MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pemanasan 1


__ADS_3

"Massss,,,,, eeemmm,,, "saat bibirku menyentuh daging kenyalnya, Dian memejamkan mata sambil mengeluarkan suara yang sangat merdu dari mulutnya, tangan Dian pun tak tinggal diam, tanganya meremas rambutku.


Padahal Aku hanya menciuminya, tapi sepertinya Dian justru yang sudah sangat terangsang oleh ciumanku.


Tanganku masih membuka kancing baju Dian satu persatu sampai ahirnya kancing pun sudah terlepas semuanya. lalu Aku turunkan bajunya sampai terlepas dari badan Dian,yang tersisa hanya bungkusan daging kembarnya.


"Mau ganti baju,apa kita mau teruskan,, "bisiku ditelinga Dian. lalu Aku ciumnya telinga Dian. dan Dian seperti merinding.


"Ganti baju aja ya Mas,, soalnya kita harus istirahat dan tidur siang biar nanti malam kita tidak mengantuk,, "Aku pun mengangguk, tapi pandanganku tak terlepas dari badan Dian yang putih, mulus dan wangi.karena bagian atas tubuh Dian tidak tertutup baju.


Lalu Dian melepas pelukanku dan menuju kamar mandi untuk ganti baju, sedang Aku mengusap senjataku sambil berkata,, "sabar yah,, masih banyak waktu, nanti malam setelah acara pesta selesai kamu bisa sepuasnya, "sambil masih ku usap usap Aku pun berjalan menuju kasur dan merebahkan badanku.


Aku menatap ke sekeliling kamar Dian, kamarnya sangat rapi dan sangat khas dengan kamar perempuan.


Dian keluar dari kamar mandi sudah berganti baju, sepertinya Dian juga sudah cuci muka , karena tatanan rambutnya yang simpel dan tidak beribet, Dian pun bisa melakukanya sendiri, sekarang Dian sedang duduk di bangku meja rias, dia sedang membersihkan wajahnya.Aku menatapnya dengan mata tak berkedip. dalam fikiranku Aku berkata, tak menyangka akan menikah lagi dengan seorang wanita yang lebih muda dan belum pernah menikah, rasanya Aku pun tak percaya dengan semua ini.


"Kenapa lihatin Dian seperti itu,, apa ada yang salah di wajah Dian,,? "sambil berjalan mendekat padaku. Aku hanya menggelengkan kepala. lalu Aku menepuk kasur yang kosong di sebelahku .


"Sinih,, "Dian pun menurut dan tidur di sampingku.

__ADS_1


Lalu Aku memeluknya, dan kita juga saling berhadapan, badan yang wangi dan wajah yang sangat cantik membuatku selalu ingin memeluknya terus.


"Kamu belum bersih bersih loh Mas,, "sambil mengusap pipiku,lalu ku ambil tanganya yang ada di pipiku lalu ku ciumnya tangan Dian.


"Nanti saja, Mas sedang menikmati pemandangan yang sangat indah,yang di ciptaan oleh Tuhan,,"pandangan kita bertemu dan kita pun tersenyum bersama.


Berlahan Aku mendekatkan bibirku pada bibir Dian, Dian pun menyambutnya dengan membuka mulutnya, Aku pun tidak menyia nyiakan kesempatan ini,Dian pun sudah pintar berciuma rupanya ,terlihat saat Dian memainkan lidahnya bersama lidahku, dan kita juga saling me*umat dan mengecap bibir.


Lalu Aku merubah posisi badan, sekarang Aku sudah ada di atas tubuh Dian.


"Mas sudah ngga tahan Yang,, "sambil Aku menciumi leher mulusnya.


"Sabar Mas,, kan besok masih banyak waktu,eeemmmm,,,,"saat tanganku meremas daging kenyalnya, Dian melengkuh...


Karena mendapatkan lampu hijau Aku langsung bergerak, pertama Aku melepaskan baju dan celanaku, hanya menyisakan celana boxser saja,setelah itu Aku melepaskan baju Dian, untungnya Dian hanya memakai daster jadi makin mudah Aku melelaskanya.


Kita sekarang sudah sama sama tak pakai baju, hanya memakai baju dalam aja, senjataku sudah tegak berdiri dan sampai menyubal dari celana, menandakan kalau senjataku ini sudah sangat mengininkanya.


Pertama Aku ambil tangan Dian dan Aku arahkan pada senjataku, Dian tadinya tidak mau katanya malu tapi Aku membujuknya.

__ADS_1


"Kamu harus lihat Sayang,, ayo pegang nanti lama lama biasa kok,, "tangan Dian pertamanya menggenggam tapi saat Aku dekatkan ke senjataku berlahan tanganya membuka, dan senjataku Aku usapkan pada tanganya. tadinya Dian memejamkan matanya tapi berlahan terbuka.


"Mas,,kok panjang banget sih,, "saat melihat ke arah senjataku Dian pun kaget,posisi kita sekarang Aku berdiri sedang Dian tiduran.


"Masa sih,, emang Sayang pernah lihat yang lebih kecil apa,, "mata Dian langsung melotot, dengan wajah yang susuah di artikan.


"Bu,,kan gitu ih Masss,,, "Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang menjadi gugup gitu.


"Gini Yang cara memainkanya,, "tanganku mengajarkan Dian cara menggenggamnya dan menggerakan tanganya dengan gerakan turun naik.


"Uhhh,,, Yang enaknya,,, jangan kencang kencang yang santai saja hemmm,, "sambil ku usap kepala Dian yang tadi Aku suruh duduk di atas kasur.


Lalu setelah Dian bisa memainkanya, Aku langsung menarik dagunya ke atas dan ku cium bibirnya, kusedot bibirnya secara bergantian atas dan bawah,, sambil sesekali Aku meringis karena gerakan Dian makin cepat dan memegangnya pun makin kencang.


"Uuuhhhh,,, Yang jangan kencang kencang megangnya,"kataku setelah ku lepaskan ciumanku.


"Dian lama lama gemas Mas,,, "Aku pun tersenyum,,lalu Aku suruh Dian untuk tiduran ,sebelum tiduran Aku melepaskan pembungkus daging kenyalnya, dan sekarang terlihat jelas tanpa penghalang, Aku usap dengan kedua tanganku, dan di ujung daging kecil yang berwarna coklat sudah keras, lalu Aku memainkanya, Aku meremas remasnya secara berlahan, agar Dian merasakan kenikmatnya.


"Maaassss,,, aahhh,,, "saat bibirku Menye*otnya seperti bayi yang ke hausan, sedang yang satunya Aku mainkan dengan tanganku.

__ADS_1


**Besok lagi yah, aku tarik nafas dulu...


Jangan lupa like, komen dan vote, trimakasih**....


__ADS_2