MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Terbayang


__ADS_3

Akbar Dan Vivi saling tatap mata di kegelapan,lalu Fatiya yang di samping Vivi yang memutuskan.pandangan karena Fatiya meminta minum yang ada di tangan Vivi.


Dan setelah itu Vivi dan Akbar jadi merasa canggung,dan Vivi jadi tidak bisa tertawa bebas lagi karena takut Akbar melihat ke arahnya lagi,Vivi memang jadi merasa malu.


Setelah filem selesai mereka berempat memutuskan untuk pulang,Vivi berjalan di belakang bersama Fatiya,sedang Akbar dan Faiza jalan di depan sambil Akbar merangkul pundak Faiza.


"Kak Vivi tadi filemnya bagus yah,lucu,,"kata Fatiya.


"Iya lucu,,"sambil tersenyum Vivi menjawab.


"Kita jarang loh kak pergi bareng gini,kak Vivi selalu sibuk terus sih,,sekali kali gini dong kak,,"


"Kaka pengin sih begini,tapi kan Kaka lagi pengin kejar kuliah biar cepat selesai dan jadi orang sukses,,"


"Aminn,,semoga kaka jadi orang sukses deh,dan jadi Dokter yang hebat juga,,"sambil merangkul tangan Vivi.


"Amin,,makasih Doanya yah,,"keduanya tersenyum.


Akbar ternyata yang jalan di depanya dengar apa yang Vivi dan Fatiya bicarakan.


"Ternyata dia beneran kuliah ,,ambil jurusan Dokter lagi,,apa sepintar itu dia,padahal dia kelihatanya biasa aja ,"kata Akbar dalam hatinya.


Sampai mobil Faiza duduk di depan bersama Akbar,di belakang tentunya ada Fatiya dan Vivi.


Akbar membawa mobilnya meninggalkan parkiran Mall.di mobil Akbar hanya diam,sedang ketiga wanita mengobrol ,mereka menceritakan filem yang tadi di tontonya.sambil tertawa tawa karena merasa lucu filemnya.


Akbar melihat ke arah sepion yang ada di atas kepalanya,ternyata pandanganya menuju ke Vivi yang sedang tersenyum dengan manisnya.


Mata Vivi tidak sengaja melihat ke sepion dan melihat Akbar yang sedang melihatnya,tapi cuman berapa detik pandangan mata mereka pun terputus.karena Akbar langsung.menghadap depan dan Vivi melihat keluar jendela.


"Ihh,,itu kenapa cowo galak lihatin aja sih,,jadi ngga enak banget ,malah bikin takut ,,"kata Vivi dalam hati nya.


Vivi jadi banyak diam dan yang mengobrol hanya sikembar.sampai di rumah ke empatnya turun dan langsung masuk ke rumah. Akbar melihat ke arah Vivi yang masuk ke arah samping rumahnya,karena Vivi tinggal bersama mba iis dan mba Siti.


Akbar masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan badanya karena merasa lelah.saat mata Akbar terpejam tiba tiba terbayang lesung pipit yang samar terlihat di otaknya.

__ADS_1


"Ya Tuhan,,ada apa dengan fikiranku ini,kenapa jadi teringat lesung pipit itu,,"sambil mengusap wajahnya.


Akbar ke kamar mandi untuk bersih bersih dan ganti baju,setelah selesai lalu Akbar tidur karena sudah malam juga.


Pagi harinya Agung dan Dinda sedang mengobrol di taman belakang,Dinda sedang menemani Agung memberi makan burung burungnya.


Hp Dinda berbunyi tanda telfon masuk,Dinda mengangkatnya,ternyata dari pemborong yang sedang membangun klinik Dinda yang ada Di Bandung.


"Pah,,kita di suruh hari ini juga ke Bandung,karena ada masalah dengan pembangunan klinik,,"


"Masalah apa Mah,,?"


