
Saat masuk kamar Aku dan Dian saling pandang untuk sesaat, karena kamar yang tadi sore Aku dan Dian tempati untuk berdandan, sekarang sudah berubah menjadi sangat indah, dengan banyak bunga di berbagai tempat, seprti di kasur, sofa dan lantai,Aku dan Dian lalu masuk dan langsung menuju kasur, di kasur kita berdua menjatuhkan badan kita, karena merasa sudah sangat lelah. bau bunga sangat tercium menusuk hidung.
"Sayang,, bunganya Mas singkirkan dulu yah,, bau soalnya,membuat kepala Mas jadi pusing,, "Dian pun mengangguk, lalu Aku menarik betkafernya setelah Dian bangun,dan bunga pun berjatuhan ke lantai.
"Mas,, Dian mau mandi dulu yah,, "Aku hanya bilang iya tanpa melihat Dian,
karena Aku sedang membersihkan sisa bunga yang ada di bawah bantal juga di atasnya.
"Masss,,,, tolongin Dian dong,, "suara Dian dari dalam kamar memanggilku.
Aku pun menjawab Iya sambil berjalan menuju kamar mandi. sampai di dalam Aku melihat Dian yang sedang ke susahan membuka bajunya, karena sleting bajunya ada di belakang.
Lalu Aku mendekatinya dan membantu menarik reksleting bajunya,, setelah reksleting terbuka dan berlahan baju yang Dian pakai pun jatuh ke bawah, dari belakang Aku melihat punggung Dian yang sangat putih dan mulus, berlahan tangan ku mengusapnya secara pelan.
"Masss,,,,eeemmm,,, "saat bibirku menempel di pundaknya.
Aku menciumi pudaknya dan Dian seperti merinding, karena dilihat dari bulu kuduk dian berdiri di sekitar leher dan pundaknya. Aku lalu membalik badanya.
"Mandinya jangan lama lama,, Mas tunggu di luar,, "kataku sambil ku angkat dagunya, lalu bibirnya ku kecup sekilas, Dian hanya mengangguk.kenapa Aku tidak mandi sekalian, Aku takut hilaf di kamar mandi, soalnya kalau sampai terjadi di kamar mandi untuk Dian yang pemula menurutku tempatnya kurang nyaman. jadi lebih baik bergantian saja mandinya.
Aku pun keluar, dan langsung melepas baju dan celanaku, Aku hanya memakai celana pendek dan tidak memakai baju, karena merasa gerah.
Setelah selesai memakai celana, Aku mengambil hpku dan ada pesan masuk saat ku lihat ternyata dari Pamuji menantuku.
"Obat yang Aku kasih kemarin, jangan lupa di minum,, biar kuat sampai 5 ronde, kalau ngga minum pasti baru satu ronde sudah KO, hahaaa,,,,,, "Aku hanya tersenyum membaca pesan dari Pamuji, rupanya dia meremehkanku, lihat aja nanti tanpa obat pun Aku akan bisa menjebol gawang.
__ADS_1
Sekitar 20 menit Dian pun sudah selesai mandi,dan Dian keluar sudah memakai baju daster yang cukup sexsi, sangat pendek dan tanpa lengan baju yang Dian pakai.
Aku tersenyum melihatnya, dan Dian pun tersenyum malu, Lalu Dian duduk sambil menggosok rambutnya dengan handuk. Aku mendekatinya lalu Aku membantu menggosokan rambutnya dengan handuk.
"Apa ngga bawa pengering rambut Yang,,? "Dian menggeleng.
"Mas ngga mandi,,?"tanya Dian.
"Iya ini mau,, "jawabku sambil memberikan handuk pada Dian.
Lalu Aku pun mandi, dengan menggunakan jurus cepat kilat, hehee,, Aku mandi tidak butuh waktu lama, karena senjataku dari tadi sudah kedut kedut.
Aku pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan haduk di pinggangku, Aku melihat sekeliling kamar ternyata Dian tidak ada, lalu Aku mencarinya ,Aku melihat pintu arah untuk ke balkon terbuka, lalu Aku pun melihatnya,rupanya Dian sedang menikmati pemandangan kota yang cukup indah dengan lampu lampu yang menyala.
Aku memeluknya dari belakang,dan Dian sedikit kaget.
"Kita masuk yuk,, "Ajaku. Lalu kita berdua pun masuk kamar.
Aku menuntunya sampai ke atas kasur, tanpa kata Aku langsung menindihnya.
"Mas udah ngga tahan,, apa Mas malam ini boleh meminta hak Mas,,? "sambil ku usap pipinya, Dian pun mengangguk pelan.
Aku pun bangun dan melepaskan handuk yang melilit di badanku, dan senjataku sudah berdiri dengan tegaknya. Tangan Dian Aku ambil dan Aku suruh untuk memegangnya. Tangan Dian terasa dingin dan kaku, lalu Aku merubah pisisiku, Aku duduk dan bersandar pada sandaran kasur, Dian Aku suruh duduk di tengah tengah antara kakiku, Dian sepertinya sangat malu karena dilihat dari wajahnya yang memerah.
"Ayo sayang gerakan tanganya,, "lalu Dian secara berlahan menggerakannya,rupanya sudah sedikit pintar karena menggenggamnya tidak kencang lagi, dan sangat pas, lalu di gerakanya naik turun, Aku sudah merasakan nikmat, lalu setelah itu Dian Aku suruh mendekatkan bibirnya dengan kepalanya Aku tudukan, Dian sedikit bingung lalu Aku kasih arahan.
__ADS_1
"Buka mulutnya sayang,, dan masukan,, "kataku.
"Aa,,pa ngga jiji Mas,,? "sambil menatapku.
"Ngga,, ini sudah Mas cuci dan bersih, pasti nanti sayang juga suka,, "
"Tapi Dian ngga bisa Masss,, "
"Makanya sekarang Mas ajarin,, yah,, "lalu Dian menggulung rambutnya.
"Dian buka mulutnya, lalu masukan ke dalam dan di sedot secara pelan,, coba yah,,, "kataku, Dian pun menurut.
"Aduhhhhh,,, Yang jangan di gigit, sakittt,,, "Aku mengaduh kesakitan saat Dian menggigit senjataku.
"Dian ngga bisaa,, "sambil sedikit takut karena Aku kesakitan.
"Sayang pernah makan permen lolipop belum,, "Dian pun menjawab pernah.
"Coba Sayang peraktekan seperti makan permen lolipop,, di jilat lalu di sedot jangan sampai di gigit yah,, nanti Punya Mas jadi pendek ,jadi ngga panjang lagi,, "kataku, Dian pun mengangguk sambil pipinya yang merah.
Lalu Dian pun mempraktekan seperti yang Aku ajarkan,, senjataku di sedot dan di jilatinya,, Aku sampai merem melek merasakan sedotanya,, lalu Dian pun memasukan ke dalam mulutnya, tapi hanya setengahnya saja, karena tidak bisa masuk lagi. Aku makin menggeram ke enakan,, uuuhhh,,, tanganku lalu menarik dan melepaskan baju Dian dari badanya, tanganku langsung meremas daging kenyalnya dengan gemas. rasanya seperti melayang merasakan kenikmatan yang sudah lama Aku tidak merasakanya. Aaahhh...uuuhhhhh... itulah kata kata yang keluar dari mulutku.
**Besok lagi!!!!!!!!!
Maaf kalau ada typo...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya yah,, trimakasih**..