
Mendengar suara yang keluar dari mulut Dian membuatku makin hilang kendali, yang di bawah makin Aku tekan dan ku gesekan. bibirku kembali mencium bibir Dian, karena makin ke sini suara yang keluar dari mulut Dian makin kencang.
Lalu yang bawah Aku diamkan, dan sekarang tanganku yang mulai nakal, Aku mengarahkan tanganku ke dua daging kenyal milik Dian, Aku meremasnya dari luar baju.
"Aaahhhh,,, "saat tanganku meremas daging kenyal Dian.
"Maassss,,, "sambil meremas rambutku saat Aku ciuman lehernya.
Sejataku sepertinya akan menumpahkan lahar lagi, gila baru tadi sudah Aku keluarkan di kamar mandi ini udah mau keluar lagi.
Aku makin menekan ke dalam dan ku gesekan dengan gerakan cepat, uuuhhh rasanya bulukuduku sampai pada berdiri.
"Masss,,, sakitt,,, "tangan Dian mencengkram punggungku.
"Tahan sebe,,, ntar, Mas sedang nanggung,,, "Sambil terus kugesekan senjataku.
Dan ahirnya Aku berteriak karena laharku keluar dari senjataku. "Aaahhh,, ooohhh,, "dan Aku ambruk di atas badan Dian dengan nafas yang memburu.
Dian pun memejamkan matanya dan nafasnya juga belum setabil. lalu Aku menggulingkan badanku kesamping, untuk beberapa saat kita saling diam.
Karena merasa risih celanaku yang basah dan lengket, ahirnya Aku bangun dan menuju kamar mandi.
"Maaf,, dan terimakasih,, "sambil ku cium keningnya sebelum Aku masuk kamar mandi, Dian hanya diam lalu mengambil bantal dan menutupi mukanya.
"Kenapa di tutup mukanya, "tanyaku, sambil Aku berdiri di samping kasur.
"Iihhh,,, Mass,,, udah sanah Dian malu,,, "masih dengan muka di tutup bantal.
"Kenapa harus malu,,?"lalu Dian melempariku dengan bantal.Aku hanya tersenyum melihat Dian yang salah tingkah. setelah itu Aku pun masuk kamar mandi.
Lalu Aku melepaskan celana ku yang basah, karena sudah jam setengah 5 Aku pun ahirnya sekalian mandi karena hari ini Aku sudah mulai mengajar.
Selesai mandi Aku memakai baju,saat sedang menyisir rambut Dian bangun dan duduk di kasur.
"Mas udah mandi,,, "sambil mengucek matanya.
__ADS_1
"Udah,, Dian mau mandi di sini apa nanti di rumah,,?"
"Di rumah aja deh Mas,, Dian mau cuci muka aja sama gosok gigi,, "
Lalu Dian bangun,saat di depanku berhenti dan melihat ke arahku.
"Mas wangi amat sih,, jangan banyak banyak gih pake minyak wanginya, dan jangan terlalu rapi begini, nanti guru perempuan banyak yang suka lagi,, "sambil menyisir rambutku dengan keinginan Dian, Aku hanya tersenyum melihat Dian yang sudah sedikit posesif padaku.
"Mas itu di haruskan rapi Di,nanti kalau tidak rapi murid muridnya ngikutin gaya Mas lagi, dan Mas dapat teguran dari kepala sekolah gimana,, hemmm.... "sambil ku peluk pinggangnya agar lebih dekat padaku.
"Lagian mana ada yang mau sama pria tua begini,selain wanita cantik didepan Mas ini,, "kita pun tersenyum bersama.
"Mas mau bikin sarapan dulu, Dian bersih bersih sanah,, "Dian pun mengangguk.
Aku keluar kamar sedang Dian masuk kamar mandi. Sampai di dapur Aku bingung mau bikin sarapan apa,karena di dapur ngga ada bahan yang bisa di masak, karena kemarin habis di tinggal.Lalu Aku menuju rumah adiku, dan saat Aku di rumahnya adiku sedang membuat nasi goreng, ahirnya Aku meminta pada adiku untuk ku dan Dian sarapan.
Setelah nasi goreng Aku tata di meja, Aku membuat 2 gelas teh manis hangat .Dian datang dan sudah memakai baju yang kemaren dia pakai.
"Mas,,, Dian mau ke rumah adek Mas bentar yah,, "
"Ada perlu bentar,, "sambil keluar dari pintu samping rumah yang langsung menghubungkan dengan rumah adiku.
Aku menunggu Dian sambil meminum teh, dan membuka hpku untuk membaca berita hari ini.
Di Rumah Adik Doni
"Permisi,,, "kata Dian.
"Iya,,, bentar, "
"Eh,,kak Dian,ada apa kak,,? "setelah membuka pintu.
"Saya mau minta bantuan padamu,, "
"Bantin apa,,? "
__ADS_1
"Gini,, kamu punya setok pembalut ngga, Saya baru dapet nih,, "
"Oh pembalut,, ada nanti Aku ambilkan,, "Adik Mas Doni pun masuk ke dalam sedang Aku menunggu di luar.
"Maaf,, siapa yah,,? "adik ipar Doni pas keluar.
"Eemm,,, Saya temanya Mas Doni, "sambil matanya menatap tak berkedip ke arah Dian seperti mau memakanya saja.
"Pintar juga Mas Doni cari cewe,, "ngomongnya pelan tapi Dian masih bisa mendengarnya. Dian hanya Diam tak membalas, untung saja Adeknya Mas Doni keluar,setelah memberikan pembalut pada Dian, Dian pun langsung pergi tapi sebelum pergi berterimakasih.
"Apaan itu,,? "tanyaku saat Dian sudah kembali.
"Ini,, biasa kebutuhan cewe tiap bulan,, "Aku langsung paham.
"Belum juga di masukin udah bocor aja,, "Dian yang sedang berjalan menuju kamar mendengar apa yang ku katakan langsung berbalik.
"Apanya yang di masukin dan bocor Mas,, ?"
"Eh,, ngga ada,,, udah buruan keburu siang,,! "
Setelah Dian keluar dari kamar mandi, kita sarapan bersama, dan setelah itu kita bersiap untuk berangkat, Aku akan mengantar Dian ke rumahnya.
"Pakai motor aja ya Di,, biar cepat sampai, "kataku.
"Iya terserah Mas aja, "lalu Aku memakaikan helem ke Dian,setelah Dian naik Aku menjalankan motorku.
"Di,, peluk Mas dong, biar Mas ngga dingin, "sambil ku tarik tangan satunya. Dian pun langsung memeluku dengan dua tanganya melingkar di perutku.
Hawa dingin pun jadi tak terasa olehku, dengan kepalanya berada di pundaku, Dian memeluku erat.
Tak terasa sudah sampai di depan rumah Dian, Aku dan Dian turun dari motor, dan ku lepaskan helem dari kepala Dian, saat kita Akan masuk dari belakang ada orang yang memanggil Dian.
"Dian,,, apa kamu menolaku karena laki laki tua seperti ini,,,,?!!!! "
**Adik ipar Doni kayanya mau rese nih,, dan siapa yah yang manggil Dian..
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya Kak,, trimakasih**...