MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dea Mau Lahiran


__ADS_3

Hari pun berlalu, dan Bumi belum ada kabarnya sampai sekarang, setiap Zara bertanya pada Tedi dia selalu menghindarinya dan ngga mau menjawab pertanyaan Zara, Zara jadi merasa bersalah.Tapi makin hari pun Zara sudah tidak mengingat Bumi, karena setiap mengingat tentang Bumi Zara juga teringat dengan foto Bumi yang bersama seorang perempuan, dan itu membuat Zara sedih juga kesal. jadi Zara berusaha untuk melupakan Bumi dengan menyibukan diri dengan belajar.


Saat Zara mau pulang sekolah dan baru keluar dari kelas, Zara melihat Rizki yang dari kantor guru.


"Bang Rizki,, "teriak Zara memanggil Rizki, Rizki yang mendengarnya lalu menengok.


"Eh Za,, udah pulang,,? "


"Iya,, Abang habis ngapain ke sini,, "


"Abang tadi ada urusan,,ayo kita pulang,, "


"Iya Bang,, "lalu mereka berdua menuju parkiran.


"Jemputan kamu belum datang Za,,? "


"Belum Bang,, "sambil melihat ke arah pintu gerbang.


"Ikut Abang aja yuk, nanti Abang anterin pulang,, "


"Ngga ah Bang,nanti kalau Zara pulang sama Abang, pak supir kasihan,pasti nanti nyariin,, "


"Kan bisa di telfon dulu, telfon gih sekarang, "


"Udah buruan,, telfon, "kata Rizki lagi, Zara lalu menelfon pak supir, dan pak supir bilang ban mobilnya bocor, dan lagi ganti ban dulu.


Lalu Zara bilang kalau ngga usah jemput,karena Zara bilang sama pak sopir kalau pulang di antar sama Rizki, dan pak supir pun mengiyakan.


Lalu Zara masuk ke dalam mobil Rizki, dan Rizki langsung menjalankan mobilnya.


"Za,, pengin beli sesuatu ngga? ini mumpung kita belum sampai rumah,, "


"Sebenarnya Zara tadi niatnya pulang sekolah mau beli buku dulu,tapi ngga usah deh takutnya repotin Abang, Abang nanti kelamaan di luar, Zara ngga enak nanti kalau Abang kena marah sama Papah,, "


"Abang lagi cuti kok hari ini, jadi ngga bakalan ada yang marahin Abang kalau lama perginya,, "


"Gimana,, kita mampir ke toko buku dulu aja yah,, "


"Boleh deh kalau ngga ngerepotin Abang,, "

__ADS_1


"Ngga ngerepotin kok,, "jawab Rizki sambil tersenyum dengan manisnya. Zara yang melihat langsung ikut tersenyum,karena senyuman Rizki membuat Zara suka melihatnya.


Sampai di toko buku, Zara dan Rizki masuk, Zara langsung memilih buku yang akan di belinya, sedang Rizki menemani dan mengikuti di belakang Zara.


"Bang,, tolong ambilkan buku yang itu dong,, "Zara yang tidak sampai untuk mengambil buku,meminta tolong pada Rizki untuk mengambilkanya.


Saat Rizki mengambilkan buku yang Zara inginkan, Rizki pun menjadi lebih dekat ke badan Zara, karena posisi Zara ada si depan Rizki.Itu membuat jatung Zara berdetak dengan cepat.


"Ini,, "kata Rizki sambil memberika bukunya kepada Zara.


"Trimakasih Bang,, "Rizki hanya tersenyum melihat Zara seperti grogi.


Zara membeli sampai 5 buku,dan Rizki melihat Zara yang keberatan membawanya langsung mengambil buku itu dari tangan Zara.


"Biar Abang yang bawa,, ini berat kan,, "Zara hanya mengguk pelan.


Lalu Zara memilih satu buku lagi, setelah ketemu Zara memberikan ke Rizki.


"Bang Zara mau beli novel dulu yah, Abang kalau cape duduk aja dulu, pasti Abang susah dan berat kan bawa buku itu,, "


"Ya udah sanah beli novel, Abang tunggu di depan situ yah,, "sambil menujuk bangku.


"Bang,, buku Zara sinih mau di bayar dulu,, "


"Bukunya sudah Abang bayarin, Zara tinggal bayar novelnya aja sana,, "


"Loh kok di bayarin, tapi makasih sih hehe,, ya udah Zara bayar novel dulu ya Bang,, "Rizki hanya tersenyum melihat tingkah Zara.


Selesai Zara membayar novel, lalu mereka berdua menuju mobil untuk pulang.


"Za,, besok malam minggu nonton yuk,, "


"Zara sih pingin Bang, tapi izin ke Papahnya yang susah, apa lagi kalau tau Zara cuman pergi berdua sama laki laki, Papah pasti ngoceh ngoceh,, "


"Iya juga yah, kalau sampai Papahmu tau Kamu pergi sama Abang, bisa bisa di pecat Abang dari kantor Papahmu,,"Zara dan Rizki lalu tertawa bersama di mobil.


Sampai di rumah Zara turun dari mobil Rizki, saat akan menutup pintu, Oma dengan yang lainya memanggil pak supir.


"Ada apa Oma,,? "tanya Zara.

__ADS_1


"Itu Bunda Zara mau lahiran,, mana pak sopirnya,, "Oma mengira Zara pulang dengan pak sopir.


"Zara pulang sama Bang Rizki oma, soalnya mobil kita banya bocor di jalan,, "


"Oh gitu,, Rizki tolong antar Dea sekarang ke rumah sakit,Dea mau lahiran,, "saat Rizki leluar dari mobilnya.


"Iya baik Bu,, "


Lalu Oma dan Zara membantu menuntun Dea ke mobil, sedang Mba membawaman tas kebutuhan si bayi. setelah masuk semuanya Rizki membawa Dea menuju rumah sakit.


"Maahhhh,, sakittt,,, "kata Dea.


"Iya sayang,, sabar yah, tahann,, "kata oma sambil mengusap perut Dea.


"Zara telfon Papahmu, dia udah di mana sekarang,, suruh buruan ke rumah sakit,, "


"Iya Oma,, Zara telfon papah,, "


"Rizki bawa mobilnya buruan, ini cucu cucuku sudah ingin keluarr,, "


"Iya Bu,, ini Rizki aja sudah cepat,, "


Ahirnya mobil Rizki sampai di rumah sakit, Rizki langsung memanggil suster, sedang Oma dan Zara membantu Dea untuk keluar dari mobil.


Setelah itu Dea di bawa keruang bersalin, Dea menanyakan Hendra terus pada semuanya, karena Dea merasa takut saat melahirkan, jadi ingin Hendra menemaninya.


"Mahh,,, "Hendra sambil berlari saat melihat oma yang sedang menunggu di luar ruangan bersalin.


"Hendraa,, "


"Mah Dea di mana,,? "


"Dea di dalam, dia butuh kamu masuk sanah,, "


"Iya mah,, doakan Dea dan anak anak supaya lancar ya Mah lahiranya,, "


"Iya,, Mamah doakan,, "setelah itu Hendra masuk ke dalam ruangan bersalin.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2