MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pengakuan Dokter Budi


__ADS_3

"Oh,, Ternyata kekasih anda adalah suami orang, "dari arah belakang tiba tiba ada yang mengejutkanku dengan kata katanya. Aku langsung menengoknya dan ternyata dia adalah Dokter Budi.


"Kalau iya kenapa emangnya Dok, ini hidup saya loh,, Dokter tidak perlu ikut campur urusan pribadi Saya,karena Saya yang tau mana yang pantas dan tidaknya untuk diri saya, "kataku sambil Aku meninggalkan Dokter Budi.


"Segitu tidak lakukah anda sampai menjadi seorang pelakor,,, "Aku langsung menghetikan langkahku lagi.


"Saya tegaskan ya pada anda, jangan ikut campur urusan saya, karena saya tidak suka orang lain ikut campur urusan pribadi saya,,, "kataku sambil berbalik menghadap Dokter Budi dan setelah berbicara Aku langsung berjalan cepat tanpa memperdulikan omonganya lagi.


Aku langsung masuk ruanganku dengan perasaan kesal dan marah, kenapa sih itu orang ribet banget.Lalu Aku melihat hpku yang berbinyi tanda pesan masuk. Ternyata Ada dua pesan.


Yang pertama dari Suamiku,mengatakan kalau dia sudah sampai rumah sakit tempatnya bekerja. Aku pun menjawab Iya.


Lalu yang satunya dari Dokter gila,yang isinya


Maaf bukanya saya ingin ikut campur urusan Dokter Dinda, tapi karena saya peduli pada Dokter jadi saya mengatakan semuanya tadi. Sejujurnya dari pertamakali Saya melihat Dokter Saya sudah jatuh hati, mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama, Maaf atas perkataanku tadi, apa Saya boleh memperjuangkan cintaku untuk Dokter Dinda,? "


Ya ampun,,, ini Dokter gila ada ada saja,Aku hanya melihat pesan itu tanpa Aku balas. gimana caranya untuk bilang padanya kalau Aku sudah bersuami yah, biar dia berhenti menyukaiku. ini tampah pusing aja sih masalah Dokter Budi. Pantas dari kemaren dia itu selalu perhatian banget padaku.


Lalu Aku memanggil Suster Jeni untuk masuk ke ruanganku.


"Sus,, hari ini Saya pulang cepat yah, soalnya tiba tiba kepala Saya pusing banget ini,dan nanti Saya akan minta tolong pada Dokter Ani untuk membantu mengecek pasien,,, "kataku.


"Apa Dokter perlu obat, Akan Saya ambilkan,, "


"Ngga perlu sus, Saya hanya butuh istirahat saja kok, ya sudah Saya mau telfon Dokter Ani untuk meminta bantuanya, nanti kalau Dokter Ani mengecek pasien tolong bantu ya sus, "kataku sambil merapikan meja dan lalu mengambil tasku.


Sambil ke luar dari ruanganku, Aku langsung menelfon Dokter Ani untuk meminta bantuanya menggantikanku sore ini, dan untungnya Dokter Ani pun mau membantuku. Sampai di depan rumah sakit Aku langsung menyetop taxsi untuk menuju ke rumah sakit Suamiku bekerja.


Aku tidak menelfon Suamiku bahwa Aku datang ke sana. Rasanya kepalaku sedikit pusing memikirkan masalah Dokter Budi, belum lagi Aku belum tau hasil pemeriksaan Ibu, makin pusing ini kepalaku.


Sekitar 30 menit ahirnya sampai juga di rumah sakit tempat Suamiku bekerja, Aku langsung turun dari taxsi dan menuju ruangan Suamiku.

__ADS_1


Saat sampai ruangan Suamiku, Aku langsung masuk,tanpa mengetuk pintu, karena rasanya kepalaku sudah sangat berat, saat pintu terbuka Aku melihat ke arah Suamiku yang sedang duduk di sofa dan di sebrangnya ada seorang Dokter wanita yang cantik sih, tapi kok dandanya sangat menor.


"Eh,, Maaf mengganggu,, "kataku saat masuk ke dalam.


