MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Vivi Ngga Bisa Tidur


__ADS_3

Cup...


Vivi langsung membulatkan matanya saat bibir Akbar menempel di bibirnya.tapi cuman sekilas Akbar menempelkan bibirnya.


Akbar tersenyum melihat wajah Vivi yang kaget dan diam,Akbar lalu bangun dan meninggalkan Vivi yang masih diam mematung karena kaget atas apa yang barusan Akbar lakukan padanya.


Vivi tersadar saat Akbar menutup pintu kamarnya.


"Ya tuhan itu laki laki galak kurang ajar banget sih ,bibirku jadi ternoda ini,,"Sambil mengusap bibirnya dengan tangan.dan Vivi menggosok gosok bibirnya juga dengan tanganya.


Vivi lalu turun ke bawah sambil terus mengusap bibirnya dengan tanganya,dan Vivi merasa kesal.


Vivi masuk ke dapur,lalu menuju westafel untuk mencuci bibirnya.


"Kamu kenapa Vi,,kok bibir kamu di cuci gitu,?"tanya Mba Iis,


"Ngga papa Bi,ini bibir Vivi kering,Vivi ke kamar dulu ya Bi,,"


"Ya udah sanah,,istirahat,,"


Vivi lalu masuk ke kamarnya ,kamar Vivi kecil hanya ada kasur no 3 dan lemari baju plastik,dan kipas angin.sedang kamar mandi ada di luar dan rame rame.


Vivi langsung menjatuhkan badanya di kasur,sambil memejamkan matanya.Vivi pun tertidur karena merasa lelah.


Sedang Akbar di kamar sedang tiduran juga,tapi Akbar dari tadi selalu tersenyum membayangkan wajah Vivi yang tadi saat di ciumnya.


"Gila,,kenapa Aku nyium dia,,Aku gila apa ini ,,"


sambil menjambak rambutnya sendiri.


Akbar ahirnya tertidur,dan Akbar mimpi bertemu Sila.


Sila tersenyum saat Akbar mendekatinya,"Aku kangen kamu sayang,,"kata Akbar pada Sila saat berhadapan.


""Kamu harus bahagia pria kaku ku,kamu sudah ada rasa untuknya,Aku senang melihatmu bahagia,biarkan Aku tenang,Aku sudah bahagia,jadi Aku pun ingin kamu bahagia,cintai dia dan berbahagialah,,,"kata Sila yang makin lama makin menjauh.


Tokkk,, Tokkk,,


"Abangg,, di suruh makan malam,, "suara teriakan dari luar ,ternyata kembar membangunkan Abang untuk makan malam,tapi karena pintu tidak di buka buka,ahirnya kembar pun turun duluan.


"Silaaa,,"kata Akbar saat membuka matanya dan memangil Sila pelan.


"Apa arti mimpiku ini ,,"Akbar berkata lirih sambil mengusap wajahnya.


Akbar bangun lalu duduk,dan melihat jam sudah pukul 8 malam.


Akbar lalu berjalan ke arah balkon dan berdiri sambil melihat ke langit yang cerah.

__ADS_1


Akbar berdiam diri cukup lama,sampai ahirnya mata Akbar melihat orang yang tidak asing baginya,saat mata Akbar melihat ke bawah sebelah kanan.


Rupanya Akbar melihat Vivi yang sedang duduk sambil melihat ke arah laptopnya yang ada di atas meja.di depan rumah yang mereka tinggali samping rumah Akbar.


Vivi terlihat sibuk,rupanya Vivi sedang mengerjakan sekripsinya.


Vivi merapikan ikatan rambutnya yang berantakan,rambut panjangnya di gulung ke atas dan memperlihatkan leher jenjangnya.


Vivi tidaklah putih,tapi cukup enak di pandang,karena Vivi itu seperti gula jawa,walau hitam tapi sangat manis.


Akbar dari tadi tidak berkedip menatapnya,dan Akbar tersadar saat perutnya bunyi karena lapar.


Ahirnya Akbar memutuskan turun,dan menuju tempat makan,ternyata semuanya sudah selesai makan,si kembar sudah ada di kamarnya lagi,sedang Dinda dan Agung masih duduk di ruang keluarga.


"Mah,,Abang lapar,,"


"Tadi kenapa ngga mau turun saat makan malam,"


"Abang ketiduran ,Abang baru bangun,"


"Ya udah sanah makan ,"


"Tapi Abang malas makan sendiri,Mamah temani Abang yuk,"


"Abang makan lah sendiri,jangan kaya anak kecil,,"kata Papah.


