MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Sadar


__ADS_3

Ke tiga Penjahat itu lalu mau memberitau siapa bos mereka. Hendra dan Rizki ahirnya tau siapa dalang di balik semuanya.


"Kita akan urus masalah ini besok saja, yang penting kita sudah tau siapa dalangnya, "saat Ini Hendra dan Rizki ada di sebuah ruangan di dalam markasnya.


"Iya Bos,, "


"Sekarang lebih baik kamu pulang aja dulu, istirahat lah,, "


"Tapi saya ingin di rumah sakit aja Bos, saya ingin menemani Zara, Saya masih kuatir karena dia belum sadar,, "


"Saya akan kesana, dan akan menemani dengan Dea, kamu juga butuh istirahat, nanti kau Zara sadar saya akan hubungi kamu, sekarang kamu pulang lah,, "


"Baik Bos, kalau gitu saya pulang dulu,jangan lupa kabari Saya ya Bos kalau Zara sudah sadar,, "


"Iya,, kamu pulanglah naik taxsi,, "Rizki menjawab iya.


Rizki dan Hendra lalu keluar bersama, Hendra masuk ke mobil sedang Rizki langsung naik taxsi, tadi anak buah Hendra memesankan taxsi untuknya.


Rizki tidak lama sampai di rumahnya, Rizki memutuskan untuk langsung mandi karena sudah merasa lengket .


Rizki berendam cukup lama, karena merasa badanya terasa pegal, Rizki berendam dengan air hangat.


Setelah satu jam Rizki berendam, ahirnya dia menyudahi, Rizki lalu memakai baju rumahanya, dan setelah itu merebahkan badanya di kasur sambil melihat ke hpnya.saat di lihat tidak ada pesan yang masuk, Rizki lalu meletakan hpnya di bantal dekat kepalanya, supaya nanti kalau ada pesan atau telfon masuk Rizki mendengarnya, karena Rizki akan tidur walau sebentar.


Sedang Hendra sudah ada di rumah sakit, dia sedang duduk di dekat Zara, karena Dea sedang keluar untuk membeli makanan.


"Sayang bangunlah,, Papah sangat kuatir dan merasa Takut, jangan bikin Papah terus sedih, bangun sayang,, "sambil mengusap tangan Zara.


Saat Hendra sedang memegang tangan Zara, Jari tangan Zara bergerak, Hendra yang merasakanya langsung kaget.


Hendra lalu melihat ke jari Zara lagi sambil memegangnya.


"Sayang,, tanganmu sudah bergerak, kamu sudah sadar sayang,, "Hendra langsung berdiri dan melihat ke wajah Zara.

__ADS_1


Tapi Zara belum membuka matanya, Hendra terus berdoa dan melihat ke Zara, dan berlahan mata Zara pun terbuka.


"Ya Tuhan Aku sangat berterimakasih padamu, karena ahirnya Zara sadar,, "Hendra sampai menangis melihat Zara yang sudah membuka matanya.


"Pa,, pah,, "Zara memanggil Hendra dengan pelan.


"Iya sayang ini papah Nak,, "Hendra langsung menciun kening Zara.


"Ahirnya kamu sadar, Papah sudah merasa takut,,"Zara tersenyum tipis.


Dea lalu masuk sambil membawa kantong keresek, dan melihat Zara sudah sadar Dea langsung merasa senang dan mencium Zara.


"Sayang Mas mau panggil Dokter, kamu jagain Zara dulu yah, "


"Iya Mas,, "Hendra lalu keluar dan memanggil Dokter.


Dokterpun langsung memeriksa kondisi Zara, dan Dokter mengatakan kondisi Zara sudah lebih baik dan banyak peningkatan.


Dea menyuruh Hendra untuk makan, karena Hendra dari pagi tidak mau makan, katanya tidak berselera.


"Bun,, Zara haus,, "Kata Zara,lalu Dea mendekatinya dan membantu Zara untuk Minum.


"Bun,, Abang di mana,, apa dia baik baik saja,?"


"Kamu ngga usah kuatir, Rizki baik baik saja, sekarang dia lagi pulang,Papahmu menyuruhnya untuk istirahat, pasti Rizki sangat lelah jadi biar dia istirahat dulu, baru nanti malam dia yang temani kamu di sini,, "


"Iya Bun,, "Jawab Zara.


Hendra selesai makan langsung kirim pesan pada Rizki, "Zara sudah sadar, kamu istirahat aja dulu, nanti jam 5 baru kamu datang ke sini untuk kita gantian menjaga Zara, "itu isi pesan Hendra untuk Rizki.


Mungkin Rizki memang sangat lelah, sampai ada bunyi pesan dari Hendra pun tidak mendengarnya.


Jam pun berlalu, dan sekarang sudah jam 5 sore, tapi belum ada tanda tanda Rizki datang, Dea sudah pulang dari jam 3 sore tadi,karena kembar rewel di rumah.

__ADS_1


Hendra melihat ke hpnya dan Rizki belum membaca pesan darinya, lalu Hendra menelfon Rizki .


"Hallo,, "jawab Rizki ,Rizki mengangkat telfonya dengan keadaan belum sadar betul.


"Kamu cepatlah datang, jangan tidur terus,ini Zara sudah sadar,, "


"Iya Bos,, saya akan segera kesana, "Rizki. langsung bangun dan turun dari kasur saat mendengar suara Hendra.


Setelah hp mati, Ruzki langsung mengucap sukur untuk Zara yang sudah sadar.


Rizki langsung ganti baju dan langsung berangkat setelah melihat di cermin penampilanya sudah terlihat rapi.


Rizki membawa mobilnya sedikit cepat karena sudah tidak sabar melihat Zara. sampai di rumah sakit Rizki berjalan cukup cepat, agar cepat sampai di ruangan Zara di rawat.


"Sore Bos, Maaf saya ketiduran, "Kata Rizki, tapi mata Rizki terus melihat ke arah Zara dan mereka saling lempar senyum.


"Sore,, tolong kamu jagain Zara, Aku akan pulang, besok pagi kamu boleh pergi kalau Mimin sudah datang ke sini, ngerti,, "


"Iya Bos,, saya ngerti,, "


"Ya udah saya pulang dulu, jangan tinggalin Zara sendiri, di situ banyak makanan juga kopi, jadi kamu ngga perlu keluar untuk mencari makanan, "


"Iya Bos, silakan,,, "


Hendra lalu keluar dan langsung pulang, Rizki berjalan mendekati Zara,sambil keduanya tersenyum bahagia.


"Sayang,, "


"Abangg,, "


Rizki lalu mencium kening Zara cukup lama, dan Zara memejamkan matanya.


"Maafin Abang yang ngga bisa jagain kamu yah,,gara gara kamu lindungi Abang, kamu justru yang tertusuk pisou, "sambil mengusap kepala Zara.

__ADS_1


"Abang ngga usah minta maaf, Abang ngga salah kok, Zara melakukan ini karena Zara pun tidak ingin melihat Abang terluka,, "Rizki dan Zara keduanya tersenyum bersama.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...


__ADS_2