"Sayang,, kok kesini ngga bilang,,tumben ada apa,,? "Sambil berdiri dari duduknya.


"Kepala Dinda rasanya pusing Mas, jadi Dinda putuskan untuk ke sini saja, "


"Oh gitu,, ya udah Adek duduk dulu,dan isyirahat, "kata Suamiku.


"Adek ini kenalkan Dokter baru yang menggantikan Dokter Hani,, "kata Suamiku sambil menuntunku untuk duduk di sofa.


"Hai,, Dinda, "kataku sambil mengacungkan tanganku untuk bersalaman.


"Hai juga,, Saya Caca, "jawabnya sambil menerima tanganku untuk bersalaman. lalu Aku pun duduk.


"Kalau begitu Saya permisi dulu Dok, trimakasih untuk waktunya, "


Setelah Suamiku menutup pintu, Suamiku mendekat padaku dan duduk di sampingku.


"Sinih mas pijitin keningnya,, Apa mau minum obat,,, "


"Ngga usah Mas, Dinda cuman pengin tiduran saja, "kataku. lalu Suamiku pun menyuruhku untuk merebahkan badanku, sedang kepalaku di pangku oleh Suamiku.


Lalu Kepalaku di usap usapnya, rasanya sangat nyaman..


"Mas,,, kalau Dinda mau mempublikasikan setatus kita, apa Mas setuju,?"kataku sambil melihat ke wajah suamiku.


"Mas sih setuju banget malah Dek,, Mas juga ingin semua orang tau kalau Mas itu punya istri yang cantik juga sukses, "sambil menarik hidungku.


"Iiihhh,,, sakit Mass, "kataku sambil ku usap hidungku.

__ADS_1


"Kenapa Adek ingin membublikasikan setatus kita, bukankah Adek yang selalu bilang tidak ingin orang tau kalau Adek Istri Mas,, "


"Iya,, Itu kan kemaren, tapi sekarang Dinda sudah ingin orang tau bahwa Dinda itu adalah seorang Istri dari Dokter Bedah Agung Pamuji yang sangat tampain ini, "jawabku sambil tersenyum.


"Pasti bohong itu, pasti ada yang lain yang membuat Adek berubah fikiran, "


"Ee,, ngga kok, serius, "jawabku sedikit gugup.


"Mas Akan dukung semua keputusan yang Adek inginkan, Mas malah senang karena Adek mengakui kalau Mas Adalah Suami seorang Dokter Dinda yang sangat cantik ini, "sambil mengusap pipiku.


Kita pun tersenyum bersama. Karena Kepalaku berada di pangkuan Suamiku, Aku merasakan sesuatu yang keras di bawah kepalaku.


"Mas,,, adek kecilmu bangun yahh,, "kataku sambil Aku merabanya.


"Iya nih Dek,,, "jawab suamiku yang sambil tersenyum.


Dengan isengnya Aku memiringkan badanku dan Aku mencoba membuka gesper juga sleting celana Suamiku.


"Adek,,, jangan macam macam,,, "sambil memegang tanganku yang akan membuka celana Suamiku.


Aku hanya tersenyum sambil tetap bergerak membuka celana Suamiku.


"Dinda hanya ingin menyapanya saja kok, "kataku yang justru mengeluarkan dari pembungkusnya.


"Adekkk,,, Mas takutnya ngga bisa nahan, "katanya sambil memejamkan matanya. Saat Aku mulai menciumi Adik kecil Suamiku. Bau dari adik Suamiku ini sangat Aku suka, sambai Aku menciuminya sampai ke bawah, Saat Aku melihat sekilas wajah Suamiku, Suamiku hanya memejamkan matanya sambil menahan gairah...


Lalu Aku masukan ke dalam bulutku, dan menyedotnya juga menjilatinya, rasanya sakit kepalaku langsung hilang setelah melakukan kegiatan ini.


"Ooohhhh,,, Dek,,, nikmatnya, "kata suamiku yang sambil menekan kepalaku untuk terus memasukan adek kecilnya ke dalam mulutku.


**Besok lagi ya kak,, lanjutanya....

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen serta votenya, trimakasih**....


__ADS_2