"Ya udah ayo Mamah temani,"


Dinda ahirnya menemani Akbar makan,sedang Agung menuju ruang kerjanya.


"Mah jadi besok Abang udah bantu Mamah di klinik,,?"sambil makan Akbar bertanya.


"Iya,,mulai besok,,"


"Oh,,berarti Mamah ngga usah di antar supir ,kita berangkatnya bareng kan,"


"Iya ,,Pak supir ngga usah antar,tapi kamu harus bangun pagi ya sayang,malamnya ngga boleh begadang,biar bisa berangkat pagi,"


"Iya Mah,,"


Ahirnya Abang selesai makan,keduanya lalu keluar dari ruang makan,Akbar ke kamarnya sedang Dinda keruang kerja Agung.


Akbar sampai kamar lalu tiduran,saat tiduran Akbar teringat mimpi tadi.


"Benar kata Sila,Aku juga harus bahagia,,Sila di sana pasti sudah tenang juga bahagia di surganya Tuhan,,sayang namamu akan selalu ada di dalam hati ku paling dalam,dan takan terlupakan,,walau nanti Aku dapat penggantimu kenanganmu tak akan Aku lupa"


sambil memejamkan matanya Akbar berkata.

__ADS_1


Akbar ahirnya tertidur,sedang Vivi di kamarnya belum bisa tidur karena teringat kejadian tadi sore.


"Kenpa Aku ngga bisa tidur gini sih,ayo Vi jangan baper,,dia itu anak bos kamu,kamu itu tidak akan pantas bersamanya,dia kuliah di Amerika masalah cium itu pasti sudah hal biasa,,dia hanya ingin ngerjain kamu saja Vi,,,"Vivi bicara sendiri karena masih saja ingat saat Akbar menciunya.


Karena ini adalah ciuman pertama bagi Vivi ,jadi rasanya tidak bisa di lupakan,walau sebenarnya Vivi merasa kesal juga.Ahirnya Vivi pun tertidur.


Pagi harinya Akbar bangun dan bersiap untuk ke klinik,Akbar bangun sudah pukul 7 pagi,ternyata kesiangan.


Setelah bersiap Abang ke bawah dan sarapan.


"Pagi Semua,,"kata Akbar.


"Pagi,,,"jawab Semuanya.


Saat Akbar baru duduk adik kembarnya langsung pamitan untuk sekolah,sedang Agung pergi ke belakang mengurus burungnya.


"Abang Mamah mau mandi dulu yah,lalu bersiap,,"


"Iya Mah,,"


Akbar lalu sarapan,saat sedang sarapan Akbar mendengar orang mengobrol di dapur.


"Bi,,perut Vivi sakit nih,kayanya mau datang bulan,,"Kata Vivi pada Mba Iis saat masuk dapur.


"Ya udah sanah minum obatnya,tapi ini sarapan dulu,"jawab Mba Iis.


"Obatnya Abis lagi Bi,,aduh sakit banget ini,,"


"Kamu mau ke klinik kan,nanti kamu beli aja sekalian,,"


"Vivi ngga ke klinik lagi bi,Vivi libur seminggu mau ngerjain sekripsi,,aduhh,,gimana nih Bi,sakit banget,,"sambil duduk dan memengang perutnya.sampai kening Vivi keringetan menahan sakit.


Akbar rupanya di meja makan mendengarkan pembicaraan mereka ,yang di dapur tidak tau kalau ada Akbar yang sedang makan.


Akbar menghentikan makanya,dan jadi teringat tentang Sila yang dulu juga sakit perutnya saat datang bulan.


Akbar tiba tiba bangun dari duduknya,dan menuju ruang kusus untuk orang sakit di rumahnya,Akbar mencari obat sakit saat datang bulan,Akbar sudah tau banyak tentang obat obatan karena saat di Amerika dia bekerja bagian farmasi.


Setelah dapat Akbar masuk ke dapur,Vivi dan Mba iis langsung kaget,karena Akbar masuk.


"Ini minumlah,biar rasa sakitmu hilang,jangan lupa sarapan dulu,jangan lupa meminumnya biar tidak mengganggumu saat buat sekripsi,"Vivi bangun dari duduknya dan mengambil obatnya dari tangan Akbar.


Saat Vivi mengambilnya,Akbar langsung pergi tanpa bicara apa apa lagi,"Terimakasih,,"kata Vivi pelan sambil terus menatap punggung Akbar yang pergi nenjauh.


Dudd,,,dug,,dug,,,


Ada jantung yang berdebar saat ini,jantung siapa kah itu...

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2