
Esok harinya tepatnya jam 10 pagi ,Zenazah sudah di makamkan. pelayat pun pada pulang satu persatu ,tinggal ada Papah,Beni ,Zee dan Akbar,Dinda dan Agung menunggu juga di situ ,tapi tidak di pas pemakaman.
"Pah ,,Zee,,ayo kita pulang,ini sepertinya mau hujan,sudah sangat mendung,"Kata Beni.
"Akbar,,pulanglah,kamu kurang istirahat,takut sakit,,,"
"Hemmm,,kamu pulanglah duluan Aku nanti aja,,"
"Tapi ini sudah mendung,,jangan seperti ini,,"
"Iya Aku bentar lagi,kamu pulanglah dulu,Papah dan adikmu mereka pasti sudah cape,"
Beni pun ahirnya pulang duluan bersama Papah dan adiknya.
Dinda lalu mendekati Akbar setelah Beni pergi.
"Sayang,,kita pulang yuk,iklaskan Sila,dia sudah tenang di surganya Tuhan,,"sambil mengusap kepala Akbar.
"Tunggu bentar lagi ya Mah,,10 menit aja,"
"Ya udah kalau gitu Mamah sama Papah tunggu di mobil yah,"Akbar hanya mengangguk.
Dinda dan Agung lalu berjalan menuju Mobil.
"Sayang,,kamu yang tenang yah di surganya Tuhan,maaf kalau selama Aku jadi pacarmu Aku ada salah,Aku sangat bahagia karena bisa menjadi pacarmu,kamu akan selalu ada di hatiku sampai kapan pun,karena Aku sangat mencintaimu,"
"Aku akan pulang,tapi Aku janji besok besok Aku akan sering datang ke sini,sayang Aku pulang yah,,,Aku mencintaimu,,"Air mata Akbar pun menetes.sambil mengusap kayu yang bertuliskan nama Sila,Akbar lalu menciumnya sambil menangis .
Akbar berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan makam.baru dua langkah hujan pun turun.
Akbar berjalan di bawah hujan yang turun dengan derasnya.
Lalu Dinda berlari ke arah Akbar sambil menggunakan payung,seorang Ibu pasti tidak akan tega untuk melihat anaknya yang sedih dan kehujanan .
Dinda memayungi Akbar agar tidak kehujanan,ya walaupun telat ,tapi tidak sampai basah kuyup.
__ADS_1
Akbar dan Dinda sudah masuk mobil,Agung lalu membawa mobilnya meninggalkan pemakaman ,Dinda di mobil melepaskan baju Akbar dan mengganti kaos yang kering,agar tidak sakit nantinya.
Akbar dari kemarin tidak makan dan kurang istirahat,jadi terlihat lemas dan wajahnya juga agak pucat.
Akbar menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil.lalu memejamkan matanya.
Sampai di rumah Dinda menggandeng Akbar untuk masuk ke dalam,Dinda ikut masuk ke kamar Akbar,sedang Agung mengambil alat untuk memeriksa dan obat untuk Akbar minum.
"Mba,,tolong siapin makanan buat Akbar yah,"kata Agung,Mba menjawab Iya.
Agung lalu masak ke kamar Akbar,dan Akbar sudah ganti Baju,Agung langsung memeriksa Akbar,setelah di periksa Akbar di suruh makan dulu ,karena harus minum obat .
Dinda menyuapi Akbar,Akbar tadinya tidak mau makan,tapi Dinda selalu menasehatinya,dan Akbar pun makan hanya 3 suap.
Setelah makan tiga suap Dinda menyuruh minum obat.
"Sayang,,kamu istirahat yah,jangan sedih terus,nanti kamu malah sakit,,"
"Iya mah ,,makasih ya Mah,,"Dinda tersenyum lalu menyelimuti Akbar.
Agung rupanya tadi menyuntikan obat tidur pada Akbar,agar Akbar bisa tidur ,dosisnya pun Agung sudah mengaturnya.
Akbar ahirnya tertidur,dan Agung menyuruh Dinda untuk meligat ke kamar Akbar setelah 15 menit.
"Mah lihat Abang,dia sudah tidur atau belum,tapi menurut Papah sudah tidur,tapi kamu cek dulu gih Mah,,"
"Iya Pah,,Mamah akan lihat Abang,,"Dinda pun keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar Abang.
Abang sudah tidur dan Dinda lalu keluar lagi ,dan masuk kekamarnya lagi.
"Gimana Mah,,?"
"Sudah tidur Pah,,"
"Sukurlah,,"
__ADS_1
Hari berlalu,sudah satu minggu ini Sila pergi,dan Akbar setiap pagi menyempatkan datang ke pemakaman hanya untuk menabur bunga dan tidak lupa berdoa.
Setiap paginya Akbar bisa menghabiskan waktu satu jam di pemakaman,dan Akbar belum mau untuk kuliah.sampai Dinda dan Agung bingung karena Akbar sepertinya sangat kehilangan dan belum bisa melupakan Sila.
"Abang sarapan dulu yah,,Mamah sudah buatkan nasi goreng kesukaan Abang,,"kata Dinda saat Akbar baru pulang dari pemakaman.
"Iya Mah,,"Akbar dan Dinda lalu pergi ke meja makan.
Dinda menyiapkan nasi goreng ke dalam piring ,dan memberikan pada Akbar setelah di isi cukup banyak.
"Abang,,Mamah tau kamu pasti sedih,tapi kamu juga jangan seperti ini terus,karena semua orang di dunia ini pasti akan kembali pada Tuhan,kita tinggal tunggu waktu,Tuhan pasti sudah punya rencana indah di balik kejadian ini,kamu harus kembali seperti Akbar anak Mamah dan Papah yang seperti kemarin lagi,semangat belajar dan kuliah agar nanti menjadi orang sukses,jodoh ,maut dan Rezeki sudah Tuhan takdirkan untuk kita,jadi kamu harus semangat lagi yah sayang,"
"Maaf Mah kalau satu minggu ini membuat Mamah dan Papah kepikiran dan kuatir dengan keadaan Abang,Abang janji ini yang terahir,satu minggu ini Abang banyak berfikir tentang semuanya,,Abang sudah iklas dengan kepergian Sila,"
"Iya sayang,,itu bagus,,"Dinda tersenyum.
"Papah di mana Mah,,?"
"Ada di belakang,"
"Abang mau bicara sama Mamah dan Papah,sebentar saja,,"
"Kalau gitu habiskan makananya dulu,"Akbar mengangguk.
Selesai makan,Akbar dan Dinda menuju ke Agung yang ada di belakang Rumah.
"Pah,,Abang mau bicara sebentar,"kata Abang,Agung lalu duduk di dekat Dinda setelah menjawab Iya.
"Ada apa,,?"tanya Agung.
"Abang ingin pindah kuliah ke Amerika,"
***Jangan lupa,like komen dan votenya,trimakasih...
Tenang aja nanti akan ada pengganti Sila,yang umurnya di bawah Akbar*** .
__ADS_1