
Sekarang kita berdua sedang di dalam mobil, papah mengantarku pulang dan juga ingin bertemu ibu,katanya ingin meminta restu lagi secara langsung.
Mobil sudah masuk ke dalam setelah pak Udin membukakan pintu gerbang, kita berdua turun dari mobil dan langsung menuju ke rumah.
Setelah mengucap salam aku langsung masuk,lalu menyuruh papah untuk duduk dulu, dan aku mencari mba Iis untuk menanyakan ibu.
"Mba ibu dimana,? "tanyaku.
"Ibu sedang di taman belakang non, sedang menyiram bunga, "memang ibu itu suka bunga dan tanaman jadi ibu ingin merawatnya kalau sedang ada di rumah.
Aku langsung ke belakang mencari ibu.
"Buu,,, dah selesai belum nyiram bunganya, "tanyaku.Sambil Aku mendekat ke ibu.
"Eh,, sayang udah pulang, ?"tanya ibu,dan aku langsung mencium tangan ibu.
"Udah bu, maaf yah Dinda pulangnya sore, "kataku.
"Bu,, di depan ada papah katanya pengin bicara sama ibu, "kataku lagi, ibu lalu tersenyum dan mengusap rambutku.
"Iya,, ayo kita masuk, "jawab ibu, kita pun masuk ke dalam rumah bersama.
__ADS_1
.
.
.
"Sore Da,, maaf mengganggu bentar, "kata papah sambil berdiri menyalami ibu.
"Sore juga mas, iya ngga ngga papa,silakan duduk,, "jawab ibu.
"Bu,,Dinda bikin minum dulu yah buat papah, "kataku,ibu pun menganggukan kepala.
"Iya,,, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu Da.Aku mau bilang trimakasih sama kamu,karena kamu memberi restu untuk hubunganku dengan Dinda,aku benar benar serius dengan hubungan ini, aku menyayangi Dinda dengan tulus, maaf bukanya aku tidak menjaga perasaanmu, tapi semakin aku ingin melepaskan Dinda justru makin besar rasa sayangku karena aku sangat mencintainya, maka dari itu izinkan aku untuk menikah dengan Dinda, kalau aku menyakiti hatimu sekali lagi aku minta maaf,"
"Aku sebenarnya kurang setuju dengan ke putusan Dinda untuk nikah muda,karena aku ingin melihat Dinda kuliah dan menjadi orang yang sukses,juga bekerja dan mempunyai banyak teman, tapi ke inginan Dinda adalah menikah muda, aku ngga bisa melarangnya karena aku takut Dinda membenciku karena aku dari kecil sudah meninggalkanya dan sekarang walau kita tinggal bersama tapi aku juga sibuk kerja, mungkin juga karena Dinda merasa kesepian jadi Dinda ingin menikah muda agar Dinda merasa ada teman dan terlindungi,lagian Dinda menurutku anaknya tidak terlalu suka bergaul dengan banyak teman dan Dinda anaknya juga penurut jadi kamu ngga terlalu susah nantinya, maka berjanjilah untuk selalu mencitai dan membahagiakanya,"kata ibu."Mungkin ini sudah tadir dan jodoh untukmu mas, aku tidak bisa melawan kehendak yang di atas, kamu tidak salah tidak perlu minta maaf semua sudah ada yang mengaturnya, "
"Insa Alloh aku akan selalu membuat Dinda bahagia dan akan selalu mencintainya.Aku juga nantinya masih tetap mengizinkan Dinda untuk kuliah, aku juga tidak akan membatasi pergerakanya hanya saja aku akan memberinya arahan agar Dinda tau batasan batasan kalau Dinda sudah menikah,"jawab papah.
"Ya,,, buktikan saja omonganmu mas.Aku hanya bisa mendoakan semoga kalian bahagia dan hanya ajal yang akan memisahkan kalian,"
"Amin,, semoga dan terima kasih,"
__ADS_1
Aku pun datang membawakan minum untuk papah juga ibu, setelah ku letakan di meja aku menyuruh papah dan ibu meminumnya, lalu aku duduk di dekat ibu.
"Apa Dinda sudah bilang sama ayah kalau Dinda akan menikah,? "tanya ibu sedang aku hanya menggelengkan ke palaku.
"Ayah sudah tau tentang hubungan Dinda dan papah, ayah sangat marah bu,karena papah mantan suami ibu,"jawabku.
Papah langsung menjelaskan pada ibu tentang aku dan papah yang pernah bicara ke pada ayah, dan papah juga bilang bahwa papah dan ayah adalah teman semasa kuliah, ibu juga kaget mendengar cerita papah yang ternyata teman ayah.
"Apa ibu mau membantu Dinda untuk bicara pada ayah,? agar ayah mau merestui hubungan Dinda dan papah bu, "kataku pada ibu.
"Insa Alloh nanti ibu bantu bicara sama ayah Dinda, tapi ibu ngga janji untuk memastikan hasilnya,"aku hanya menganggukan kepalaku.
"Trimakasih ya bu, "kataku sambil ku peluk ibu.
"Dinda kenapa manggilnya masih papah,, ganti dong kan sekarang mau jadi calon suami, "kata ibu sambil melepas pelukanya.
"Dinda harus panggil apa dong bu, ?"ibu dan papah malah kompak tersenyum sambil melihatku, aku pun jadi malu pasti mukaku sudah memerah karena malu.
**Maaf buat kaka kaka semuanya, kalau ada cerita bab ini yang kurang nyambung atau alurnya ngga bagus, hari ini aku sibuk bikin kue buat lebaran jadi nulisnya ngga begitu kosentrasi,maaf yah sekali lagi. ๐๐
Jangan lupa like dan komenya ya kak, votenya juga yah, biar aku tambah semangat nulisnya.trimakasih๐๐๐**
__ADS_1