MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kabar Gembira Bagi Doni


__ADS_3

"Kalian lagi ngapain,,,? "Hendra tiba tiba datang,Zara dan Rizki langsung kaget.


"Papah,, ngagetin aja sih,, Zara lagi ngerjain tugas dari sekolah,, "


"Kenapa ngerjain tugasnya di situ, ngga di kamar aja. Dan Kamu Ki ngapain kamu di situ,,? "sambil berjalan mendekat.


"Ini Pak,, saya ngajarin Zara ngerjain tugasnya,, "


"Iya Pah,, soalnya tugasnya susah,dan Zara minta Bang Rizki buat bantu ngajarinya, "


"Udah selesai belum sekarang,,? "


"Tinggal satu,, "jawab Zara.


"Udah kerjain sendiri aja, ini sudah malam ,balik kekamar,, "


"Tapi Pahh,,, ini tinggal satu soal lagi, "


"Udah kerjain sendiri, ngga baik anak gadis beruaan dengan laki laki,dan laki lakinya buaya darat lagi,, "


"Siapa yang di maksud buaya darat pak,, saya. enak aja,, "


"Saya ngga ngomong kamu kok, kamu yang ngomong sendiri,, "Rizki langsung membuang nafas kasar tanda sebel sama bosnya.


"Untung bos sama calon mertua, kalau bukan udah aku sikat ni orang,, "dalam hati Rizki berkata.


Zara yang takut dengan Papahnya langsung membereskan buku bukunya. dan setelah itu Zara pun masuk ke kamarnya.


"Kamu masuk kamar sanah,, istirahat, tidur jangan lupa minum obatnya, biar cepat sembuh, kerjaan banyak banget tuh di kantor yang nungguin kamu ,,"


"Ya elah Bos,, kenapa harus nunggu saya sih,, kenapa ngga di kerjain Bos,, "


"Enak aja saya yang ngerjain,, trus saya gajih kamu buat apaan,, "


"Kan saya lagi sakit Bos,, "


"Ya kan nanti juga sembuh kan,, sudah sanah masuk kamar"

__ADS_1


"Iya,, iyaaa,, "lalu Rizki masuk ke kamar dengan tanganya mendorong roda bantuan.


Pagi harinya Zara langsung berangkat sekolah tanpa sarapan, Zara bangunya agak kesiangan, jadi Zara sarapan di mobil.


Saat ini Rizki sedang terapai jalan, di bantu perawat laki lakinya.Rizki berjalan dengan pelan, dan sudah tidak di bantu lagi, tapi Rizki belum bisa jalan cepat, karena masih merasa linu di kakinya.


Sedang di tempat lain, Dian sedang duduk di closet sambil memegang alat tes kehamilan.


"Ya Tuhan,, Aku tidak lah menolak rezeki darimu ini, tapi kenapa terlalu dekat dengan anak pertamaku,, "sambil mengusap perutnya.


Dian habis mengecek urinya, karena Dian sudah merasa tidak enak badanya ahir ahir ini, sering merasa pusing dan juga mual, cuman tidak terlalu seperti hamil Aditiya. dan ternyata dugaanya benar, kalau dirinya sedang hamil lagi.


Dian juga sudah telat dua minggu, makanya Dian memutuskan untuk mengetesnya.Dian tidak bilang pada Doni, karena Dian juga belum merasa yakin dan pasti, tapi sekarang Dian akan memberi tau kan pada Doni tentang hasil tesnya.


Dian lalu keluar dari kamar mandi, dan Doni baru saja bangun.


"Yang,, buatkan Mas minuman jahe dong,, Mas kok rasanya lagi pengin banget minuman jahe,, "sambil turun dari kasur.


"Iya Mas,, Dian akan bikinkan,, Mas mandi dulu gih,, "Doni pun mengangguk dan bilang Iya.


Dian keluar dari kamar menuju dapur, sedang Doni masuk ke kamar mandi.


"Sedang bikin apa Di, baunya kaya jahe,, "tanya kakek yang masuk ke dapur sambil menggendong Aditiya.


"Iya Pah,, Dian lagi bikin minuman jahe buat Mas Doni, Papah mau biar Dian bikinkan sekalian,,? "


"Boleh deh, Papah bikinkan sekalian,, "


Lalu Dian menambahkan air juga jahenya ke dalam panci. Sedang Kakek kembali lagi ke ruang depan sambil mengajak Aditiya main.


"Pahh,, ini minuman jahenya Dian taro di meja yah,, "kata Dian sambil meletakan gelas ke atas meja, sedang Kakek duduk di sofa bersama Aditiya.


"Iya,, nanti Papah minum,,"


"Dian ke kamar dulu ya Pah, mau lihat Mas Doni dan nyiapin bajunya juga,, "


"Iya,, sanah urus suamimu,biar Adit sama Papah aja dulu,, "

__ADS_1


Dian lalu masuk ke kamarnya sambil membawa minuman jahe hangatnya.


"Mas,, ini minuman jahe hangatnya,, "


"Iya sayang taro meja , Mas kancingin baju dulu,, "


Lalu Dian duduk di kasur setelah meletakan gelasnya.


"Mas,,, Dian ada sesuatu buat Mas,, tapi Dian takut kalau Mas ngga suka,, "


"Apa tuh,, asal dari kamu Yang pasti Mas suka,, "lalu Doni mendekati Dian.


"Mana,, coba Mas pengin lihat kamu mau kasih Mas apa,, "


Dian mengambil tespek dari kantong bajunya, dan memberikanya pada tanganya Doni.


Doni melihatnya diam sesaat.


"Ini beneran Yang,, "tanya Doni sambil melihat ke tespeknya.


"Hemmmm,,, iya Mas, "


"Ya Tuhan,, Mas mau punya anak lagi ini Yang,, ini seriusannn,,, "sambil menanyakan pada Dian lagi untuk memastikanya.


"Iya Mas,, Mas akan punya anak lagi,, "sambil tersenyum Dian menjawab. sedang Doni langsung memeluk Dian dan menciumi seluruh wajahnya.


"Makasih sayangg,, Mas sangat bahagia,, "


"Sukur lah Mas kalau Mas bahagia, karena Dian fikir Mas bakalan ngga suka denger Dian hamil lagi,, "


"Ngga seneng gimana,, justru Mas seneng banget dan sangat bahagia,, karena Mas masih di beri kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki keturunan lagi,, "Masih memeluk Dian.


"Dian takut kalau Mas ngga mau punya anak lagi karena jaraknya yang sangat dekat dengan Aditiya,, "sambil melepaskan pelukanya.


"Justru Mas seneng jarak Aditiya dengan adeknya ngga jauh,, Mas kan sudah tua jadi kalau Mas punya anak lagi dan jaraknya jauh, takutnya justru Mas ngga bisa lihat Anak anak Mas menikah nantinya,, "


"Mas sih sebenernya memang punya ke inginan untuk Kamu hamil lagi, tapi Mas takut kamunya yang ngga mau,, jadi Mas hanya di pendam dalam hati keinginan Mas itu, tapi rupanya Tuhan mendengarkan keinginan Mas yang ingin punya anak lagi, kamu hamil Yang,"

__ADS_1


Dian dan Doni berpelukan lagi, dan mereka berdua sangat bahagia karena akan menambah anggota keluarga lagi.


Jangan lupa like komen dan votenya. makasih,,,


__ADS_2