"Kata pemborongnya ada anak dari si pemilik Tanah yang minta uang lagi,,jadi si pemborong ngga bisa lanjutin pembangunan kalau ngga di selesaiin masalah anak dari pemilik tanah Pah,,"


"Ini masalah serius Mah,kita harus ke sana,"


"Iya Pah,,Mamah mau bilang Vivi dulu,Vivi mau Mamah ajak biar dia nanti tau tempatnya bekerja,,"


"Iya Mah,,sekalian bilang pak supir untuk antar kita,,"


"Iya yah,,coba ajak Abang,dia mau ikut ngga,,kalau mau Abang bisa yang nyetir,,"


"Oh iya Pah,,Mamah akan ke kamarnya sekarang,,"


Dinda ke kamar Abang,dan Abang masih tidur,Dinda lalu membangunkanya.


"Sayang,,,bangun dong,,sayang,,"kata Dinda yang menggoyangkan tangan Abang.


"Eemmm,,,iya Mah,,"


"Mamah mau minta tolong sama Abang dong"


"Minta tolong apa Mah,"sambil dusuk dan mengucek matanya.


"Mamah dan Papah harus ke bandung pagi ini,pembangunan di sana lagi ada masalah,dan Mamah minta tolong abang yang setirin mobil,,karena pak sopir harus antar adek sekolah,,"

__ADS_1


"Iya Mah,Abang bersiap dulu,,"


"Iya,,mamah dan papah juga mau bersiap ,nanti kita sarapan di rumah aja dulu,"Akbar menjawab Iya.


Dinda lalu keluar dari kamar Abar lalu Dinda mencari Vivi.dan bialng untuk bersiap.karena mau di ajak ke Bandung,setelah Dinda menemui Vivi,Dinda dan Agung lalu bersiap.


Jam delpan pagi Agung,Dinda dan Akbar sarapan bareng,sedang kembar sudah berangkat.


Selesai sarapan ketiganya masuk ke mobil,Agung dan Dinda masuk ke bangku belakang,sedang Akbar di depan.


"Bang tunggu bentar yah,kita tunggu Vivi,"


"Ngapain sih dia kok ikut,"kata Akbar dalam hatinya.


Vivi datang dan mendekat ke mobil,Vi kamu duduk depan yah bareng Abang,"kata Dinda saat buka kaca mobil,Vivi menjawab iya.


Lalu Mobil pun jalan saat Vivi sudah masuk,Akbar membawa mobilnya cukup kencang karena jalanan tidak macet.


Agung dan Dinda membahas masalah pembangunan klinik,sedang yang duduk di depan hanya saling diam.Vivi selalu melihat ke arah luar jendela,karena merasa kurang nyaman,takut Akbar melihat ke arahnya,Vivi bukanya GR di lihatin,tapi karena takut dengan mata Akbar yang terlihat galak.


Sekitar dua jam ahirnya mobil yang Akbar bawa sudah sampai di bandung,tinggal menuju ke daerah pembangunan klinik,ternyata dari kota bandung masih satu jam lagi,dan masuk jalan kecil.


"Vi,,kamu ngga papa kan nanti kalau tinggal di daerah seperti ini,,?"tanya Dinda pada Vivi,karena takut Vivi ngga mau karena jauh dari kota.


"Vivi mah di mana aja betah Bu,asalkan bisa kerja dan menolong orang,"Dinda tersenyum mendengar jawaban Vivi karena Dinda ngga salah orang untuk memegang kliniknya di Bandung.


Akbar yang mendengar jawaban Vivi tersenyum tipis,karena jawabnya punya niatan mulia.


Ahirnya mobil berhenti di area pembangunan yang sudah 80 persen jadi.Saat Agung turun dari mobil ada grobolan orang seperti mau mengroyoknya.


"Itu dia pemilik kliniknya,ayo kita mita ganti rugi lagi,,"teriak satu orang,Akbar yang melihat tidak beres langsung turun dan berdiri di depan Agung.


"Setop,,kita datang kesini dengan baik baik,jangan sampai ada kekerasan,saya adalah pengacara jadi jangan sapai kalian main kekerasan karena saya bisa membuat kalian masuk penjara,,"kata Akbar yang berdiri di depan Agung dan Dinda.


Vivi melihat Akbar yang sedang bicara dengan banyak orang ,dan membela orang tuanya sangat terpana,dan tidak mengedipkan matanya,Akbar sungguh berkarisma,yang ada di fikiran Vivi.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2