
Setelah Dinda dan suaminya pulang, Sekarang di kamar tinggal ada Dea dan Hendra, dan Dea dari tadi tidak berhenti tersenyum.
"Mas,, nanti Dea boleh ngga beli baju daster dan baju hamil ,,?"sambil berdiri di depan cermin dan mengusap perutnya.
"Boleh sayang,, beli yang kamu mau, kalau nanti uangnya kurang tinggal bilang aja,, "jawab Hendra sambil tiduran di kasur.
"Udah Yang,, sini tiduran.ini udah malam, Mas ingin mencium bau badanmu, biar Mas ngga mual terus,"
"Kamu tuh aneh banget sih Mas,, emang keringatku ngga bau apa,,?"
"Bau badanmu sangat harum tau Yang,, Mas suka sekali,, "sambil memeluk Dea yang sudah tiduran di kasur.
"Sekarang kita tidur, karena besok pagi kita akan ke klinik Dinda untuk melihat anak kita,, "
"Iya Mas,, selamat malam,, "sambil mencium bibir Mas hendra sekilas, lalu Hendra langsung memendamkan wajahnya ke leher Dea.
Pagi harinya Dea bangun sangat pagi, Dea membuatkan sarapan untuk suaminya, Dea membuatkan roti isi telur ceplok serta teh pahit hangat, itu adalah sarapan Hendra kalau pagi.
Dan di meja makan ngga boleh ada masakan yang berbau bumbu yang menyengat, karena itu membuat Hendra mual.
Selesai membuat sarapan untuk Hendra, Dea kembali ke kamarnya, saat sudah di dalam kamar, Dea mendengar Hendra yang sedang muntah di dalam kamar mandi.
Hoekkk,,, hoekkkk,,,,
"Mas,,,, "kata Dea sambil mengusap leher belakang Hendra.
"Maafin Dea ya Mas,, "kata Dea yang terlihat sedih melihat Hendra yang sepertinya tersiksa.
__ADS_1
"Minta Maaf buat apa Yang,, kamu ngga ada salah kok,, "sambil duduk di kloset dengan badan yang lemas.
"Tapi ini karena Dea hamil, Mas jadi muntah muntah gini, dan Mas menjadi tersiksa,, "sambil mengusap wajah Hendra yang basah oleh keringat.
"Sutttt,,,, Mas sama sekali ngga tersiksa, ini karena anak kita sayang sama Mamahnya dan anak kita ngga mau mamahnya yang merasakan muntah muntah gini, Mas ngga papa dan Mas malah senang karena Mas yang mengalami nyidam begini,karena kalau sayang yang begini Mas lebih tidak tega, dan sekarang Mas jadi tau seorang Ibu yang mengalami nyidam,, "Dea langsung memeluk Hendra.
"Makasih Mas,, Dea sangat bahagia mempunyai suami seperti Mas,, trimakasih karena sudah membuat Dea menjadi wanita yang sempurna karena akan menjadi seorang Ibu,,"masih dalam pelukan Hendra.
Setelah Itu Hendra dan Dea pun mandi bersama, tapi hanya mandi,karena mereka sudah terlalu lama di kamar mandi.
Setelah rapi Dea dan Hendra pun keluar kamar, dan menuju meja makan untuk sarapan.
"Bunda jadi periksa ke klinik Kak Dinda,,? "tanya Zara.saat sedang sarapan.
"Jadi,, ini habis sarapan mau berangkat, ada apa hemm,, "
"Oma ngga usah ikut ngga papa kan Bun, soalnya Zara mau minta temenin Oma buat beli buku,"
"Mamah kalau mau antar Zara ngga papa Mah,, bulan depan kan Dea pasti periksa lagi"kata Dea lagi.
"Iya sayang,, Mamah mau antar Zara beli buku, dan bulan depan Mamah akan ikut kamu periksa yah,, Mamah juga pengin lihat cucu Mamah seperti apa di perutmu,, "
"Iya Mah, "jawab Dea sambil tersenyum.
Selesai sarapan mereka pergi dengan masing masing tujuan, Mamah pergi dengan Zara, sedang Dea dan Hendra langsung ke klinik Dinda.
Sampai di klinik,Dinda sudah menunggunya, dan Dinda langsung mengajak Dea dan Hendra menuju dokter kandungan. Setelah itu Dinda kembali ke ruanganya.
__ADS_1
Sekarang Dea dan Hendra sedang melihat calon anak mereka,saat Dokter mengatakan ada dua titik dan menyatakan kalau bayi Dea dan Hendra kembar, Dea langsung menangis , air mata bahagia tak hentinya Dea keluarkan.
"Ibu Dea harus banyak makanan yang bergizi yah, karena ini bayi kembar pasti mereka butuh asupan giZi yang baik dan cukup,, "kata Dokter setelah Dea dan Hendra duduk di bangku depan meja Dokter.
"Iya Dok,,, "jawab Dea.
"Karena ini baru 6 minggu dan masih sangat rentan ke guguran, Ibu Dea tidak boleh melakukan aktifitas yang berat berat dulu, dan juga ngga boleh banyak fikiran, Karena itu tidak baik untuk perkembangan si bayi,, "
"Itu aja ya Bu dan Bapanya penjelasan dari Saya.tolong ya buat Bapanya untuk selalu mengingatkan si Ibu hal hal yang tidak boleh di lakukanya.apa ada pertanyaan yang ingin ditanyakan,, silakan....? "Handra pun mengangguk.
"Dok,, saya mau tanya ?kalau soal berhubungan suami istri itu bagai mana yah, apa masih bisa di lakukan,,? "Dea hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya pelan, saat mendengar pertanyaan Hendra.
"Masalah itu masih boleh kok Pak,, tapi harus pelan dan hati hati, dan ngga boleh sering sering apa lagi ini masih sangat muda, kalau Bapa bisa sih nunggu sampai 3 atau 4 bululan agar bayinya sudah lebih kuat,, "
"Tapi kalau kandunganya kuat dan Istri saya sehat ngga masalah kan ngga samapai nunggu 3 samapi 4 bulan gitu, karena Saya ngga bisa Dok untuk libur lama,kalau Istri saya datang bulan aja Saya uring uringan, apa lagi nunggu berbulan bulan gitu,, "Dea langsung mencubit paha Hendra karena malu pada Dokter, tentang Hendra yang ngga mau nunggu. sedang Dokter hanya tersenyum.
"Sakit Yang,,, emang bener kan Mas ngga bisa nahan, lebih baik di tanyakan biar nantinya ngga ada masalah,, "sambil mengusap pahanya hendra berkata.
"Iya Pak Saya ngerti kok,, ya boleh ngga menunggu sampai 3 bulan atau 4 bulan, asal pelan dan lihat kondisi si ibu, kalau Ibu Dea kecapean atau lelah itu sebaiknya jangan, lebih baik kalau Ibu Deanya sedang sehat, dan fit,,, "jawab Dokter.
"Iya Dok,, trimakasih. Saya akan perhatikan semuanya,, "jawab Hendra.
Setelah Dokter memberi resep untuk Dea, Mereka berdua pun langsung pamit, dan Akan ke ruangan Dinda.
Sampai ruangan Dinda, Dea langsung menceritakan hasil pemeriksaan dan mengatakan kalau bayi yang di kandungnya kembar, mereka berdua tertawa bahagia.
Karena Dinda juga tau bagai mana Dea sangat menginginkan seorang anak.
__ADS_1
Setelah itu Dinda memberikan obat pada Hendra untuk mengurangi mualnya.
Jangan lupa like, komen dan votenya, mkasihh,,