MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Menangis


__ADS_3

"Apa kamu sudah benar benar membenciku dan sudah melupakanku Za?, apa kamu begitu mencintai Abangku sampai kamu tidak mau mengenal dan mengingatku lagi, ?"Zara masih tetap diam.


"Jawab Za,, Aku ingin dengar kamu bicara,apa segitu bencinya kamu sama Aku sampai kamu ngga mau bicara,, "karena Zara tetap tidak mau bicara Bumi ahirnya menyerah dan diam.


Dan saat Bumi sudah menyerah untuk bicara, Bumi pun ikut diam dan menatap ke Zara terus tanpa berkedip, Zara yang tau kalau Bumi menatap kearahnya, Zara tetap menundukan wajahnya, sambil tanganya saling mere*mas.


Untung Mamah datang, jadi tidak terlalu tegang lagi.


"Adek,, kamu dari tadi belum ganti baju dan itu tas juga belum di masukan ke dalam kamar, taro dulu sanah di kamar,, "kata Mamah, dan Bumi tanpa menjawab langsung bangun dari duduknya, lalu mengambil tanya dan langsung berjalan menuju kamar.


"Tan,, kok Abang lama yah,, Zara udah pengin pulang nih,, "setelah Bumi sudah masuk kamar Zara baru berani bicara.


"Iya tumben nih kok lama,, tapi Zara tunggu Abang datang dulu yah baru pulang,, "


"Ya Tan,, "


Lalu Zara dan Mamah lanjut mengobrol, dan tidak lama Rizki pun datang.


"Kok lama sih Bang,, ?"tanya Mamah.

__ADS_1


"Iya, soalnya tadi Abang ketemu sama teman Abang,jadi mengobrol bentar,, "sambil memberikan kantong berisi pesanan Mamah.


"Bang,, Zara mau pulang dulu yah, Zara ngantuk,,, "


"Ya udah Abang antar yuk,, "


"Ngga usah di antar Bang, Zara berani kok, nanti Abang malah jadi bolak balik,"


"Ngga papa, udah ayok Abang antar,, "Ahirnya Zara pun menurut.


"Tan,, Zara pulang dulu yah,, "


Rizki lalu menggandeng tangan Zara untuk keluar dari apartemenya.


"Sayang kamu kenapa kok diam aja,,? "saat di dalam lif.Zara hanya menggeleng.


"Marah yah gara gara Abang perginya tadi lama,,? "Menggeleng lagi.


"Tapi kok diam, kalau ngga marah senyum dong,, "Zara lalu tersenyum tipis.

__ADS_1


Pintu Lif pun terbuka dan Zara langsung keluar dan berjalan, Rizki lalu mengejar Zara yang jalanya sedikit cepat, dan langsung merangkul pundaknya.


Zara langsung menuju ke gedung apartemenya, dan tanpa mengobrol dan tetap diam, itu membuat Rizki makin merasakan ke anehan.


Sampai di apartemen Zara, Rizki langsung menarik zara ke dalam pelukanya.


"Ada apa hemm,, kenapa dari tadi kamu diam terus,, apa ada yang mengatakan sesuatu,, "Zara sebenarnya merasa takut dan bingung, antara mau cerita dan tidak. Zara rasanya ingin menangis dan ingin mengeluarkan rasa sakit yang ada di dalam hatinya. tapi Zara takut nanti malah jadi masalah antara adik dan kaka.


"Ngga kok Bang,, Zara hanya sedang ngga enak badan, mungkin kecapean atau mau dapat tamu bulanan, jadi tiba tiba rasanya ngga karuhan gitu,, "sambil melepaskan pelukan Rizki.


"Ya udah kalau gitu istirahat yah,, biar nanti sudah enakan,, Abang pulang dulu, "Zara mengangguk.


Rizki lalu mencium kening Zara cukup lama, setelah itu Rizki pun pulang, setelah pintu tertutup, Zara langsung menuju kasur dan menjatuhkan badanya di kasur, Zara langsung menangis.


"Kenapa harus ketemu kamu. lagi, kenapa kamu adaik dari laki laki yang sangat aku cintai,, kenapa ,,,kenapa,,,, "sambil menangis dan. memukuli bantal.


"Aku sudah melupakanmu, walau dulu cukup susah tapi Aku sudah melupakanmu sekarang, Aku merasa bersalah karena dulu Aku sempat berbuat kasar padamu,tapi saat melihat kamu sekarang baik baik Aku sudah sedikit lega, maaf karena Aku sudah melupakanmu dan tidak mencintaimu lagi, "


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2