karena kita habis acara pesta tidak pulang kerumah, tapi akan menginap di hotel 2 hari. jadi Aku dan Dian membawa baju ganti.
Setelah selesai kita berdua keluar dari kamar, dan di ruang tamu mereka sudah menunggu Aku dan Dian untuk berangkat ke hotel.
Kita pun berangkat, kita hanya memakai satu mobil saja. Di depan ada Hendra yang menyetir, di sampingnya Papah mertua, di bangku pelakang ada Aku dan Dian, sedang paling belakang ada Dea dan Zara.
Sampai di hotel kita pun turun dan menuju kamar kita masing masing. Dian, Aku dan Dea dalam satu kamar,sedang Papah, Hendra dan Zara satu kamar, kita pun langsung berdandan untuk acara pesta, karena jam 7 sudah di mulai.
Anaku, menantu dan cucuku sedang menuju hotel, tadi Anaku baru saja mengirim pesan padaku.Setelah kita selesai, lalu bersiap untuk turun ke bawah di mana acara pesta di mulai. Aku menggandeng istriku yang sudah sangat cantik, di belakang ada keluargaku dan juga keluarga Istriku.
Acara pesta pun di gelar dengan sangat megah, banyak undangan yang datang,dari teman temanku mengajar dan teman PNS ,juga dari teman Dian juga Papah.dan sekarang sampai lah pada acara makan,, ahirnya sekarang Aku dan Dian bisa istirahat, karena selama 2 jam kita terus berdiri menyambut dan menyalami tamu undangan.
"Apa Kakinya sakit Sayang,,,?"tanyaku, karena Dian duduk sambil memijit kakinya.
__ADS_1
"Iya Mas,, mungin karena terlalu lama berdiri,"
"Ya udah Sayang duduk aja, biar kakinya istirahat, Mas mau ambilkan makan buat kita dulu,, "
Tapi saat Aku akan pergi,adeku datang dengan membawakan makanan untuk kita. dan di belakangnya ada Dinda anaku yang membawa minumnya.
"Kak, makan dulu ini adek bawakan makanan,, "sambil menyodorkan satu piring.
"Kok hanya satu piring sih dek,,?"kataku.
"Kaka makanya barengan aja,, biar lebih romantis,, "
"Tapi kaka tuh laper,, masa cuman satu piring berdua,, "
"Kaka ngga boleh kenyang kenyang makanya, nanti kalau kekenyangan bikin ngantuk lagi, tar ngga jadi malam pertama loh kalau kekenyangan,, "
"Adekkkkk,,, apaan sihh,, "Anaku, Dea dan Dian hanya tertawa.
"Dinda mau pulang apa mau menginap di sini,,? "tanyaku, karena kasian melihat Anaku yang perutnya sudah besar harus bolak balik.
"Takutnya Dinda cape di jalan, mendingan nginep di sini aja, besok paru pulang ke rumah,, "
"Oh gitu,, iya sih Yah entar Dinda bilang sama Mas Agung dulu deh Yah,, "Aku pun mengangguk, dan dari tadi Aku bicara Dian sambil menyuapiku makan.
Setelah Selesai acara, dan tamu sudah pulang satu persatu,kini tinggal kita keluarga inti saja yang sedang duduk bersama.
"Yah kata Mas Agung kita akan menginap di sini,, "kata anaku.
"Trus Bibi gimana dong Din pulangnya,, ?"tanya Adeku pada Dinda.
"Bibi tidur aja di sini di hotel, besok kita pulangnya bareng,, "
"Tapi Bibi tuh ngga bawa baju,, Bibi dah ngga nyaman pengin pulang aja, ya udah nanti Bibi naik taxsi aja pulangnya,, "
"Ngga usah naik taxsi, nanti nak Dea ikut kita pulang aja, dan nanti biar Hendra yang antar kamu pulang setelah mengantar kakek dan Zara,, Hen kamu mau kan nganter Dea,,, "Hendra pun mengangguk dan bilang iya.
"Ya udah ini dah malam, sebaiknya kita segera istirahat,,"kataku.
__ADS_1
"Santai aja kali Yah,, ngga sah buru buru udah halal ini,, "kata Pamuji menantu kurang ajar,, ngeledek mulu kerjanya.
"Ngga ada santai santaian,,, Aku dah lama puasa,,,, "jawabku, dan Dian langsung menyubit pinggangku, dan yang lain pada tertawa karena melihat Aku yang di cubit Dian.
Lalu Aku mengajak Dian ke kamar dan juga Dinda, Pamuji dan Akbar. sedang Papah, Dea, Hendra dan Zara mereka pulang ke rumah.
🌸🌸🌸🌸
Di Dalam Mobil
Kakek dan Zara pun turun dari mobil, sekarang hanya ada Dea dan Hendra di dalama mobil yang akan mengantar Dea pulang.
"Rumahnya sebelah mana,,? "tanya Hendra tanpa melihat kearah Dea.
"Di jalan XX,, "
"Saya kurang tau,kamu nanti unjukin aja,, "Dea pun hanya mengangguk.
"Sekarang ngga bantuin Dian di tokonya lagi apa,,? "Dea menggeleng.
"Dea sudah 3 minggu di rumah Dinda di kota,, dan mungkin akan seterusnya karena Dea mau cari kerja di kota,, "
"Apa udah selesai urusan yang di sini,, "Dea mengangguk.
"Sudah,, makanya Dea ingin pergi dari kota ini biar bisa melupakan yang kemaren terjadi,, "
Lalu di mobil tidak lagi terdengar obrolan lagi. tapi saat di setiap pertigaan Dea memberikan arahan menuju rumahnya. dan ahirnya sampai juga.
"Trimakasih Mas,,telah mengantar Dea, apa Mas Hendra mau mampir,,? "saat akan turun.
"Iya sama sama,, udah malam, saya langsung pulang aja, sampai jumpa dan semoga kita bisa bertemu lagi,, "Dea mengangguk sambil bilang iya.
Dan Dea pun turun dari mobil, sedang Hendra belum pergi sebelum Dea masuk ke dalam, setelah Dea masuk ke dalam rumah baru Hendra pun pergi.
Besok aku ceritain malam pertamanya Doni dan Dian, tapi ngga janji yang H*t yah, takut di hapus,, aku aja sedikit takut mau nulisnya loh,,
Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasih...
__ADS_1