
Akbar mendapatkan Izin dari Papah Sila dan Beni untuk masuk ke dalam.itu karena Akbar bilang pada Papah Sila kalau Dokter Agung adalah Papahnya.
"Sila,,bangun Aku mohon,jangan seperti ini ,Aku takut Sil,,ayo bangun buka matamu Sil,"Sambil menggenggam tangan Sila Akbar bicara.
Akbar sampai mengeluarkan air mata karena merasa sedih melihat Sila yang seperti itu.
"Kenapa kamu ngga dengerin omonganku,kenapa kamu nekat seperti ini,apa kamu tidak kasihan pada ku dan keluargamu yang merasa sedih karena kamu telah nekat seperti ini,,"
"Aku sayang sama kamu Sil,,Aku cinta kamu,,ayo bangun sayang,,,Aku mohon,,Aku ngga mau kehilangan kamu,,,"Akbar sampai menangis tersedu sedu.
Sekitar setengah jam Akbar keluar karena Agung memberi waktu cuman setengah jam.
Agung mengajak Akbar pulang,tadinya Akbar tidak mau tapi Agung menyuruhnya untuk pulang dan harus ngga ada penolakan.
"Nanti kalau ada kemajuan atau kabar apapun tentang Sila,Temen Papah akan mengabarinya,jadi sekarang kamu harus pulang,,"Ahirnya Akbar pun mau pulang.
Lalu Akbar berpamitan pada Beni dan Papahnya,Akbar juga minta di kabari kalau ada kemajuan dengan Sila.
Agung yang menyetir mobil Akbar,sedang mobilnya pak supir yang bawa,Agung takut kalau Akbar menyetir sendiri terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Akbar di mobil terus saja diam,Agung pun tau perasaan Akbar pasti sangat sedih karena orang yang di sayanginya sedang bertaruh nyawa antara hidup dan mati.
Sampai di rumah Dinda sudah menunggu di depan pintu,Dinda sudah tau tentang Sila dari Agung ,tadi Agung saat masih di rumah sakit menelfon Dinda.
Dinda mendekati Akbar dan langsung memeluknya,Akbar sampai menangis di pelukan Dinda.
__ADS_1
"Sudah jangan nangis,,ayo masuk,"Dinda melepaskan pelukanya dan mengajak Akbar masuk ke rumah.
Akbar lalu masuk ke kamarnya dan merebahkan badanya di kasur ,sedang Dinda membuatkan coklat hangat untuk Akbar,agar lebih baik.
"Sayang minum dulu coklat hangatnya,biar lebih enakan,,"saat Dinda masuk ke kamar.Akbar lalu mengambil gelas yang berisi coklat hangatnya dan meminumnya.
"Mah,,Sila giman Mah,,Abang takut,,"setelah meminum coklat hangatnya,Akbar tiduran dan kepalanya di pangkuan Dinda.
"Iya sayang Mamah tau,sekarang kita hanya bisa berdoa dan minta pada Tuhan agar Sila bisa mewati masa kritisnya dan cepat sembuh,"Sambil mengusap kepala Akbar yang tiduran di pangkuanya.
Akbar sampai tertidur karena usapan tangan Dinda di kepalanya.Dinda lalu meletakan kepala Akbar di bantal,setelah itu Dinda keluar dari kamar Akbar.
Dinda menuju kamar ,karena Agung ada di kamar.
"Gimana Abang Mah,,?"tanya Agung saat Dinda masuk ke kamar.Agung sedang duduk di sofa kamarnya.
"Iya Papah juga lihat Abang sangat sedih,gimana Abang ngga sedih Mah,Abang baru merasakan yang namanya jatuh cinta dan di cintai seorang wanita,dan sedang wanita itu lagi sakit dan sedang bertaruh antara hidup dan mati,,"
"Apa belum ada kabar tentang Sila dari teman Papah yang di rumah sakit,,?"
"Belum ada,Papah sudah bilang pada mereka untuk mengabari Papah langsung kalau ada kabar tentang Sila,,"
"Mamah pengin lihat Sila Pah,kita ke rumah sakit aja yuk,"
"Ngga usah Mah,nanti aja kalau sudah ada kabar dari rumah sakitnya,"
__ADS_1
Dinda lalu memeluk Agung karena merasa sedih dengan keadaan Sila.
Di rumah sakit Beni dan Papahnya masih setia menunggu di depan ruangan Sila.
"Pah,,nanti kalau sampai Kaka sembuh,Beni mohon Papah jangan terlalu Egois,kasihan kak Sila,kak Sila juga ingin bahagia dengan caranya,Akbar dia orang baik Pah,Akbar teman Beni,dan keluarga Akbar itu orang kaya,kedua orang tuanya juga Dokter,kalau Papah ingin kaka menikah dengan orang sukses dan Kaya ,Akbar sudah sangat masuk ideal buat kak Sila,"Papah diam karena merasa menyesal.
"Kaka dari dulu dia sangat urakan,susah di atur ,tapi saat bertemu Akbar Kaka jauh lebih baik,dia mau kerja dan ngga pernah kluyuran tiap malam,,Kaka sudah banyak berubah Pah,kaka sudah sangat berubah,"Beni sampai menrteskan air matanya saat bercerita tentang Sila.
"Papah menyesal,,Papah janji tidak akan egois lagi,asalkan Sila sembuh Papah tidak akan melarang semua keinginannya,,Papah janji,,"
"Hai sayang,,bangun,,kok tidur terus,,"Akbar membuka matanya,Akbar tersenyum.
"Kamu ada di sini,,kamu sudah sembuh sayang,,"Akbar memeluk dan mencium keningnya dengan sayang.
"Iya Aku sudah sembuh,tapi Aku mau berpamitan padamu,"
"Pamit,,kamu mau kemana sayang,,?"
"Aku mau pergi jauh,,kamu harus selalu sehat dan jaga diri,kamu pasti akan jadi orang sukses di kemudian hari nanti,,Aku mencintai kamu dan biar rasa ini Aku bawa di dalam hatiku,kamu harus bahagia tanpa Aku,,cup,,"Akbar langsung memeluknya.
"Tidak,,Aku tidak akan mengizinkan kamu untuk pergi,tetaplah di sini di sampingku dan bersamaku terus ,Aku mohon jangan tinggalkan Aku,,"
"Aku tidak akan pergi dari sampingmu dan akan bersama kamu terus,karena Aku selalu ada di sini,,di dalam hati kamu,,"sambil melepaskan pelukanya.
"Aku pergi dulu yah,,dah sayangg,,,"Sambil berjalan mundur mrninggalkan Akbar.
__ADS_1
"Tidak ,,jangan pergi,,Aku mohon jangan,,jangan tinggalkan Aku,,Silaaaaa,,,,"
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...